Tampilkan postingan dengan label iman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iman. Tampilkan semua postingan



JBlogs---Siapa yang tidak mengenal tokoh yang satu ini. Tentu sebagai pengikut Kristus tokoh ini merupakan tokoh legenda. Mengapa demikian? karena satu-satunya manusia pertama pembuat kapal besar adalah Nabi Nuh bahkan sebelum Titanic dibuat, Nuh sudah terlebih dahulu membuatnya. Meskipun peralatan pada zaman itu tidak secanggih dengan zaman sekarang. Tentu jika pekerjaan membuat kapal besar di zaman sekarang tidak sesulit yang
dialami oleh Nuh, meskipun peralatan nabi Nuh terbatas, namun dia memiliki ALLAH yang tidak terbatas.
date Rabu, 12 Agustus 2015

JBLogs---Artikel ini sebenarnya sudah dipostingan di blog lama (johnlock49.blogspot.com),  tetapi karena blog tersebut sudah lama tidak aktif sehingga dicopas ke Jblog. Tentu artikel ini memiliki latar belakang tersendiri baik dari segi manfaat, khusus buat penulis maupun masyarakat luas pada umumnya. Karena akhir zaman ini kekristenan kita sering diserang bahkan tidak sedikit yang menjadi dari percaya kepada Kristus beralih kepada kepercayaan takhayul dan kepercayaan yang lainnya.

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang pembahasan mengenai judul diatas sebaiknya kita baca dulu

Yoh 1 :1 disitu dikatakan bahwa ALLAH adalah FIRMAN dan siapa yang menyangkal FIRMAN secara langsung Dia menyagkal ALLAH.

sebelum Anda membaca terlebih jauh saya akan memberitahu saudara/sdri bahwa saya bukanlah seorang Pendeta/Gembala saya hanyalah seorang mahasiswa yang penuh keterbatasan dan ketidak sempurnaan tapi saya bersyukur ALLAH yang sempurna menghargai hidup kita mengapa kita tidak sebaliknya ?
date Senin, 27 Juli 2015

 JBlogs---Sebenarnya penulis sementara menulis Artikel mengenai Lukman Sardi yang menjadi pengikut Kristus, tetapi artikel tersebut belum selesai dituliskan, dikarenakan penulis disibukan dengan berbagai pekerjaan pekerjaan rutinitas, sehingga artikel-artikel tersebut belum terselesaikan. 

