Diterjemahkan oleh : John Lock D + Google Translate

Seorang gadis kecil pernah bertanya, "Mommy tidak menangis Tuhan?"
"Jangan bodoh, Tuhan tidak bisa menangis bayi," jawab ibunya.

"Tapi bagaimana ketika Dia melihat ke bawah dari surga atas
Dan melihat semua orang yang membutuhkan kasih-Nya?

Dan bagaimana ketika Dia melihat ke bawah dan melihat
Taman bermain anak-anak jatuh dan menggores lutut?

Atau bagaimana dengan Bibi Jane yang tidak dapat memiliki bayi perempuan atau anak laki-laki?
Atau bagaimana dengan anak-anak miskin yang tidak mendapat mainan Natal?

Mungkin Tuhan akan menangis jika Dia tinggal bersama teman saya Tommy.
Siapa ayah beats dan memar dia dan ibunya.

Atau mungkin jika Dia menunduk dan melihat orang-orang yang terbunuh,
Saya pikir Dia tentu memiliki mata yang penuh air mata.

Tapi saya pikir sebagian besar dari semua, ibu, apa yang akan membuat Tuhan menangis,
Apakah saat Dia melihat ke bawah pada salib dan melihat bayi-Nya mati. "

ibu itu berdiri diam sementara matanya penuh dengan air mata,
Karena ia tahu gadis kecilnya adalah bijaksana melebihi usianya.

Menatap ke dalam mata biru, ibu menemukan keberanian untuk mengatakan,
"Ya bayi perempuan, saya pikir Tuhan melihat ke bawah dan menangis setiap hari."

Tuhan memberkati Anda dan membuat Anda aman di tangan Yesus!
date Rabu, 31 Maret 2010
(2 Korintus 3:18) Kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan ... maka kita diubah
menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar

Operasi plastik, belakangan ini makin banyak saja peminatnya. Orang rela menghabiskan uang puluhan juta rupiah untuk mengubah bentuk wajah maupun tubuhnya. Lewat operasi itu, diharapkan bagian tubuh yang tidak menarik bisa langsung diubah menjadi lebih cantik. Orang gemuk bisa mendadak menjadi kurus. Pendeknya, orang merindukan terjadinya perubahan radikal. Sebuah metamorfosis. Bagai ulat buruk rupa berubah menjadi kupu-kupu nan jelita. Hasil akhirnya beda jauh dari asal mulanya.

Kata "metamorfosis" terdapat di Alkitab. Istilah Yesus "berubah rupa"
dalam Markus 9:2 memakai kata metamorpheo dalam bahasa aslinya. Di depan ketiga murid-Nya, Tuhan Yesus bermetamorfosis. Tubuh fisik-Nya berubah. Bersinar memancarkan kemuliaan Allah. Menurut Rasul Paulus, kita pun kelak akan memiliki tubuh baru; memperoleh "rupa surgawi"
yang memancarkan cahaya kemuliaan Kristus (1 Korintus 15:49). Tubuh kita akan diubah menjadi seperti Dia. Namun sebelumnya, di dunia ini, hati kita dulu yang perlu mengalami metamorfosis. Saat Yesus dimuliakan, suara dari surga berkata, "Dengarkanlah Dia!" (ayat 7).

Mendengarkan Yesus adalah kunci terjadinya metamorfosis hati.
Mendengar berarti menaati. Semakin kita taat, semakin hati kita diubah menjadi seperti Yesus.
Sudahkah metamorfosis hati terjadi dalam diri Anda? Jika Anda menghadiri reuni, apakah teman-teman lama Anda bisa melihat sifat Anda yang kini berubah? Sifat-sifat buruk lenyap digantikan dengan sifat baik? Hidup beriman yang sehat tidak pernah mandek. Bersama Roh Kudus, relakan diri Anda terus diubah menjadi makin indah --JTI

JIKA ANDA TIDAK MAU DIUBAH OLEH ALLAH DUNIALAH YANG AKAN MENGUBAH ANDA
date
Beribadahlah kepada Tuhan dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar, Mazmur 2:11

Beribadah kepada Tuhan berarti berada dalam keadaan takjub sepenuhnya akan Tuhan. Bicara tentang ibadah, yang terbersit adalah kegiatan-kegiatan lahiriah yang kita lakukan di gereja atau persekutuan- persekutuan doa, di mana kita bernyanyi, berdoa dan mendengarkan kotbah. Tetapi dari penilaian Tuhan, aktivitas-aktivitas tersebut tidak sepenuhnya dianggap sebagai ibadah sejati bila kita mengerjakannya hanya sebagai rutinitas belaka. Janganlah hanya fokus kepada ibadah lahiriah dan melupakan arti ibadah sesungguhnya. Tuhan berkata, Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. (Matius 15:8-9).

