Jblogs---Siapa yang tidak kenal dengan Ir.Basuki Tjahaja Purnama atau  lebih familiar dipanggil AHOK. Semua lapisan masyarakat di pelosok tanah air tentu begitu kenal dengan sosok yang tegas dan ceplas ceplos. Mungkin sebagian besar masyarakat mengenalnya lewat Media Televisi, majalah, koran maupun media Online. Begitu banyaknya masyarakat yang mengenal ahok namun hanya lewat media televisi nasional. Lewat aksinya dan tingkahnya yang tegas, pemberani dan ceplas ceplos, tidak sedikit masyarakat  yang merasa terganggu  apalagi mereka yang memiliki kepentingan
dan “mata pencahariannya”  terganggu. Masyarakat tentu tidak lupa tentang sepak terjang Ahok kala “melawan” begal anggaran  APBD Pemprov DKI Jakarta yang memang notabenenya berasal dari uang  Rakyat,  namun disalah gunakan oleh beberapa oknum baik dari lingkungan pegawai sipil di lingkungan Pemprov maupun terindikasi penyalahgunaan jabatan oleh oknum  anggota DPRD. Kondisi ini memicu ketidak harmonisan antara lembaga legislatif dan pemerintah dalam hal ini Gubernur sebagai lembaga eksekutif, namun seharusnya kedua lembaga ini menjadi patner dalam membangun pemerintahan di Provinsi DKI Jakarta, bukan malah membuat “kebisingan publik”. Momen tersebut dinilai banyak kalangan sebagai bentuk pen citraan atau istilah sekarang yang lagi ngetren adalah Blusukan, atau istilah dari Jblogs adalah blusukan melalui media. Namun Jblogs membuat artikel ini bukan untuk mempromosikan AHOK sebagai figur yang bersih melainkan menginformasihkan kepada para sahabat Jblogs bahwasanya zaman sekarang masih ada orang-orang yang dengan hati nurani rela mengorbankan tenaga, pikiran buat kesejahteraan masyarakat, meskipun tidak sedikit dari para pejabat kita hanya untuk mecari kepuasan dan keuntungan golongan atau pribadi mereka saja.
AHOK


                Ahok menjadi sempat memuncaki salah satu trending topik di media sosial Twitter bahkan mampu mengalahkan isu lainnya yang saat itu lagi memanas. Bahkan medaia dalam negeri sampai memberitakan berminggu-minggu bahkan sampai berbulan-bulan. Jblogs heran kepada masyarakat indonesia yang menganut sistem demokrasi dimana dilandaskan pancasila masih saja banyak yang dibutakan oleh nilai keegoisan dan idealisme-idealisme golongan atau paham-paham tertentu. Bahkan dengan berbagi isu Ahok diserang baik dari segi etnis maupun sampai ke isu SARA. Ada golongan dan aliran tertentu yang memaksa pemerintah indonesia harus dipimpin oleh orang yang se akidah bahkan lebih parah lagi peminpin itu harus “seseorang” yang sesuai dengan kriteria  keinginan kelompok mereka. Namun hal ini tidak menyurutkan langkah AHOK untuk membuat kebijakan yang dinilai banyak pihak sebagai kebijakan yang kontroversi yang sejujurnya di tunggangi oleh kepentingan kelompok serta ormas tertentu, tanpa mereka memikirkan  bahwa di negara ini bukan hanya milik “mereka”.
                Sahabat Jblogs harusnya merasa bangga karena masih ada sosok seorang AHOK yang ada dinegeri ini. Ditengah ketepurukan budaya korupsi yang sudah melekat erat dengan pejabat di negeri ini seorang AHOK mematahkan pemahaman masyarakat indonesia bahwa semua pejabat sama. Memang benar Presiden pertama kita bapak Ir Soekarno berkata bahwa perjuangannya dahulu kalah sangat mudah yaitu melawan penjajah atau bangsa lain tapi perjuangan sekarang adalah melawan bangsa sendiri. Sebenarnya perjuangan sekarang ini bisa menjadi mudah jika kita sebagai anak bangsa sama-sama mengangkat senjata untuk melawan sifat ketamakan, kesombongan, dalam diri kita dahulu. Karena perjuangan sewaktu melawan penjajah semua lapisan dan golongan masyarakat ikut berperang sehingga kita bangsa indonesia dengan mudah mengalahkan penjajah.
                Ada beberapa hal yang menarik yang harus kita teladani dari sosok seorang AHOK                    