Namun sebelum menyelesaikan artikel tersebut, penulis sempat tertarik sebuah informasi yang netizen share di facebook, tentang seorang yang bernama Zakir Naik Pendakwa kelahiran India dengan nama Lengkap Zakir Abdul Karim Naik yang merupakan Dokter Medis dan bersama  gurunya yang memberikan inspirasi menjadi pendakwa yaitu Ahmed Deedat. Penulis  sangat kagum akan kedua cedekiawan Muslim ini karena memiliki tingkat kecerdasan yang luar biasa karena semua kitab-kitab Suci dari berbagai agama dihafalnya bahkan sampai detilnya ayat-ayat dari kitab tersebut. sampai-sampai melalui kepintaranya ini menjadi pendebat terhebat, mengapa demikian karena lewat debat banyak toko-toko agama yang dikalahkannya. Tapi saya lebih bangga dan hebat lagi, mengenai tokoh sepanjang masa yaitu Tuhan Yesus, dimana rela menebus dosa manusia dan mengajarkan kebenaran lewat jalan menyerahkan nyawa-Nya, demi dosa manusia bukan lewat debat, kekerasan dan kebencian tapi lewat Kasih. Kasih tidak mengajarkan yang namanya perdebatan,  yang hanya mempertontonkan dan menonjolkan kelebihan, kepintaran dan pembenaran diri sendiri tetapi lebih memojokan dan melecehkan kelemahan orang lain. Yang saya sangat tertarik yaitu dr. Zakir Naik mengirim surat ke vatikan untuk berdebat langsung dengan Paus selaku pemimpin tertinggi Gereja katolik Roma. Saya merasa kwatir juga jangan sampai dr. Zakir Abdul Karim Naik, akan mengirim surat ke Surga debat dengan Tuhan Yesus. Tapi nanti debat tersebut pasti terjadi karena Yesus akan menghakimi  semua orang didunia ini, tanpa terkecuali dr.Zakir Naik
Saya sangat kagum juga sosok cendekiawan Muslim Indonesia yaitu Kernas Abubakar Masyhur  Yusuf Roni, atau  lebih dikenal dengan KAM Yusuf Roni, meskipun seorang yang cerdas tapi tahu cara mengolah kepintarannya itu. Bagaimana beliau menjadi penginjil  hebat tetapi tidak sampai mengirim surat dan menantang otoritas agama tertentu. Karena prinsip debat hanya mencari siapa yang pintar dan benar menurut pembenaran manusia padahal tolak ukur kebenaran adalah sejatihnya melakukan Firman Tuhan.
Saya tidak akan mengecam dan menghakimi dr Zakir Naik, karena penulis juga memiliki kekurangan, karena sejatinya kesempuranaan dan penghakiman adalah Milik Tuhan Yesus. Penulis disini hanya mencoba mengupas apa yang menjadi perdebatan antara Umat Muslim dan Kristen di setiap artikel yang bernuasa SARA, seperti yang penulis baca di facebook dengan judul JIKA YESUS TUHAN, MAKA ADAM ADALAH TUHAN YANG LEBIH HEBAT LAGI. Penulis tertarik bukan pada judulnya tapi pada komentar-komentar pedas yang dilontarkan oleh orang-orang yang mengaku memiliki Agama, tetapi dilihat dari segi bahasa dan cara berkomentar jelas-jelas seperti manusia tidak memiliki agama,  aklak dan etika.
Ada beberapa komentar yang  penulis ingin jawab, dan jelaskan agar menjadi seseuatu informasi yang edukatif sehingga berguna bagi banyak orang, bukan sebagai komentar yang menjelekan agama tertentu bahkan mengudang kontroversi yang berkepanjangan. Ijinkan penulis membahas sesuai Iman dan keyakinan Penulis yaitu Iman Kristus atau pengikut kristus. Penulis bukanlah seorang Gembala ataupun pendeta bahkan juga bukan toko agama, tetapi penulis memilliki tanggung jawab iman untuk berusaha mencoba menjelaskan sesuai dengan kemampuan dan cara berfikir yang terbatas ini. Adapun komentar yang penulis rangkum lewat artikel ini adalah sebagai berikut:

1.       Pindah keyakinan

Banyak yang berpindah keyakinan dari Agama Kristen ke Agama yang dianut dr.Zakir Naik, baik lewat Hidayah maupun lewat dakwa dr Zakir Naik, yang dibaca maupun di tonton lewat Internet. Banyak yang mengaku sebelumnya beragama Kristen dan kemudian berpindah agama, dengan rasa syukur dan bangga bahwa seolah-olah agama kristen merupakan agama kebohongan karena menurut mereka Alkitab direvisi, diubah dan diedit sehingga isi Alkitab palsu. Saya tidak merasa keberatan mereka berpindah dari Agama Kristen ke agama lainnya, tetapi menurut penulis justru kepindahan mereka karena berlatar belakang memiliki iman dan mental kerupuk yang mendalami kekristenan hanya berlandaskan logika dan pengetahuan, padahal kita tahu bersama bahwa pemikiran dan otak manusia itu terbatas. Justru yang penulis sesalkan adalah setelah berpindah, orang-orang tersebut menjelekkan agama sebelumnya. Mengapa mereka berpindah keyakinan? Pertama, kondisi tersebut jelas-jelas sudah di Firmankan Oleh Yesus lewat Tulisan Injil Matius 22:14 “Sebab banyak yang dipanggil (termasuk orang-orang yang sebelumnya beragama Kristen), tetapi sedikit yang dipilh”. Kemudian injil Matius 7:14 “Karena Sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya. Jadi jelas berpindahnya keyakinan tersebut sudah jelas dan dijelaskan dalam Firman Tuhan, sehingga  bukanlah sebuah hal yang mengejutkan. Tetapi jika kita masih dalam kasih  dan anugerah-Nya, mari perkuat Iman dan keyakinan kita hanya kepada Yesus, melalui belajar lebih dalam akan kebenaran-Nya bukan kebenaran manusia. Harusnya lewat komentar-komentar tersebut iman kita tidak akan goyah,  justru membuat iman semakin kokoh,  serta termotivasi dalam mempertahankan kualitas iman percaya kita. Kedua, pemahaman dan konsep iman hanya terbatas di pemikiran saja (Logika),  jika tidak sesuai dengan logika berarti hal demikian tidak benar atau diistilahkan dengan agama kafir. Padahal jika konsep iman = logika, maka pastilah mereka meninggalkan agama karena logika tidak bisa menjangkau Iman. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1). Karena iman bertolak belakang dengan Logika, tetapi proses Iman tentu menggunakan Logika, namun karena Logika kita memiliki keterbatasan, maka melalui iman yang benar mampu menyelami setiap apa yang tidak bisa dijangkau oleh logika manusia. Ketiga, jika seuatu agama tertentu dengan gampang dan mudahnya dijangkau dan dipahami  oleh logika dan pengetahuan manusia,  penulis  terlalu yakin  berkata bahwa agama tersebut adalah agama yang dibuat oleh manusia yang berkonsepkan logika, penalaran dan pengetahuan semata. Kekristenan sangat unik karena dalam mendalami Firman Tuhan bukan berfokus pada kecerdasan saja tetapi melalui karunia Roh Kudus.