Bagaimana agar ibadah berkenan di hati Tuhan? Ibadah dan penyembahan adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Beribadah kepada Tuhan berarti sujud dalam penghormatan kepadaNya, digambarkan sebagai tindakan membungkuk di hadapan Pribadi yang agung sebagai tanda kerendahan hati dan pengabdian. Bukan membungkuk secara lahiriah, melainkan tunduknya manusia batiniah kita. Ibadah sejati adalah tanggapan sepenuhnya hati kita atas kebesaran Tuhan yang kita wujudkan melalui pujian dan penyembahan yang kita naikkan sepenuh hati. Banyak orang Kristen memuji Tuhan tanpa semangat, asal-asalan dan ogah-ogahan. Siapakah kita ini? Bukankah kita sedang berhadapan dengan Pribadi yang agung, mulia dan berkuasa, yang menciptakan kita dan juga alam semesta ini? Itulah sebabnya Pemazmur dengan tegas menghimbau kita: Beribadahlah kepada Tuhan dengan takut dan ciumlah kaki-Mya dengan gemetar, supaya Ia jangan murka dan kamu binasa di jalan, (ayat 11-12a dari Mazmur 2).

Ketika kita sungguh-sungguh memikirkan dan merasakan siapa Tuhan itu dan apa yang telah Dia perbuat bagi kita, kita tidak akan menganggap remeh setiap peribadatan dan bersikap seenaknya lagi. Pujian syukur dan seruan haleluya akan terus mengalir dari dasar hati dan keluar melalui mulut kita karena kita berada dalam ketakjuban akan keagungan Tuhan Allah kita.

Beribadahlah kepada Tuhan dengan segenap hati dan jiwa!
date
Oleh Rick Warren
Diterjemahkan oleh : John Lock D + Google Translate

"Tapi bagi saya, saya akan menyanyi tentang kekuatan Anda. Setiap pagi aku akan menyanyi dengan sukacita tentang cinta tak habis-habisnya Anda. Untuk Anda telah mengungsi saya, tempat aman ketika saya dalam kesulitan "(Mazmur 59:16 NLT).

Kita semua ingin hubungan kita akan ditandai oleh kegigihan dan pengorbanan diri. Tapi kita tidak pernah bisa melakukannya sendiri. Jenis cinta kita yang lama untuk menunjukkan kepada orang lain hanya ditemukan dalam hubungan dengan Allah. Tanpa kuasa Allah dalam hidup kita, cinta kita akan habis.

Anda tidak membangun hubungan seperti itu dengan Tuhan-yang akan membantu Anda mencintai orang lain saat Anda ingin menyerah-oleh kecelakaan. Anda melakukannya melalui kebiasaan. Berikut adalah tiga kebiasaan yang akan membantu Anda bertumbuh dalam hubungan Anda dengan Allah.

1. Sebuah waktu tenang setiap hari. Biarkan Allah berbicara kepada Anda melalui Alkitab dan melalui doa. Tidak ada yang akan membantu hidup Anda lebih. Alkitab berkata dalam 2 Korintus 4:16, "Ini adalah alasan kita tidak pernah kehilangan hati. Tubuh kita tidak mengalami keausan, tetapi setiap hari orang ke dalam menerima kekuatan baru "(PH). Dari luar tubuh kita mengalami keausan, tetapi rohani kita dapat diperbaharui setiap hari oleh menghabiskan waktu sendirian dengan Allah. Tidak sulit. Baca melalui bab dari Alkitab, merenungkannya, dan berbicara dengan Tuhan tentang apa yang terjadi dalam hidup Anda.

