Baca: Amsal 26:13-16
“Seperti pintu berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di tempat tidurnya.” Amsal 26:14

Kesuksesan senantiasa hinggap dalam diri orang yang mau bekerja keras. Orang-orang hebat yang ada di dunia ini adalah tipe orang-orang yang rajin dan pekerja keras. Kesuksesan yang diraihnya adalah akibat dari ketekunan dan hasil perjuangan yang tidak mengenal lelah, bukan datang seperti durian runtuh, tetapi melalui proses yang panjang. Tidak ada dalam kamus hidupnya berpangku tangan sepanjang hari. Contohnya adalah seorang atlit, ia tidak akan mampu meraih prestasi yang tinggi tanpa ada kedisiplinan dan latihan yang keras. Beda halnya bila orang itu malas dan tidak mau bekerja keras, sudah bisa dipastikan semua yang diimpikan atau cita-citakan mustahil terwujud, tetap angan-angan belaka, ibarat. ‘menegakkan benang basah’. Jadi “Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja.” (Amsal 21:25).

Tuhan sangat tidak suka terhadap orang-orang Kristen yang bermalas-malasan dan tidak mau bekerja, karena “BapaKu bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga.” (Yohanes 5:17). Malas adalahsahabat kemiskinan dan kekurangan; kemalasan juga akan menjauhkan kita dari berkat-berkat Tuhan. Bagaimana kita bisa menikmati dan meraih janji Tuhan bila kita sendiri malas untuk melayani Tuhan, malas berdoa, malas baca Alkitab? Seorang pemalas biasanya suka sekali menunda-nunda pekerjaan yang seharusnya dapat dikerjakan pada waktu itu; suka meremehkan dan sangat lamban dalam menyelesaikan apa saja yang dipercayakan kepadanya. Bila kita menangkap gejala-gejala demikian, kita harus segera berbenah diri supaya tidak berlarut-larut dan menjadi kebiasaan hidup.

Penulis Amsal juga sangat geram melihat orang malas sehingga dengan keras dia menegur, “Hai pemalas, berapa lama Iagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring - maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.” (Amsal 6:9-11).

Seorang pemalas enggan untuk membajak dan bekerja, akibatnya ia pun tidak akan menuai apa-apa ketika musim tuai itu tiba!


date Selasa, 30 Maret 2010
Ayat bacaan: Zakharia 4:10


Dalam gambaran dasar pelajaran web desain yang saya ajarkan di kampus, saya selalu menekankan prinsip "less is more", "little is much" dan "small is beautiful". Tiga prinsip dalam merancang sebuah situs ini adalah sesuai dengan perkembangan jaman, dimana orang lebih menuntut sebuah situs yang cepat di akses ketimbang situs yang memiliki terlalu banyak fitur sehingga memberatkan tubuh situs tersebut dan memperlambat loading time nya. Berbeda dengan 4 tahun lalu, dimana rancangan situs yang dinilai bagus adalah situs yang memakai banyak flash dan memerlukan pemahaman tinggi dalam mengoperasikan berbagai software pendukung, dalam perkembangan situs saat ini, kesederhanaan lah yang harus jadi penekanan. Tapi hal tersebut bukan berarti mendesain situs menjadi lebih mudah saat ini dibanding dulu, karena saat ini desainer dituntut untuk mematangkan konsep mereka, sehingga lewat sebuah kesederhanaan pesan-pesan yang ingin disampaikan dapat diterima secara visual oleh orang yang mengakses situs. Itulah yang saya maksud dengan "less is more", "little is much" dan "small is beautiful".

Di dunia ini ada kecenderungan sebaliknya. "Bigger is better", "the more the merrier". Dalam pelayanan seringkali kita kurang bersemangat apabila yang dilayani sedikit jumlahnya. Dunia cenderung mementingkan kuantitas dan bukan kualitas. Ada yang bersemangat melayani ketika jemaat penuh, namun kehilangan gairah melihat bangku kosong. Padahal Tuhan tidak mengajarkan demikian. Kita tidak boleh memandang hina hal-hal kecil, karena seringkali berkat Tuhan pun dimulai dari sesuatu yang biasa. Bahkan kelemahan sekalipun bisa dipakai Tuhan untuk menjadi ladang subur untuk menabur berkatNya.