2.       Ketritunggalan Allah

Banyak dari para netizen yang tidak mengerti bahkan tidak sedikit dari pengikut  kristus juga merasa salah dalam menjelaskan hal ini,  dimana ada yang mengatakan bahwa Allah menyamar menjadi manusia, mungkin contoh tersebut untuk menyederhanakan pola pikir kaum awam sehingga mudah dimengerti, tetapi kata penyamaran tersebut justru lebih berkonotasi bahwa Allah menyamar seolah-olah, mengaku-ngaku, menjadi  Yesus, Justru Yesus bukan menyamar tapi  menekankan, menegskan  dan menyatahkan sejati-Nya sebagai ALLAH. Ketritunggalan ALLAH itu bukan seperti soal matematika yang hanya menggunakan rumus. ALLAH+YESUS+ROH KUDUS = 3 oknum, itulah logika manusia. Penulis mencoba memberikan contoh sederhana , ALLAH  Yesus  Roh Kudus , artinya disatu garis yang sama, bukan terpisahkan seperti penjelasan rumus matematika atau pemahaman logika manusia. Ingat Allah yang menciptakan Matematika dan memberikan pengetahuan akan rumus-rumus kepada manusia bukan manusia yang merumuskan ALLAH itu seperti apa. Ketritunggalan ALLAH tidak bisa dipahami serta diselami oleh Iman dan keyakinan kerupuk. Komentar-komentar netizen karena banyak, hanya mengambil ayat-ayat Firman Tuhan sepenggal-sepenggal bukan secara komprehensif. Pada waktu penciptaan Lihat Kejadian 1:26-27 , Ayat 27 “ Maka ALLAH menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar ALLLAH diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Konsep ALLAH bisa secara awam saya jelaskan seperti manusia dimana terdiri dari  Tubuh (banyak anggota tubuh), Jiwa dan Roh, tetapi ketika kita berjalan apakah orang-orang memanggil “Hai kamu Jiwa atau hai kamu  Roh atau hai Tubuh? Pastinya orang akan memanggil nama kita atau panggilan kita.  Tuhan itu esensi-Nya Tunggal tetapi “orang-orang” (banyak orang) dari berbagai golongan yang berbeda menyebutnya dengan nama yang berbeda pulah : Alloh-ALLAH,Yehova,Yahwe dan lain-lain, tetapi itu tidak mengubah esensi-Nya. Tetapi bilah ada yang menyatakan bahwa Tuhan itu banyak (siapa oknum yang mengatakan tersebut?) maka itu berlawanan dengan esensi-Nya Tuhan itu adalah Esa/Satu/Tunggal. Itulah pemahaman dari penulis

Sahabat Jblogs Bisa dilihat juga referensi  Klik disini

Pada akhirnya penulis merasa bahwa banyak hal yang tidak bisa dipikirkan dan dijangkau oleh logika tapi itu bisa dijangkau Oleh Iman, karena apa yang tidak pernah terpecahkan oleh matematika dijawab oleh Logika. Apa yang tidak dipecahkan oleh Logika dijawab oleh filsafat tetapi apa yang tidak terselami oleh filsafat dipahami melalui  Iman.