2. Kelompok kecil. Alkitab mengatakan dalam Ibrani 10:25, "Mari kita tidak menyerah pertemuan bersama-sama, karena beberapa memiliki kebiasaan melakukan, tetapi mari kita mendorong satu sama lain ..." (NIV). Anda harus menghabiskan waktu bersama orang percaya lainnya. Saya harap Anda memiliki keluarga gereja. Menjadi bagian dari mekanisme apa pun mereka harus menghubungkan Anda dengan suatu kelompok kecil, apakah itu Sekolah Minggu atau di luar kampus kelompok kecil. Anda perlu dukungan doa dan dorongan orang percaya lainnya. Seorang Kristen tanpa sebuah kelompok kecil adalah anak yatim.

3. Ibadah melalui lagu. Mazmur 59:16 mengatakan, "Aku akan menyanyi tentang kekuatan Anda, Tuhanku, dan aku akan merayakan karena cinta Anda" (CEV). Bernyanyi membangun Anda up. Waktu menyanyi di gereja anda tidak hanya tindakan pemanasan, ini sama pentingnya dengan pesan. Jangan ketinggalan akhir pekan ini. Juga, menaruh beberapa ibadah pada pemutar musik iPod atau MP3 minggu ini dan jangan takut untuk menyanyi bersama. Ini akan mengisi ulang jiwa Anda dan memberi Anda diberikan Allah kekuatan untuk mencintai orang lain.
date
“Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencoboan.” Yakobus 1:2

Menjalani hidup sebagai orang Kristen bukanlah berarti langkah kita menjadi mudah dan tanpa masalah; sebaliknya kita justru menghadapi banyak ujian/pencobaan. “Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus melainkan juga untuk menderita untuk Dia” (Filipi 1:29). Namun ujian dan pencobaan yang kita alami itu semuanya mendatangkan kebaikan bagi kita. Tuhan ingin melihat sejauh mana kualitas iman anak-anak-Nya. Ada dua kemungkinan yang akan terjadi apabila seseorang mengalami ujian dan pencobaan ia kecewa dan meninggalkan Tuhan, atau akan semakin tekun dan melekat kepada-Nya sehingga imannya semakin bertumbuh dan dewasa.

Adakalanya Tuhan memperingatkan kita dengan keras melalui keadaan atau situasi yang kita alami supaya kita belajar bergantung penuh kepada-Nya dan berdiri di atas dasar iman yang teruji. Iman yang teruji tidak terjadidalam semalam, namun harus melewati proses yang panjang, yang di dalamnya terkandung unsur ketekunan dan kesetiaan. Beberapa proses ujian yang harus kita alami adalah: 1. Kelimpahan. Hal lain, selain masalah dan penderitaan, yang terkadang diijinkan untuk menguji iman kita adalah kelimpahan. Banyak anak Tuhan yang jatuh dalam dosa justru pada waktu ia diberkati dan dalam kelimpahan. Ketika sedang susah atau dalam keadaan miskin biasanya seseorang lebih mengutamakan Tuhan dan selalu berusaha untuk dekat dengan Dia, berdoa pun all out, tetapi pada waktu mengalami pemulihan, diberkati dan menjadi kaya, ia mulai lebih dekat dengan hartanya dibanding dengan Tuhan; yang diutamakan dan dicari bukan lagi Tuhan, melainkan dunia dengan segala kesenangannya.

2. Peristiwa buruk. Hal ini pernah dialami Ayub, padahal ia seorang yang “...saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.” (Ayub 1:1). Semua anaknya mati, hartanya ludes, isterinya mengutuki dia, bahkan tubuhnya penuh borok. Namun Ayub tetap kuat karena dia tahu bahwa Tuhan sedang memprosesnya. Karena lulus dalam ujian, kehidupan Ayub dipulihkan secara luar biasa (baca Ayub 42:10-17).

Jangan pernah undur dari Tuhan saat dalam pencobaan, karena selalu ada rencana-Nya di balik ini!
date
Saudaraku,
Saat-saat ini aku masih berpikir dan menimbang-nimbang, apakah aku harus mencintaimu setulus hatiku? Apa pentingnya mencintaimu? Toh sudah banyak yang memperhatikan dan melayanimu!! Siapakah aku ini sehingga aku tergerak untuk memperhatikanmu juga? Namun, apa yang bisa kuandalkan dalam diriku untuk mencintaimu? Aku tidak memiliki apapun untuk diberikan padamu! Bagaimana aku bisa mencintaimu tapi aku tidak memberi apapun padamu?