Kita lihat dalam perumpamaan Talenta. Kepada hamba dengan lima talenta dan dua talenta, Tuhan memberikan jawaban yang sama. "Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu." (Matius 25:21,23). Baik talenta besar maupun kecil keduanya bisa menghasilkan buah. Dan Allah menghargai sama terhadap laba dua talenta dan lima talenta. Artinya disini, Tuhan tidak melihat kuantitas, melainkan kualitas. Dua talenta sekalipun akan sangat dihargai apabila kita melakukannya dengan sepenuh hati. Anda merasa gagal dalam pelayanan jika yang dilayani sedikit atau lambat berbuah? Jangan. Ingat bahwa Tuhan tidak melihat apa yang di depan mata, tapi melihat hati. (1 Samuel 16:7).

Kita lihat bagaimana Yesus melakukan pelayananNya di dunia. Yesus sungguh peduli baik pada jumlah massa yang banyak maupun pada orang per-orang yang datang kepadaNya. Yesus pernah melakukan kotbah di atas bukit dihadapan orang banyak (Matius 5-7). Tapi tidak pernah menutup mata dari pribadi-pribadi yang menjumpaiNya. Bahkan ketika muridNya berkurang, seperti yang kita baca dalam Yohanes 6:66, "Mulai dari waktu itu banyak murid-murid- Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia", hal tersebut tidak mengganggu Yesus dalam menggenapi rencana Allah.

Jika saat ini anda mengalami masa surut dalam pelayanan, tetaplah bersyukur dan tetaplah melayani semaksimal mungkin. Size is nothing; substance is everything. Baik ketika anda melayani Gereja kecil, sekolah minggu, atau melayani hanya satu orang saat ini, layanilah dengan segenap hati. Jika kita setia dalam perkara kecil, Tuhan akan memberikan tanggung jawab dalam perkara yang lebih besar pada waktunya. Tetaplah beri yang terbaik dari diri anda dalam hal-hal kecil, karena bukan kuantitas yang penting, melainkan substansi dan kualitas yang murni berasal dari hati.

Small is much when God's in it
date
1 Timotius 5:4 - Tetapi jikalau seorang janda mempunyai anak atau cucu, hendaknya mereka itu pertama-tama belajar berbakti kepada kaum keluarganya sendiri dan membalas budi orang tua dan nenek mereka, karena itulah yang berkenan kepada Allah.

Amsal 23:22 - Dengarkanlah ayahmu yang memperanakkan engkau, dan janganlah menghina ibumu kalau ia sudah tua.

Seseorang berkisah tentang pengorbanan ibunya. Aku lahir didalam keluarga miskin yang eringkali kekurangan makanan Ibu mengetahui bahwa aku belum kenyang, sehinga ia memindahkan nasinya kepiringku sembari berkata, “Ini untukmu Nak, Ibu tidak lapar.” Padahal aku tahu persis bahwa ibu belum makan, ibu pasti lapar.

Agar aku mendapatkan makanan bergizi, ibu sering memancing. Sepulangnya dari memancing, ia memasak sup ikan yang lezat dan memberikannya kepadaku. Aku memakannya dengan lahap, tetapi aku memperhatikan bahwa ibu mengambil tulang ikan bekas aku makan dan mulai memakan daging ikan yang masih tersisa ditulang tersebut. Aku sedih melihat Ibu. Kemudian dengan sumpitku aku memberikan daging ikan kepadanya, tetapi ia berkata, “Buat kamu saja Nak, Ibu tidak suka ikan.” Ibu berkata begitu meskipun aku tahu bahwa ibu suka ikan.

Ketika aku masuk SMP, biaya yang kuperlukan semakin banyak. Untuk mendapatkan uang tambahan, ibu bekerja menempel kotak korek api. Walau sudah larut malam, aku masih melihat ibu menempel kotak korek api dengan penerangan lilin yang kecil, “Ibu tidak mengantuk?” tanyaku. “Tidurlah Nak, Ibu belum mengantuk,” jawabnya. Padahal aku melihat matanya sudah hampir terpejam karena mengantuk.