3.       Agama kristen di Indonesia hasil dari bangsa penjajah

Wah penulis cukup tercengang dengan salah satu komentar tersebut, memang jika dicermati dari sejarah bangsa indonesia, bawah memang benar bangsa kita di jajah oleh beberapa bangsa eropa seperti Belanda, Inggris, Jepang, Portugis dan lain-lain, yang memang memiliki Visi dan Misi yaitu 3G ( Gold, Glory, Gospel) . Jika sahabat Jblogs tidak tahu istilah 3G tersebut, mohon kembali lagi ke bangku sekolah hehehe. Penulis sangat paham jelas istilah tersebut karena salah satu pelajaran yang penulis sukai adalah sejarah karena mengandung cerita yang enak didengar (pemahaman waktu sekolah dulu). Gold disini adalah mencari sumber kekayaan rempah-rempah, emas dan hasil bumi yang ada dinegara atau benua lain, tentu untuk kepentingan kekayaan negara penjajah.  Glory adalah mencari kemenangan atau ketenaran nama, pengakuan dan keagungan negara penjajah. Maka tidak heran kenapa bahasa inggris digunakan sebagai  bahasa internasional karena salah satu faktor adalah Inggris merupakan negara penjajah terbesar, yang memiliki daerah jajahan yang sangat banyak sehingga tidak jarang ketika negara tersebut sudah merdeka dari Inggris, tetapi bahasanya melekat pada masyarakat negara bekas jajahannya. Contoh indonesia banyak presiden dan masyarakat zaman kemerdekaan mengerti danfasih berbahasa Belanda,Jepang serta Portugis.sementara Gospel adalah Misi menyebarkan agama Kristen ke bekas daerah atau negara jajahan. Tetapi saya tidak sependapat bahwa Agama Kristen di Indonesia hasil dari paksaaan dan kekerasan yang berdampak pada sikap masuk suatu agama melalui paksaan dan pedang atau sitilah kasarnya pemaksaan. Penulis yakin jika Misi yang di emban bangsa penjajah yaitu GOLD dan GLORY pasti melalui peperangan karena mencari kemenangan secara fisik.  zaman dahulu adalah perang pasti terjadi jika suatu bangsa jajahan menolak untuk dijajah. Tetapi jika agama kristen di Indonesia  diakui merupakan hasil dari paksaan saya kira itu keliru komentar-komentar tersebut,  karena Justru KASIHlah yang menjadi entri point bagi penyebaran agama kristen bukan lewat pedang dan perang. Hanya saja bangsa eropa yang menjajah Bangsa Indonesia beragama Kristen sehingga mereka menular-kan agama mereka ke penduduk lokal bagaimana jika kejadiannya adalah bangsa Arab yang menjajah?. sama halnya seperti bahasa yang saya jelaskan diatas. Perlu diketahui bersama bahwa ketika perjuangan mengusir penjajah semua elemen bangsa sama-sama berjuang,  tidak memandang suku, bahasa, ras, etnis  maupun agama. Meskipun sebagian penduduk indonesia adalah bergama kristen lewat misionaris atau penginjil penginjil eropa yang dibawah oleh bangsa penjajah, toh tetap saja sebagai anak bangsa, meskipun agama sama dengan bangsa penjajah, mereka juga tidak suka dijajah sehingga  tetap sepenanggungan dalam memperjuangkan kemerdekaan NKRI. Jadi Umat Kristen yang ada di Indonesia adalah merupakan orang Indonesia yang beragama kristen bukan orang kristen yang ada di Indonesia , sehingga itu yang menjadi pembeda kenapa pengikut kristus di Indonesia selalu bernegara berlandaskan pancasila bukan berlandaskan agama.