Sahabatku,
Sebelum kujawab pertanyaanmu, aku ingin memanggilmu bukan Saudaraku tapi Sahabatku. Aku ingin mengatakan padamu, "Mengapa engkau masih berpikiran, bahwa cinta itu harus memberi apa yang dimilikinya? " Cinta itu bukanlah memberi apa yang engkau miliki secara fisik saja! Cobalah perhatikan, janin dalam kandungan ibunya, anak-anak kecil, sampai remaja, yang masih tergantung kebutuhan hidup pada orang tuanya, bahkan anak anak cacat pun mampu mencintai orang tua dan saudara-saudaranya. Seorang anak dalam rahim ibu mencintai dengan kondisinya yang terbatas, ia mempercayakan pertumbuhan dan berkembangnya tubuh pada keputusan dan tindakan ibu dan ayahnya. Anak itu tidak memiliki "daya untuk membela diri": dia pasrah untuk dirawat dan dibesarkan orang tuanya. Anak yang cacat dan memiliki kebutuhan "khusus" selalu menawarkan kesempatan untuk diperhatikan, disayang, dilayani dan diistimewakan. Hidupnya yang terbatas menciptakan "kesempatan terindah dalam sejarahnya", yakni kesempatan bagi orang lain untuk terlibat dalam kesulitan hidupnya. Tanpa disadari, mereka pun mendewasakan orang yang normal fisik dan jiwanya...untuk tumbuh dan berkembang sebagai pribadi yang mampu mencintai.

Saudaraku,
Setelah mendengarkan penjelasanmu, rasanya "dalam kesempatan" itu tersembunyi "kehendak bebas". Anak-anak yang kecil, remaja, bahkan mereka yang cacat selalu menawarkan kesempatan untuk diperhatikan dan dilayani. "Kesempatan" itu sebuah "ruang" yang membuat orang mampu untuk ambil keputusan. Masalahnya bagaimanakah kita menemukan "kesempatan- kesempatan" itu kalau kita masih takut mengalami kesepian, takut ditinggalkan, masih kuatir dengan masa depan, takut tidak ada sahabat yang menyapa lagi, takut masalah tidak selesai, kuatir tidak lagi punya rejeki dst. Dalam kekuatiran dan bahkan ketakutan, menghambat kita untuk melihat "dunia di luar sekitar kita". Ada banyak orang: anak anak, remaja, orang kecil, orang lemah, orang putus asa, orang lapar, orang tahanan, ...mereka jelaslah menawarkan "kesempatan untuk dilayani". Kesempatan itu akan kita kenal, kalau kita mulai belajar percaya, bahwa hidup ini milik Tuhan. Hidup anak-anak dalam kandungan ibunya, anak balita, remaja, dan anak anak cacat, adalah milik Tuhan. Merekapun secara pribadi , sungguh istimewa dalam hidup Tuhan. Mereka juga adalah citra Allah, tanda kehadiran Tuhan.

Sahabatku,
Kata-katamu meneguhkan aku! Justru karena manusia itu citra Allah, milik Tuhan, dan hidup kita semua milik-Nya, itulah yang menantang dan menggerakkan kehendak bebas kita untuk saling mengasihi, bukan untuk saling menindas.

Saudaraku,
Tanpa disadari, pertanyaanku akhirnya terjawab ya! Tidak ada keharusan untuk mencintai, tetapi yang ada adalah pilihan untuk "ambil keputusan mencintai dengan kehendak yang sungguh sungguh bebas, bukan terpaksa mencintai".
date
Sikap adalah lebih dari sekedar berkata "saya bisa"; sikap adalah percaya bahwa Anda bisa. Anda perlu percaya sebelum melihat, karena melihat itu berdasarkan kondisi, dan percaya itu berdasarkan iman.

Sikap bukanlah sekedar kondisi pikiran; sikap juga merupakan cerminan dari apa yang kita hargai. Sikap adalah lebih dari sekedar mengatakan bahwa kita bisa. Sikap adalah percaya bahwa kita bisa. Sikap menuntut rasa percaya sebelum melihat karena melihat berdasarkan pada keadaan dan percaya berdasarkan pada iman. Sikap bersifat sangat menular, terutama bila kita mempersiapkan diri untuk hari esok.