Ketika aku menjalani ujian, Ibu cuti dari pekerjaan untuk menemaniku pergi ujian. Walau terik matahari terasa menyengat, Ibu tetap menungguku diluar. Selesai ujian, Ibu memberiku teh manis. Karena aku melihat Ibu kepanasan dan pasti haus, maka aku memberikan gelas berisi teh kepada Ibu, tetapi ia berkata, “Minumlah Nak, Ibu tidak haus.”

Singkat cerita, setelah lulus S1, aku melanjutkan ke S2 dan bekerja di sebuah perusahaan di Amerika. Gajiku cukup besar, sehingga aku bermaksud mengajak Ibu tinggal bersamaku dan menikmati hidup di Amerika. Tetapi Ibu berkata, “Aku tidak terbiasa hidup disana.” Aku tahu Ibu mengatakan itu karena tidak mau merepotkan.

Diusianya yang sudah tua, ibu terkena kanker lambung dan penyakit itu membuatnya tersiksa. Aku pulang dan melihat Ibu terbaring lemah menahan sakit. Ia memandangku dengan tatapan rindu. Aku menangis melihat penderitaan Ibu, tapi ia berkata, “Jangan menangis Nak, Ibu tidak merasa sakit.” Itu adalah ucapan terakhir Ibu sebelum ia menutup matanya dan kembali ke pangkuan Tuhan.

Kisah diatas adalah gambaran kasih dan pengorbanan seorang ibu. Sebagai anak, kasihi, hormati dan balaslah budi baik Ibu kita, karena ia adalah kehendak Tuhan. Renungkanlah sejenak apa yang sudah Anda lakukan bagi Ibu yagn sudah melahirkan dan membesarkan Anda. Jika saat ini Anda sedang mengalami keretakan hubungan dengan Ibu Anda, adakan pemberesan sehingga berkat-berkat Tuhan tidak terhambat.

DOA: Bapa, berkatilah Ibuku yang sudah banyak berkorban bagiku. Berilah dia kesehatan dan sukacita senantiasa. Dalam Nama Tuhan Yesus aku mohon. Amin.

KATA-KATA BIJAK: Kasih Ibu bagaikan matahari yang terus bersinar tanpa mengharapkan balasan.
date
Anak-anak yang tidur dengan lampu menyala beresiko mengidap leukemia.

Para ilmuwan menemukan bahwa tubuh perlu suasana gelap dalam menghasilkan zat kimia pelawan kanker. Bahkan ketika menyalakan lampu toilet, begadang, bepergian melintas zona waktu, lampu-lampu jalanan dapat menghentikan produksi zat melatonin.

Tubuh memerlukan zat kimia untuk mencegah kerusakan DNA dan ketiadaan zat melatonin tersebut akan menghentikan asam lemak menjadi tumor dan mencegah pertumbuhannya.

Prof. Russle Reiter dari Texas University yang memimpin penelitian tersebut mengatakan“Sekali Anda tidur dan tidak mematikan lampu selama 1 menit. Otak Anda segera mendeteksi bahwa lampu menyala seharian dan produksi zat melatonin menurun”.

Jumlah anak-anak pengidap leukimia naik menjadi dua kali lipat dalam kurun 40 tahun terakhir. Sekitar 500 anak muda dibawah 15 tahun didiagnosa menderita penyakit ini pertahun dan sekitar 100 orang meninggal.

Sebuah konferensi tentang anak penderita leukimia diadakan di London menyatakan bahwa orang menderita kanker akibat terlalu lama memakai lampu waktu tidur dimalam hari dibanding dengan yang tidak pernah memakai lampu waktu tidur.

Hal ini menekan produksi melatonin dimana normalnya terjadi antara jam 9 malam s/d jam 8 pagi. Penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa orang-orang yang paling mudah terserang adalah para pekerja shift yang memiliki resiko terkena kanker payudara.