4.       Mengatakan Kristen adalah Agama orang  Kafir

Nah jika agama yang notabene katanya mulia namun pengikut-pengikutnya melalui salinan bahkan copyan ayat-ayat kitab suci yang  mengatakan pengikut Kristus adalah kafir perlu dipertanyakan. Apakah agamanya yang salah ataupun pengikutnya? Penulis juga perlu meluruskan arti dan pemahaman kata Kafir. Kafir menurut pemahawan orang awan adalah orang yang tidak memiliki tuhan dan mengingkari, menolak kebenaran, tidak percaya akan kebenaran, serta mengingkari kebenaran. Padahal poin dari pengertian kafir sendiri  tidak ada melekat pada pengikut Kristus. Mengapa demikian,  justru orang Kristen memiliki Tuhan yang disembah melalui Yesus Kristus, justru Kristen tahu kebenaran melalui Yesus, yang sejati-Nya adalah kebenaran itu sendiri.Kristen bukan kafir dan Kekristenan juga bukan agama, tetapi Cara/Karakter Hidup manusia yang sama seperti karekater Tuhan Yesus. Maka jika kata itu coba ditujukan buat pengikut kristus berarti orang tersebut memang tidak mengerti agamanya dan tidak paham sama sekali tentang kitab sucinya. Justru saya sangat apresiasi pengikut Kristus menyebut  “saudara” kepada para Netizen yang beragama diluar agama Kristen. Justru itulah yang menjadikan Kekistrenan mulia dilihat dari cara-cara mereka hidup sehingga menjadi pembeda antara kafir dan orang yang beragama adalah nilai dan cara hidupnya.

Untuk melihat penjelasan lebih terperinci mohon Klik disini

untuk sahabat JBLogs sebagai bahan perbandingan atau sudut pandang mengapa saudara-saudara kita menyebut kita kafir.

5.       Jika Yesus Tuhan, mengapa dia mengajak umat untuk menyembah Allah

Banyak kutipan ayat-ayat Alkitab yang menunjukan atau menegaskan bahwa Yesus bersabda kepada bangsa Israel, mengajak menyembah ALLAH, baik lewat Kehidupan Yesus yang selalu menyembah dan berdoa kepada ALLAH. Seperti pada injil Matius 4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: “enyalah, iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti. Jika kita pahami bukan sebagai orang yang percaya dan beriman kepada Yesus, ayat-ayat diatas  seolah-olah Yesus bukan ALLAH karena Yesus sendiri memerintahkan Iblis untuk menyembah ALLAH sehingga ayat ini dijadikan patokan saudara-saudara kita,  bahwa ada tiga pribadi disini yaitu Yesus, ALLAH dan Iblis. Padahal pemahaman disini ialah Yesus memberikan teladan dan contoh bahwa iblis sekalipun, harus menyembah Tuhan ALLAH. Bahkan di Ayat ini memperjelas bahwa jika melawan Iblis Gunakanlah Firman Tuhan. Yesus adalah firman mengajarkan kepada pengikut-Nya untuk berpegang sesuai kebenaran Firman Tuhan. Mengapa Yesus mengajak kita menyembah ALLAH karena Yesus saat didunia pada zaman itu betul-betul ALLAH yang berinkarnasi lewat Yesus. Contoh Ilustrasi : Apakah bisa seorang dalam keadaan mabuk mengarahkan atau menunjukan  jalan kepada orang yang waras? Tentu tidak justru sebaliknya orang  waraslah yang mestinya mengarahkan jalan kepada orang mabuk tersebut.