1. Melawan Arus
Tentu tidak mudah melawan arus apalagi arus ini sangat kencang ibarat kita mengikuti olah raga arum jeram, meskipun kita mengikuti arus bisa juga kita celaka bahkan kehilangan nyawa sekalipun, apalagi kalau kita melawan arus. Ini berarti bukan hanya kecerdasan dan startegi kita tetapi power yang kita miliki itu harus kuat. Jika kita manusia lawanlah arus namun  kita adalah sampah ikutlah arus, mungkin itulah teladan yang harus kita teladani. Kita harus berani melawan arus bukan berarti berani melawan sesuatu yang baik tapi melawan sesuatu yang jelas jelasn merugikan orang banyak dan keluarga serta diri sendiri

2. Berani Salah satu dari sekian banyak pemimpin biasanya ada yang namanya sikap berani itu, melekat pada seorang pemimpin baik berani membuat keputusan benar  dan hal yang baikmaupun  berani melakukan hal yang buruk. Jblogs menilai bahwa Ahok disini merupakan seorang pejabat yang berani bukan dalam tanda kutip berani melawan golongan mayoritas penggelapan, apalagi AHOK ini berasal dari etnis serta agama minoritas, tapi AHOK berani mengatakan dan menyatakan sesuatu yang dinilai secara akal sehat itu salah maupun benar, karena keberanian itu dipengaruhi hati kecil kita lebih dominan dibanding keinginan kita. Ahok berani melawan bukan karena AHOk seorang Gubernur tapi Ahok berani menyatakan mana yang benar dan mana yang salah atau keliru, sehingga Ahok sering berkata lebih baik dia mati menjalankan kosntitusi daripada hidup taat kepada konstituen

3.Pintar dan Cerdas
Ahok tidak hanya berani tapi tergolong pecabat yang cerdas dengan memiliki intelektual dan wawasan yang luas. Tanpa kecerdasan dan kepintaran tidak mudah memimpin kemajemukan serta keberagaman masyarakat jakarta. Kepintaran yang AHOK miliki tentu tidak datang seketika tetapi jika dilihat dari track recordnya AHOK seorang yang banyak belajar baik dari Ilmu formal pendidikan dan dunia Politik. Jika dilihat dari Riwayat pendidikannya AHOK merupakanseorang Insinyur dibidang teknik. Dibidang bisnis tentu AHOK pernah menjabat sebagai Direktur, tentu jabatan seperti ini harus di duduki oleh orang-orang yang pintar dan cerdas.

4.Tegas dan Ceplas Ceplos
Karena ketegasan dan cara berkomunikasi yang ceplas ceplos membuat masyarakat teberlah dua. Ada yang pro dan kontra, karena menurut sebagian beranggapan tidak pantas seorang pemimpin mengeluarkan celoteh-celotehan yang mengandung kontroversi apalagi sudah sebagai pejabat publik. Berarti kebutuhan masyarakat akan pimpinan salah satunya mendengarkan celotehan-celotahan yang baik. Tentu ini tidak salah tetapi masyarakat juga harus jeli melihat bahwa celoteh-celotehan AHOK ada konteks nya atau sesuai dengan keadaan tersebut. Sebagai gambaran Jblogs memberikan contoh disebuah medan peperangan apa dilarang kita berpuisi atau main bola? Tentu tidak ada yang melarang bukan? Tetapi demi keselamatan sebaiknya  jangan dilakukan hal tersebut artinya semua itu harus pada konteksnya.              