Pada kenyataannya, Orang-orang buta tidak rentan terhadap melatonin memiliki resiko yang lebih rendah mengidap kanker. Maka para orang tua disarankan utk menggunakan bola lampu yang suram berwarna merah atau kuning jika anak-anaknya takut pada kegelapan.
date
Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: Janganlah matahari terbenam, sebelum padam kemarahanmu (Efesus 4:26)

Di buku rekor Guinness 2005, Percy Arrowsmith dan Florence tercatat sebagai suami istri tertua di dunia. Mereka telah menikah selama 80 tahun. Percy berusia 105 tahun, sedangkan istrinya 100 tahun. Namun, keduanya masih saling mencintai. Apa rahasianya? "Sederhana!" kata mereka. "Kami tidak akan pergi tidur sebelum menyelesaikan konflik.

Tidak enak tidur membawa kemarahan. Jika bertengkar, kami berusaha saling mengampuni sebelum larut malam, supaya hari itu bisa ditutup dengan ciuman dan genggaman tangan."

Kemarahan bisa mampir mendadak; ketika kita dicurangi, dituduh bersalah, atau saat melihat ketidakadilan. Mazmur 37 ditulis bagi orang muda yang panas hatinya ketika melihat orang-orang jahat sukses. Mereka berbuat curang (ayat 1), melakukan tipu daya, tetapi hidup lebih berhasil ketimbang dirinya yang hidup lurus (ayat 7).

Kemarahan pun muncul. Jika dipendam, kemarahan ini akan berbuahkan iri hati dan kepahitan. Satu kali ia bakal meledak dan bertindak main hakim sendiri! Maka, pemazmur menasihatinya untuk berhenti marah (ayat 8) dan menyerahkan masalahnya kepada Tuhan (ayat 5). Biarlah Tuhan yang bertindak dan memunculkan keadilan (ayat 10,11). Kemarahan tidak berguna. Jika disimpan, ia bagai sampah yang membusuki hati.

Apakah Anda sedang marah atau kerap marah? Datangnya marah tak bisa dicegah, tetapi bisa diredakan. Ceritakan kekesalan Anda kepada Tuhan, nantikan Dia bertindak, lalu padamkan amarah Anda sebelum mentari terbenam. Jangan biarkan kemarahan mengotori hati, mematahkan semangat, dan mengganggu waktu tidur Anda! --JTI

KEMARAHAN ITU BAGAIKAN KANKER IA HARUS SEGERA DIBABAT SEBELUM MERAMBAT
date
Hidupilah kehidupan Anda hingga Anda mati. Mengapa saya mengungkapkan pernyataan tersebut? Karena banyak orang yang sudah mati walaupun dalam keadaan hidup. Dalam bukunya How to Live 365 Days a Year, Dr.Schindler menyatakan bahwa tiga dari empat orang yang berbaring di rumah sakit di isi oleh orang yang mengidap EII - Emotional Induced Illness (penyakit yang disebabkan oleh emosi). Jadi bisa dibayangkan, 3 dari 4 orang di rumah sakit akan sehat ketika bisa menangani emosinya.

David J. Schwartz, penulis buku Berpikir dan Berjiwa Besar menceritakan tentang temannya seorang pengacara yang mengidap TBC. Pengacara ini tahu bahwa ia harus menjalani hidup yang terbatas dengan banyak aturan, tetapi hal ini tidak pernah menghentikannya menjalankan praktek hukum, menghidupi keluarga yang baik, dan benar-benar menikmati hidup.

Pria itu telah berusia 78 tahun dan mengekspresikan filosofinya dengan kata-kata ini: "Saya akan hidup hingga saya mati, dan saya tidak akan mencampur aduk hidup dan mati. Sementara saya masih ada di muka bumi ini, saya akan terus hidup. Mengapa harus hanya setengah hidup? Setiap menit yang dihabiskan orang untuk khawatir soal kematian sama saja orang itu sudah mati selama satu menit itu."

Anda bisa menjalani kehidupan ini dengan dua cara. Pertama hidup dalam kekuatiran, maka kematian akan semakin cepat menjemput Anda. Kedua hidup dalam ucapan syukur dan optimisme, maka seburuk apapun keadaannya, Tuhan sanggup membuatnya lebih baik dan lebih baik lagi.