6.       Menyangkal bahwa Yesus bukanlah ALLAH

Banyak netizen mempertanyakan bahkan menantang pengikut kristus untuk menyebutkan  Ayat yang mengatakan bahwa Yesus adalah Allah dan mereka berharap bahwa pernyataan bahwa Yesus adalah ALLAH atau Tuhan  itu keluar dari Mulut Yesus bukan dari pengakuan para rasul atau orang-orang di zaman itu. Sebenarnya penolakan bahwa Yesus bukanlah ALLAH sudah dialami oleh Yesus sendirisampai berakhir di tiang salib. Bahkan salah satu murid-Nya menyangkal-Nya (Petrus saat itu belum kepenuhan Roh Kudus),  padahal simon petrus adalah salah satu murid terdekat Yesus. Bahkan Salah seorang murid lainnya rela menjual Yesus demi sekeping emas. Tetapi penulis harus menjawab. Yohanes 9:1-41 dengan judul perikop Firman Tuhan Orang yang buta sejak lahirnya.  Pada ayat 36 Jawabnya (orang buta): “Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya.”  37 kata Yesus kepadanya (orang buta): “Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!” 38 Katanya (orang buta): “Aku percaya,Tuhan!” Lalu ia sujud menyembah-Nya. Lebih tegas dikatakan oleh injil Matius. Yesus mendekati mereka dan berkata:”Kepada-Ku (Yesus) telah diberikan segala (semua) kuasa disorga dan di bumi ( Matius 28: 18) . Tetapi pada ayat sebelumnya ada beberapa orang ragu-ragu dan saya percaya, keraguan ini karena faktor iman kerupuk. Netizen yang mempertanyakan hal ini pun ragu-ragu bahkan menyangkal bahwa Yesus adalah ALLAH. Ayat tadi diatas sebenarnya bisa membuat netizen yang mempertanyakan  siiapakah Yesus itu? Sampai-sampai semua kuasa di surga dan di bumi diberikan kepada-Nya?.  Yesus adalah NABI BESAR, IMAM BESAR, DAN RAJA SEMESTA ALAM, TERPUJILAH YESUS JURUSELAMAT KITA. HALELUYAH HOSANA BAGI ALLAH KITA.

Bersambung ke Part 2


Artikel yang sama 

1.FAKTA MENGEJUTKAN APAKAH ALKITAB ITU FIRMAN TUHAN ATAU BUKAN  

2. FAKTA AHOK   

3. INI JAWABANNYA APA YANG DICARI LUKMAN SARDI KETIKA BERPINDAH KEYAKINAN
date Selasa, 14 Juli 2015
JBlogs---Ini adalah cerita yang diambil dari percakapan antara Tukang cukur dan Pelanggannya. Cerita ini biarlah menjadi sebuah motivasi iman kita agar lebih lagi mengandalkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan ini. Jangan nanti pada saat ketika kita mengalami hal atau suatu kondisi seperti pada cerita antara tukang cukur dan pelanggan-nya  dibawah ini.

Disebuah salon terkenal terdengarlah sebuah percakapan yang menarik;
 
Si tukang cukur bilang, "Saya tidak percaya Allah itu ada."
"Kenapa kamu berkata begitu?" timpal si customer.
"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan...
Untuk menyadari bahwa Allah itu tidak ada.
Katakan kepadaku, jika Allah itu ada, Adakah yang sakit?
Adakah anak terlantar?
Jika Allah ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan.
Saya tidak dapat membayangkan Allah Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi....
Si customer diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.
Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si customer pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.
Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar, gimbal, kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.
Si customer balik ke tempat tukang cukur dan berkata, "Kamu tahu, sebenarnya Tidak Ada Tukang Cukur."
Si tukang cukur tidak terima, "Kamu kok bisa bilang begitu?"
"Saya di sini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!"
"Tidak!" elak si customer.
"Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana", Si customer menambahkan.
"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!" Sanggah si tukang cukur.
"Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri.
"Cocok!" kata si customer menyetujui. "Itulah point utama-nya! Sama dengan Allah, Allah Itu Juga Ada! Tapi apa yang terjadi...
Orang-orang Tidak Mau Datang kepada-Nya, dan Tidak Mau Mencari-Nya.
Oleh karena itu, banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini."
Si tukang cukur terbengong!

Salam JBlogs
date Sabtu, 11 Juli 2015
A woman who had been subjected to bleeding for twelve years came up behind Jesus and touched the edge of his cloak. She said to herself, “If I only touch his cloak, I will be healed.” Jesus turned and saw her. “Take heart daughter,” he said, “your faith has healed you.” And the woman was healed from that moment.
- Matthew 9:20-22

Pulitzer Prize-winning author Laura E.Richards often wrote stories exploring man’s capacity for tenderness toward those around him. One such story, “The Hill,” tells of a small boy, discouraged and doubtful that he could ever make it to the top of a large hill. His older and wiser sister tricks him into playing a game in which the two match footprints to see whose is the best. After a while the boy looks up in disbelief.

“Why,” he said, “we are at the top of the hill!”
“Dear me!” said his sister. “So we are!”