Kita berkuasa penuh atas sikap-sikap kita. Tidak ada orang lain yang berkuasa untuk mengubah sikap kita tanpa izin dari kita. Sikap kita memungkinkan diri kita lebih berdaya daripada uang, mengatasi kegagalan-kegagalan kita dan menerima orang lain sebagaimana diri mereka, dan apa yang mereka ucapkan. Sikap lebih penting daripada bakat, dan adalah lebih penting daripada segala keterampilan yang diperlukan untuk kebahagiaan dan kesuksesan. Sikap kita bisa digunakan untuk membangun diri kita atau untuk menghancurkan kita - kitalah yang menentukan pilihan.

Sikap juga memberikan kebijaksanaan kepada kita untuk mengetahui bahwa diri kita tidak bisa mengubah peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lampau. Saya yakin bahwa hidup terdiri dari 10% apa yang terjadi pada diri saya dan 90% bagaimana saya menanggapinya - dan dengan kondisi pikiran semacam itu, saya tetap berkuasa atas sikap saya.


Sikap adalah suatu pilihan! Kita memiliki kekuasaan untuk memilih tanggapan kita atas segala situasi. Dua jenis filter untuk karakter pilihan yang berdampak besar sekali atas respon kita adalah: filter-filter yang ada di dalam kendali kita dan filter-filter yang ada di luar kendali kita. Beberapa hal yang mempengaruhi pilihan, seperti jenis kelamin dan usia adalah filter yang berada di luar kendali kita. Yang lainnya, seperti nilai-nilai dan pendidikan, ada dalam kendali kita. Lewat sikap, kita bisa memberdayakan unsur-unsur yang berada di dalam kendali kita dan meminimalkan pengaruh dari unsur-unsur yang berada di luar kendali kita.

Apalah hal itu di dalam atau di luar kendali kita, sikap kita bisa sangat berpengaruh pada respon kita terhadap keadaan-keadaan dalam hidup ini. Sikap Anda adalah salah satu dari beberapa hal dalam hidup ini yang bisa Anda kendalikan. Meskipun Anda tidak bisa meramalkan jatuh bangun yang akan Anda alami, Anda bisa mengendalikan cara Anda bereaksi terhadap jatuh bangun tersebut. Sikap itu sangat menular. Sikap bisa berpengaruh luar biasa besar pada orang-orang yang bekerja dan hidup bersama kita. Anda bisa memilih untuk menjadi orang yang positif.

Sama halnya seperti kisah ember yang sedang dalam perjalanan menuju sumur. Ember yang pesimis akan berkata, "Betapa tidak bergunanya apa yang kita lakukan. Waktu demi waktu kita turun ke sumur dan menjadi penuh, tetapi kita selalu kembali ke sumur dalam keadaan kosong." Namun ember yang positif akan berkata, "Aku menikmati apa yang kita kerjakan. Aku melihatnya seperti ini, tidak perduli berapa kali kita datang ke sumur dalam keadaan kosong, kita selalu pergi dalam keadaan penuh."


Kita semua mempunyai kebebasan untuk membuat pilihan-pilihan dalam hidup ini. Tidak ada yang memerintah kita mana yang harus dipilih; kita bebas sepenuhnya untuk membuat pilihan. Sikap adalah suatu pilihan. Jangan memilih yang negatif, pilihlah untuk menjadi orang yang optimis - untuk percaya pada diri Anda dan orang lain. Bergabunglah dengan pemimpin yang positif. Jika mereka sudah sukses di bidang itu dalam kehidupan pribadi mereka, maka Anda juga bisa.

Hati-hati dengan sikap Anda! Apakah Anda cenderung melihat sisi yang gelap dari sesuatu atau sisi cerahnya? Apakah Anda mencoba untuk menjadi optimis atau pesimis? Terkadang kita tidak bisa melihat hal yang baik karena kita berfokus pada kesalahan atau masalah. Ada orang yang mengatakan, "Di tengah-tengah setiap kesulitan ada peluang." Alkitab berbicara tentang fokus pada hal-hal yang benar.

Filipi 4:8
Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu."

Sikap adalah lebih dari sekedar berkata "saya bisa"; sikap adalah percaya bahwa Anda bisa. Anda perlu percaya sebelum melihat, karena melihat itu berdasarkan kondisi, dan percaya itu berdasarkan iman.