Sumber: Berpikir dan Berjiwa Besar; David J. Schwartz; Binarupa Aksara
date
JBlogs- waktu saya OnLine via feisbuuk ternyata ada pemberitahuan masuk di kotak pesan dari Group Gereja Bethel Tabernakel
dimana ada satu forum yang dikirim teman kita klik disini kalau mau lihat forumnya teman kita membuat judul forum dengan pertanyaan "Seperti apa Pelayanan Yang Sejati?? nah sebelum membahasnya saya berterima kasih atas kontribusi
date Senin, 29 Maret 2010
“Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” Wahyu 21:4

Hidup di dunia ini diwarnai air mata yang tak kunjung habis. Air mata senantiasa mengikuti perjalanan hidup manusia sejak ia dilahirkan. Kelahiran bayi pun diawali tangisan dan tetesan air mata, begitu keluar dari rahim ibunya ia sudah mulai menangis. Ini adalah air mata pertamanya saat pertama kali ia melihat dunia. Dan ketika orang meninggalkan dunia ini kembali ditutup dengan linangan air mata dari keluarga, teman dan para sahabat. Sungguh, air mata merupakan bagian kehidupan manusia.

Tetapi, pada saatnya air mata itu akan berhenti mengalir yaitu pada hari yang penuh dengan kemenangan dan kebahagiaan, air mata tak akan lagi terlihat, di mana tak seorang pun sanggup menghapus air mata kita kecuali tangan Tuhan sendiri. Segala kesusahan tidak akan kita alami lagi. Bagi umat Tuhan yang setia sampai garis akhir akan mendapatkan perhentian. Janji firmanNya mengatakan, “Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka.” (Wahyu 7:16-17).

Bagi yang menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat serta mampu menyelesaikan tugas dan panggilanNya di sepanjang hidupnya, tidak akan mengalami air mata lagi, karena mereka akan menerima kehidupan kekal sebagai upah kesetiaan dan ketekunannya memelihara iman. Namun bagi yang menolak Kristus akan mengalami penderitaan abadi, dan air matanya tidak akan pernah berhenti mengalir karena “Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.” (Matius 13:42). Mereka akan menyesal di sepanjang abad. Penyesalan yang benar-benar sudah terlambat, sebab ketika kesempatan dan pintu anugerahNya masih terbuka, begitu saja disia-siakan.

Gunakan waktu yang ada sebaik mungkin, sehingga pada waktunya kelak kita akan beroleh apa yang Dia janjikan!
date
Orang melihat Yesus membuat mujizat. Ia membuat segala-galanya menjadi baik. Apakah kita sudah menjadi seperti Yesus, segala-galanya baik? Sebenarnya kita sudah mulai, ketika kita datang ke gereja dan berdoa kita sudah menjadikan segala-galanya baik. Kita mengungkapkan pikiran-pikiran baik kita pada Tuhan, lewat mengumpulkan kolekte dll. Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka bertakwa, kepada mereka yang berharap akan kasih setiaNya. Ia hendak melepaskan jiwa mereka pada masa kelaparan.

Seorang imam, namanya Yohanes Maria Vianne dari Perancis, yaitu pelindung imam khususnya Praja. Dia selalu setia untuk duduk di ruang pengakuan sampai 12 jam untuk mendengarkan pengakuan dosa. Yohanes Maria Vianne ini juga terkenal karena kotbah-kotbahnya yang mengesankan. Melihat latar belakang pendidikannya, Yohanes Maria Vianne ini dianggap kurang pandai, karena ujian berkali-kali tapi tidak lulus, dan diapun belajar hingga berdarah-darah. Oleh karena itu waktu ditabiskan dipilihlah sebuah tempat desa yang terpencil jauh dari kota . Hal ini dilakukan supaya tidak menanggung malu.

Tetapi anehnya yang datang ke gereja itu para bangsawan, Uskup dan orang-orang penting lain untuk mengaku dosa dan mendengarkan kotbahnya. Kehebatan Yohanes Maria Vianne dari 2 hal yaitu dengan membaca Kitab Suci dan berdoa. Dari situlah bimbingan rohaninya menjadi luar biasa.