Confronted by life’s problems, it often seems easier to despair. Instead of putting one foot in font of the other, confident we can make the climb, we remain stuck at the bottom. Faith is not complacent; faith is a potent mixture of belief and action. It is the big sister advising us to move our feet. When the darkness of despair descends over you, turn to the night-light of faith in possibilities greater than yourself. God has given us the gift to help us on our path to the top of the hill.

Food for thought.
Every tomorrow has two handles. I can take hold of it by the handle of worry, or the handle of faith. Which will I choose?
date Senin, 19 April 2010
Damai sejahtera berbicara mengenai Tuhan tinggal dan berbicara dalam hidup kita.

Kolose 3:15
"Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. "

Dalam kehidupan kita di dunia ini pasti pernah merasakan yang namanya ketakutan. Ketakutan tidak mempunyai pasangan hidup, ketakutan dalam hal keuangan, ketakutan akan kegelapan, ketakutan tidak bisa menjadi orang tua yang baik, dan ketakutan-ketakutan hidup lainnya. Pernahkah kita secara sungguh-sungguh mencari jawaban, ‘mengapa saya menjadi takut?'

Paulus adalah salah seorang rasul yang dikenang sampai sekarang ini sebagai rasul yang menulis banyak kitab di dalam perjanjian baru. Dalam satu tulisannya kepada jemaat Kolose, ia mengingatkan jemaat di kota tersebut untuk memelihara damai sejahtera Kristus yang tinggal di dalam hidup mereka.

Paulus sadar bahwa bila damai sejahtera itu hilang maka iman jemaat Kolose akan gampang digoyahkan oleh Iblis. Mereka akan mudah menjadi takut. Begitupun sebenarnya dengan hidup orang-orang Kristen saat ini.

Orang-orang Kristen yang hidup di bumi ini sebenarnya tidak perlu takut akan hal apapun apabila damai sejahtera itu tinggal dalam hidup mereka. Damai sejahtera berbicara mengenai Tuhan tinggal dan berbicara dalam hidup kita. Namun, mengapa kita masih takut? Jawabannya adalah karena kita membiarkan Iblis berbicara dalam hidup kita.

Iblis itu licik dan tahu kelemahan manusia. Ia menggunakan hal-hal nyata untuk menakut-nakuti manusia hingga kehilangan damai sejahtera. Ketika kehilangan damai sejahtera, ketakutan itulah yang tinggal dan menyelimuti hidup manusia.

Oleh karena itu, mulailah Anda menutup telinga atas bisikan-bisikan si jahat dan mulai mendengar suara Tuhan yang memberi kekuatan untuk menjalani hari-hari ke depan di bumi ini.

Ketakutan adalah ciri orang yang menomorduakan suara Tuhan, dan lebih mendengarkan suara si jahat

"Apapun juga yang kamu lakukan, perbuatlah semuanya itu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia."
date Kamis, 08 April 2010
“PenyertaanMu sempurna, rancanganMu penuh damai, aman dan sejahtera walau ditengah badai…”

Pagi itu klinik sangat sibuk. Sekitar jam 9:30 seorang pria berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu-jarinya. Aku menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk, mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi.

Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya. Aku merasa kasihan. Jadi ketika sedang luang aku sempatkan untuk memeriksa lukanya, dan nampaknya cukup baik dan kering, tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru. Pekerjaan yang tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter, aku putuskan untuk melakukannya sendiri..

Sambil menangani lukanya, aku bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak terburu-buru. Lelaki tua itu menjawab tidak, dia hendak ke rumah jompo untu makan siang bersama istrinya, seperti yang dilakukannya sehari-hari. Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di sana sejak beberapa waktu dan istrinya mengidap penyakit Alzheimer.

Lalu kutanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat. Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mengenalinya sejak 5 tahun terakhir. Aku sangat terkejut dan berkata, ?Dan Bapak masih pergi ke sana setiap hari walaupun istri Bapak tidak kenal lagi?? Dia tersenyum ketika tangannya menepuk tanganku sambil berkata, ?Dia memang tidak mengenali saya, tapi saya masih mengenali dia, kan?

Aku terus menahan air mata sampai kakek itu pergi, tanganku masih tetap merinding. Cinta kasih seperti itulah yang aku mau dalam hidupku?

Cinta sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantis. Cinta sejati adalah menerima apa adanya yang terjadi saat ini, yang sudah terjadi, yang akan terjadi, dan yang tidak akan pernah terjadi.