5.Katakan Ya atau tidak  
tentu ini merupakan Kalimat yang ada di ALKITAB yang menjadi panutan dan tuntunan dari seorang AHOK, karena beliau berlatar belakang agama Kristen. Tetapi jika kita memilki hati nurani yang bersih kita bisah kapan mengatakan Ya dan kapan mengatakan tidak sesuai nilai kebenaran yang dipegang

 6. Takut Tuhan
Salah satu ciri ciri orang yang takut Tuhan adalah tidak takut terhadap ancaman dari siapapun karena yang ditakuti oleh AHOK adalah lebih besar kuasaNya dibandingkan yang dia tidak takuti. Orang yang memiliki Tuhan dalam hidupnya pasti tidak melakukan hal-hal yang dianggap bertentangan dengan nilai hidup dan hati nurani. “hidup adalah anugerah dan mati adalah keuntungan” itu merupakan Firman Tuhan yang selalu AHOK pegang sehingga ketika ada ormas-ormas tertentu yang mengancam, AHOK tidak gentar dan mundur bahkan AHOK mengancam balik, karena AHOK lebih takut kepada Tuhan yang memiliki kuasa membinasakan Jiwa dan tubuh manusia.

7. Tidak pendendam
Tipikal pemimpin seperti ini tentu kita apresiasi karena jika pemimpin tidak memiliki jiwa seperti ini maka ketika seorang pemimpin tersebut mengalami sesuatu yang tidak mengenakan dirinya secara pribadi maupun secara keluarga maka bisa melakukan apa saja untuk membalasnya apalagi dia memiliki kuasa untuk melakukannya. Sadar akan kuasa yang dimilikinya terbatas maka AHOK memilih tidak menjadi pemimpin yang pendendam. Ahok seringkali membuat statement yang diambil dari Firman Tuhan dimana “saya tidak membenci orangnya tapi saya membenci perbuatannya”.

8 Jabatan, pangkat dan kedudukan adalah pemberian Tuhan
Jblogs merasa hal ini pasti dimiliki ahok, karena lewat media televisi AHOK sempat berkali kali berkata bahwa meskipun di pecat atau di makzulkan AHOK tidak gentar karena dia menganggap bawah Kedudukan atau jabatan yang dia emban sekarang adalah Karunia dari Tuhan. Sehingga disetiap kesempatan AHOK sering berkata bahwa yang terpenting adalah melakukan hal yang benar masalah berikutnya adalah hakNya Tuhan.

9. Integritas dan dedikasi
Ahok terpanggil menjadi pejabat sebenarnya dari hati nuraninya adalah bagaimana masyarakat miskin tidak jatuh miskin dan bisa mendapat banyak hal yang layak diterima, sehingga dia mendedikasikan hidupnya untuk benar-benar melayani masyarakat.

10. Pembela keluarga
Ketika Ibu Veronika dijadikan senjata buat menyudutkan dan menyerang AHOK secara pribadi,  dengan tegas AHOK siap pasang badan untuk melindungi Kepala PKK Provinsi DKI Jakarta yang juga merupakan istri dari Gubernur DKI Jakarta. Seharusnya pemimpin harus memiliki jiwa seperti ini yaitu membela dan melindungi keluarganya dengan tidak melakukan hal-hal yang bisa mencemarkan nama baik keluarga.

Itulah beberapa poin penting yang bisa diteladani dari seorang yang bernama AHOK agar ini bukan sekadar menjadi informasi yang berguna buat kita semua namun harapan Jblogs bisa mentransformasi cara hidup kita dari yang baik menjadi lebih baik lagi, menuju kesempurnaan hidup. Salam Bineka Tunggal Ika
date Kamis, 02 Juli 2015

0 komentar to “SIFAT MISTERIUS SEORANG AHOK YANG TIDAK DIKETAHUI PUBLIK”

Leave a Reply:

Kenalan yah teman-teman

Foto saya
Palu, Sulawesi-Tengah, Indonesia
Keingintahuan akan pengetahuan