Kalau demikian bukan saja Yohanes Maria Vianne, asal kita punya kemauan untuk mendalami Kitab Suci dan berdoa. Kalau kita membaca 1x seminggu mendengarkan Kitab Suci di gereja itu biasa. Apalagi kalau selain hari Minggu membaca Kitab Suci dan berdoa, kita menjadi luar biasa. Kitab Suci itu umurnya 2000 tahun. Ada juga kitab-kitab lain yang dibuat sebelum Yesus yaitu Taurat dan Perjanjian Lama yang telah dibaca oleh Yesus. Oleh firman Tuhan langit telah dijadikan oleh nafas dari mulutNya, diciptakan segala tentaranya. Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi. Dia memberi perintah, maka semuanya ada.

Yesus hebat karena Dia baca Kitab Suci. Kalau Yesus mau buat mukjizat, apa yang Dia lakukan? Dia bersyukur dulu, setelah itu Dia menengadah ke langit, dan berkata “Effata”, artinya: Terbukalah (Mrk 7: 31:37). Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceritakannya kepada siapapun juga. Tetapi makin dilarang mereka, makin luas mereka memberitakannya. Tujuannya supaya orang tidak salah paham, bahwa orang lalu kemudian terlalu memuja Yesus. Orang-orang ingin menjadikanNya Raja. Yesus mewartakan bukan Dia sendiri, yang diwartakan adalah Kerajaan Allah, bukan kehebatanNya.

Apabila kita melihat orang yang membenci kita, kita cukup mendoakan, “Tuhan ampunilah dosanya dan berilah dia pengampunan”.
date
Ada pertanyaan dari temanku Via Facebook (read: Feisbuuk) kurang lebih bunyinya seperti dibawah ini :
“kk numpang naya ^^,,,,,,,, mao nanya gmn sch nguatin Iman tu?? Kdang² Imanku jadi lemah,, ????? Jawabannya Via Pesan Aja katanya..!!! tapi saya mau publikasi aja di blog ini dengan harapan ingin memberkati siapa saja yang mampir dan membaca goresan tangan + keyboard ☺ karena saya mau menerima janji TUHAN dalam

Bilangan 23
23:20 Ketahuilah, aku mendapat perintah untuk memberkati, dan apabila Dia memberkati, maka aku tidak dapat membalikkannya.

Bagaimana kita bisa mengetahui bahwa iman kita mulai lemah atau tidak kuat…beberapa hari yang lalu Saya pernah membaca suatu situs saudara kita dari keturunan Ismail kalau saya boleh kutip kira2 seperti ini bunyinya: : “KUAT atau lemahnya iman seseorang dapat diukur dan diketahui dari perilaku akhlaknya. Karena iman yang kuat mewujudkan akhlak yang baik dan mulia. Sedangkan iman yang lemah mewujudkan akhlak yang jahat dan buruk laku, mudah terkilir pada perbuatan keji yang merugikan dirinya sendiri dan orang lain”
Dari pertanyaan teman kita, jelas bahwa kita perlu atau kita harus memiliki iman yang teguh atau kuat nah sebelum menjelaskan lebih lanjut gimana cara memiliki iman yang kuat,saya terlebih dahulu menjelaskan
Apa itu iman????
Ibrani 11
11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Karena kepercayaan tanpa rasa takut pada Firman Tuhan adalah iman.Sumber:
www.tabitha-arise.org/other/AndadapatMemilikiImanTanpaTakut.pdf
oleh Gloria Copeland

Mengapa kita harus memiliki Iman????? Nah contoh Manfaat dari Iman dalam kehidupan kita yaitu, dalam kitab Roma
Roma 1:17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman." Karena iman adalah jalan yang dirancang oleh Tuhan agar kita jalani dari hari ke hari,menit ke menit.
Nah saya tidak akan menjelaskan Ayat diatas karena sudah jelas mari kita lanjut….bagaimana juga iman kita mau kuat sedangkan kita juga belum mengetahui dan mengerti dari mana asal muasal iman itu??? Mari kit baca ayat dibawah ini:
Roma 10
10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

1. Arahkan Iman kita pada TUHAN
Jelas bahwa Iman kita timbul dari pendengaran akan FIRMAN TUHAN dengan kata lain kita tidak bisa beriman tanpa mendengar suara TUHAN dan TUHAN mengingatkan kita dalam:

I Korintus 2
2:5 supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.dengan kata lain,terus menjaga agar iman tetap hidup di dalam hati anda dengan bergantung pada Tuhan untuk tetap setia pada FirmanNya.