Bebaskanlah diri Anda dari perbudakan kegagalan. Bersikaplah yang benar! Ketahuilah bahwa Anda bisa mengubah sikap Anda dan itu berarti Anda bisa mengubah hidup Anda!
date
Oleh Rick Warren
Diterjemahkan oleh : John Lock D + Google Translate

"Sikap Anda harus seperti saya sendiri, sebab Aku, Mesias, tidak datang untuk dilayani, melainkan untuk melayani, dan untuk memberikan hidupku" (Matius 20:28 LB).

Kita diperintahkan untuk melayani Tuhan. Yesus jelas: "Sikap Anda harus seperti saya sendiri, sebab Aku, Mesias, tidak datang untuk dilayani, melainkan untuk melayani, dan untuk memberikan hidupku" (Matius 20:28 LB).

Bagi orang Kristen, pelayanan bukanlah sesuatu yang harus ditempelkan ke jadwal kita jika kita bisa meluangkan waktu. Ini adalah jantung dari kehidupan Kristen. Yesus datang "untuk melayani" dan "untuk memberi"-dan dua kata kerja harus menentukan kehidupan di bumi juga. Melayani dan memberikan meringkaskan tujuan keempat Allah bagi hidup Anda. Mother Teresa pernah berkata,Oleh Rick Warren

"Kudus tinggal terdiri dalam melakukan pekerjaan Tuhan dengan senyum."

Yesus mengajarkan bahwa kedewasaan rohani tidak pernah berakhir itu sendiri. Kedewasaan adalah untuk pelayanan! Kita tumbuh dewasa dalam rangka untuk memberikan keluar. Tidak cukup untuk terus belajar lebih dan lebih. Kita harus bertindak berdasarkan apa yang kita ketahui dan praktek apa yang kita mengaku percaya. Kesan tanpa ekspresi menyebabkan depresi. Studi layanan tanpa menimbulkan stagnasi rohani.

Tua perbandingan antara Laut Galilea dan Laut Mati masih benar. Galilea adalah sebuah danau penuh kehidupan karena dibutuhkan dalam air, tetapi juga memberi keluar. Sebaliknya, tidak ada kehidupan di Laut Mati karena, tanpa aliran keluar, danau telah mengalami stagnasi.

Hal terakhir yang banyak orang percaya perlu adalah pergi ke studi Alkitab lain. Mereka sudah tahu jauh lebih banyak daripada mereka mempraktekkan. Yang mereka butuhkan adalah pengalaman melayani di mana mereka dapat latihan otot-otot rohani mereka.

Melayani adalah lawan dari kecenderungan alami kita. Sebagian besar waktu kita lebih tertarik pada "layani kami" daripada layanan. Kita berkata, "Aku mencari gereja yang memenuhi kebutuhan saya dan memberkati saya," bukan "Aku mencari tempat untuk melayani dan menjadi berkat." Kami mengharapkan orang lain untuk melayani kita, bukan sebaliknya.

Tetapi ketika kita dewasa di dalam Kristus, fokus kehidupan kita seharusnya semakin bergeser kepada menjalani kehidupan pelayanan. Para pengikut Yesus matang berhenti bertanya, "Siapa yang akan memenuhi kebutuhan saya?" Dan mulai bertanya, "siapa yang membutuhkan aku bisa bertemu?" Apakah Anda pernah menanyakan hal itu?
date
Alkisah ada dua orang kakak beradik yang hidup di sebuah desa. Entah karena apa mereka terjebak ke dalam suatu pertengkaran serius. Dan ini adalah kali pertama mereka bertengkar demikian hebatnya. Padahal selama 40 tahun mereka hidup rukun berdampingan. Saling meminjamkan peralatan pertanian. Dan bahu membahu dalam usaha perdagangan tanpa mengalami hambatan. Namun kerjasama yang akrab itu kini retak.

Dimulai dari kesalahpahaman yang sepele saja. Kemudian berubah menjadi perbedaan pendapat yang besar. Dan akhirnya meledak dalam bentuk caci-maki. Beberapa minggu sudah berlalu, mereka saling berdiam diri tak bertegur-sapa.