Bagiku pengalaman ini menyampaikan satu pesan penting: Orang yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki segala sesuatu yang terbaik, mereka hanya berbuat yang terbaik dengan apa yang mereka miliki.
Hidup bukanlah perjuangan menghadapi badai, tapi bagaimana tetap menari di tengah hujan.?
date
With human minds we emotionally bind ourselves to things we cannot see.
Hopelessly setting a course that will deprive us of the strings of peace that were given to you and me.

We often pass up rainbows, a spring shower, a sunset, or even just a smile.
Yet in the name of prosperity and growth we'll go the extra mile.

God gave us the ability to
experience the delicate sides of this earth.
But often we don't allow ourselves to fully appreciate what it's worth.

Have you ever whistled with a songbird, been touched by a breeze, or smelt the seasons in the air?
Or did you just consider them daily problems and not ever really care?

Have you ever had a falling leaf placed gently at your feet?
Carried by a loving wind just for you to meet.

Did you let it say good morning friend, or kick it to the side?
Thinking that you're late for work or you'll never catch your ride.

During a crowded traffic jam have you ever looked up high?
To see how God directs the clouds as they go flying through the sky.

What was your thought today as you tumbled out of bed?
"Thank you Lord for this day" or "Man do I feel dead".

You see it's up to us to find these things as we're traveling down life's road.
Because God sends these gifts to cross our paths and relieve or heavy load.

- David Waddell
date Selasa, 06 April 2010
“‘Cukup!ah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna, Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.” 2 Korintus 12:9


Kelemahan adalah suatu keterbatasan yang kita warisi atau kita dapatkan karena adanya suatu peristiwa yang terjadi di mana kita tidak punya kuasa menolaknya. Di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna, baik itu secara fisik, emosi ataupun intelektual. Karena itulah tidak seharusnya seseorang bermegah atau membanggakan diri sendiri.

Bila kita merasa memiliki banvak kelemahan, tidak seharusnya kita menjadi takut, pesimis dan mengasihani diri sendiri, karena sesungguhnya semua orang pasti punya kelemahan. Mungkin saat ini kita merasa berada dalam kelemahan karena keterbatasan dalam hal keuangan (hidup dalam kekurangan atau tidak mampu secara ekonomi); terbatas secara pendidikan (tidak sekolah tinggi); keterbatasan secara fisik (cacat, punya sakit-penyakit) atau juga keterbatasan emosional (trauma, sakit hati, kepahitan, luka-luka batin) dan lainnya. Dan kesemuanya itu ada satu hal yang harus kita perhatikan yaitu kelemahan bukanlah masalah utama, namun yang terpenting adalah apa yang kita kerjakan ketika menyadari bahwa ada kelemahan dalam diri kita.

Adakalanya pilihan mengijinkan ada kelemahan dalam hidup kita, dengan tujuan agar kita belajar rendah hati dan juga menunjukkan kuasa-Nya atas kita. Tuhan tidak pernah terkesan dengan orang-orang yang merasa dirinya pintar, kuat dan mampu dengan kekuatan sendiri, tetapi sangat tertarik kepada orang-orang yang menyadari dan mengakui keterbatasan, ketidakberdayaan atau kelemahannya. Banyak kisah dalam Alkitab tentang orang-orang biasa yang memiliki banyak kelemahan, namun hidupnya dipakai Tuhan secara luar biasa. Contohnya Musa, sebelum menjadi pemimpin besar Israel, ia adalah orang yang tidak percaya diri dan merasa tidak layak (Keluaran 4:10) Ingat! Walaupun kita memiliki kelemahan, Tuhan tidak bisa dibatasi oleh keterbatasan kita. Kita adalah bejana-bejana tanah liat, Dia penjunannya, Saat kita ijinkan Tuhan bekerja melalui kelemahan kita. Dia akan membentuk kita jadi bejana yang luar biasa.

Segala perkara dapat kita tanggung di dalam Tuhan karena Dia yang memberi kekuatan (baca Filipi 4:13).
date Minggu, 04 April 2010

Kenalan yah teman-teman

Foto saya
Palu, Sulawesi-Tengah, Indonesia
Keingintahuan akan pengetahuan