George Muller adalah seseorang yang memiliki iman yang besar. Ia adalah pendiri pelayanan yatim piatu Inggris Raya. Saya ingin menceritakan kepada Anda sedikit tentang dia.
Sebagai mahasiswa Universitas Halle—lulus tahun 1825—Muller lebih tertarik kepada wanita, alkohol dan kesenangan duniawi daripada studinya. Ketertarikannya terhadap kekristenan hampir-hampir tidak ada. Namun Allah bekerja di dalam kehidupan Muller sehingga ia mulai memikirkan tentang janji-janji iman dari Yesus yang terdapat di dalam Injil. “Apakah Yesus sungguh-sungguh dengan apa yang dikatakan-Nya tentang “meminta”? tanya Muller di dalam hatinya.
Suatu hari ketika ia duduk di ruangannya, sambil memandang keluar sampai ke laut, Muller memikirkan tentang orang-orang yang dikenalnya yang mengalami rasa takut akan hidup ini atau bahkan takut menerima tantangan pekerjaan yang dapat mengubah kehidupan.
Ketika ia tengah memikirkan janji-janji iman dari Yesus dan orang-orang yang hidupnya hampa dan membosankan, ia melihat dua orang anak perempuan yatim piatu sedang berjalan di atas kerikil jalanan, tidak ada seorang pun mempedulikan mereka. Ayah mereka meninggalkan mereka merantau dengan kapalnya ke Magellan Straits dan dua minggu kemudian ibu mereka meninggal karena tuberkolosa. Muller mengenal kedua gadis berusia sebelas dan tiga belas tahun ini, dan ia tahu bahwa mereka masih mempunyai tiga adik di rumah yang berusaha mereka pelihara. “Apa yang akan terjadi pada mereka?” tanya Muller.
Muller melihat sebuah Alkitab terbuka dan tergeletak di atas meja di sebelahnya. Tiba-tiba Tuhan berbicara kepada Muller melalui satu ayat Alkitab, “Bukalah mulutmu lebar-lebar, maka Aku akan membuatnya penuh” (Mzm 81:11). Sambil menundukkan kepalanya, Muller berkata kepada Tuhan bahwa ia sedang membuka mulutnya untuk meminta bimbingan-Nya, dan saat itu ia berjanji untuk melakukan apa yang Tuhan kehendaki.
Tahun 1830 ia menikahi Mary Groves dan mereka memutuskan untuk meninggalkan semua harta duniawi dan bergantung pada Allah saja untuk setiap kebutuhan hidup mereka. Mereka membagi-bagikan harta milik mereka tanpa memberitahukan seorang pun mengapa mereka melakukan hal itu.
Muller membuka panti asuhannya yang pertama pada tanggal 21 April 1836, di sebuah gedung sewaan. Beberapa hari kemudian, mereka mendapatkan empat puluh tiga anak untuk diasuh. Salah satu komitmen yang dibuat oleh Muller dan para pekerjanya kepada Allah adalah ini: Mereka tidak akan pernah menggalang dana, tidak akan pernah berutang, dan kondisi keuangan mereka akan selalu diaudit setiap tahunnya.
Melalui doa yang terus-menerus untuk berkat Allah dan bergantung pada-Nya untuk menyediakan berkat-berkat itu, pelayanan Muller berkembang sangat pesat. Dimulai dengan empat puluh tiga anak di sebuah gedung sewaan, mereka akhirnya memiliki lima gedung baru, 110 pekerja dan 2.050 anak yatim piatu.
Sebelum Muller membuka gedung pertama yang disewanya bagi anak-anak yatim, ia berkata kepada Bapanya di surga bahwa usaha yang dilakukannya itu akan dinilai gagal apabila seorang anak di panti asuhannya melewati satu hari tanpa makanan.
Allah memberkati dengan luar biasa. Anak-anak di situ tidak mendapatkan asuhan secara minimal, melainkan maksimal: masing-masing memperoleh tiga pasang sepatu, tiga setel kemeja untuk anak laki-laki, dan lima baju untuk anak perempuan. Juga, meja-meja selalu dilapisi taplak berwarna putih untuk makan malam bersama dan jika sedang musimnya, bunga-bunga di atas meja selalu tersedia.
Selama lebih dari enam puluh tahun, sebagaimana dicatat oleh George Muller di dalam “jurnal”nya, secara ajaib Allah memberkati iman George dan May. Itu merupakan kesaksian yang sangat kuat tentang bagaimana Allah menyediakan kecukupan bagi umat-Nya. Ketika Muller berusia tujuh puluh tahun, ia mulai berkeliling membagikan berkat Allah di dalam pelayanannya kepada orang-orang percaya di empat puluh dua negara.
Kehidupan George Muller adalah suatu kesaksian yang tak dapat dibantah tentang anugerah iman yang membawa kepada berkat.1 Ia menjadi suatu model modern dari orang kudus sebagaimana model-model di jaman lampau yang dicatat di dalam Alkitab. Ia adalah tipe manusia yang jarang di jamannya, yang secara aktif mempercayai Allah setiap hari. Dan memang, banyak orang menyebutnya sebagai “manusia yang penuh iman”.
Pertanyaannya, dari mana iman George Muller itu datang? Bagaimana kita dapat membangun iman yang besar seperti itu? Barangkali Muller memang memiliki karunia iman yang khusus (1 Kor 12:9), tetapi biar bagaimanapun, kita semua perlu bertumbuh di dalam iman. Jelas bahwa imannya bertumbuh dari kebutuhan, tetapi faktor apa yang membentuknya sedemikian kuat? Tak diragukan lagi imannya dimulai dan dipelihara melalui banyak doa dan pengalaman, tetapi bentuk akhir dari imannya pasti keluar dari perenungannya akan firman Tuhan.
Rajin membaca FIRMAN TUHAN, renungan2 harian dan majalah2 rohani untuk membangkitkan iman percaya kita kepada YESUS Kristus..
2. Iman Yang Kuat Harus Melewati Ujian Yang Berat
Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa,Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia tahu tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya sudah kira-kira seratus tahun dan bahwa rahim Sara sudah tertutup (Roma 4:18-19)
Pada suatu hari, George Mueller didatangi seorang yang bertanya kepadanya bagaimana caranya untuk memperoleh sebuah iman yang kuat.
“Satu-satunya jalan,” kata George, seorang hamba Tuhan yang dikenal sebagai teguh dalam beriman., “Untuk memperoleh iman yang kuat, seseorang harus mengalami ujian yang sangat berat”
Iman yang melewati ujian di ilustrasikan seperti kesakitan seorang ibu yang akan melahirkan”.
Seorang ibu yang akan melahirkan mengalami kesakitan yang luar biasa hebat, tetapi bila ia bertahan sampai ia mendengar suara tangis bayi yang baru lahir, berakhirlah seluruh penderitaannya. Ia mengerahkan segala usaha dan tenaganya mungkin juga merasa kekuatannya yang terakhir bahkan ia berada dalam batas antara hidup dan mati tetapi ia melakukannya demi anak yang dikandungnya. Iman yang dikandungnya telah matang dan cukup waktu untuk dilahirkan, sehingga pada saat ia melihat jabang bayinya sudah keluar ia boleh melihat iman yang dipunyainya telah menjadi kenyataan dalam hidupnya. Semua kesengsaraan dan kesakitannya telah berakhir dan tidak terasa lagi, yang tinggal adalah kebahagiaan dan semuanya berakhir begitu baik.
Dari point 2 ini kita bisa ambil kesimpulan bahwa setelah kita mendengar FIRMAN TUHAN, kita harus melakukannya dalam kehidupan sehari-hari, dimana dalam kita melakukan FIRMAN TUHAN itu tidak gampang dan banyak tantangan.Nah tantangan itulah yang harus kita lewati dan hadapi sehingga akan memunculkan Iman yang kuat seperti dalam

I Petrus 11:7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu -- yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api -- sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.


Mungkin Cuma ini yang bisa saya bagikan dan semoga bisa memberkati kita semua dan terlebih bisa memberikan jawaban atas pertanyaan Temanku yang baik

Akhir kata
Filipi 4
4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.



date Minggu, 28 Maret 2010

Kenalan yah teman-teman

Foto saya
Palu, Sulawesi-Tengah, Indonesia
Keingintahuan akan pengetahuan