Suatu pagi, datanglah seseorang mengetuk pintu rumah sang kakak. Di depan pintu berdiri seorang pria membawa kotak perkakas tukang kayu. Maaf tuan, sebenarnya saya sedang mencari pekerjaan,? kata pria itu dengan ramah. ?Barangkali tuan berkenan memberikan beberapa pekerjaan untuk saya selesaikan.?
Oh ya !? jawab sang kakak.
Saya punya sebuah pekerjaan untukmu.?
Kau lihat ladang pertanian di seberang sungai sana. Itu adalah rumah tetanggaku, ah sebetulnya ia adalah adikku.

Minggu lalu ia mengeruk bendungan dengan bulldozer lalu mengalirkan Airnya ke tengah padang rumput itu sehingga menjadi sungai yang Memisahkan tanah kami. Hmm, barangkali ia melakukan itu untuk mengejekku, Tapi aku akan membalasnya lebih setimpal. Di situ ada gundukan kayu. Aku ingin kau membuat pagar setinggi 10 meter untukku Sehingga aku tidak perlu lagi melihat rumahnya. Pokoknya, aku ingin melupakannya.

Kata tukang kayu, Saya mengerti. Belikan saya paku dan peralatan. Akan saya kerjakan sesuatu yang bisa membuat tuan merasa senang.?
Kemudian sang kakak pergi ke kota untuk berbelanja berbagai Kebutuhan dan menyiapkannya untuk si tukang kayu.

Setelah itu ia meninggalkan tukang kayu bekerja sendirian. Sepanjang hari tukang kayu bekerja keras, mengukur, menggergaji dan memaku. Di sore hari, ketika sang kakak petani itu kembali, tukang kayu itu baru Saja menyelesaikan pekerjaannya. Betapa terbelalaknya ia begitu melihat hasil pekerjaan tukang kayu itu. Sama sekali tidak ada pagar kayu sebagaimana yang dimintanya.

Namun, yang ada adalah jembatan melintasi sungai yang menghubungkan ladang pertaniannya dengan ladang Pertanian adiknya.

Jembatan itu begitu indah dengan undak-undakan yang tertata rapi.

Dari seberang sana, terlihat sang adik bergegas berjalan menaiki Jembatan itu dengan kedua tangannya terbuka lebar. Kakakku, kau sungguh baik hati mau membuatkan jembatan ini. Padahal sikap dan ucapanku telah menyakiti hatimu.
Maafkan aku? kata sang adik pada kakaknya. Dua bersaudara itu pun bertemu di tengah-tengah jembatan, Saling berjabat tangan dan berpelukan. Melihat itu, tukang kayu pun membenahi perkakasnya dan bersiap-siap untuk pergi.
Hai, jangan pergi dulu. Tinggallah beberapa hari lagi. Kami mempunyai banyak pekerjaan untukmu,pinta sang kakak.
Sesungguhnya saya ingin sekali tinggal di sini,? kata tukang kayu,
tapi masih banyak jembatan lain yang harus saya selesaikan.?

TUHAN SELALU INGIN KITA BERSAMA DALAM DAMAI SEJAHTERA
TUHAN SELALU INGIN MEMPERSATUKAN HATI KITA
TUHAN SELALU INGIN KITA MENGASIHI SESAMA KITA, SAUDARA KITA.
KARENA TUHAN ADALAH SAHABAT SETIA, PENOLONG KITA.
PERCAYALAH BAHWA TUHAN SELALU INGAT PADA KITA MANUSIA

Sadarkah kita bahwa ;
Kita dilahirkan dengan dua mata di depan, karena seharusnya kita melihat yang ada di depan?

Kita lahir dengan dua telinga, satu kiri dan satu di kanan sehingga kita dapat mendengar dari dua sisi dan dua arah. Menangkap pujian maupun kritikan, Dan mendengar mana yang salah dan mana yang benar.

Kita dilahirkan dengan otak tersembunyi di kepala, sehingga bagaimanapun miskinnya kita, kita tetap kaya. Karena tak seorang pun dapat mencuri isi otak kita. Yang lebih berharga dari segala permata yang ada.

Kita dilahirkan dengan dua mata, dua telinga, namun cukup dengan satu mulut.
Karena mulut tadi adalah senjata yang tajam , Yang dapat melukai, memfitnah, bahkan membunuh. Lebih baik sedikit bicara, tapi banyak mendengar dan melihat.

Kita dilahirkan dengan satu hati, yang mengingatkan kita. Untuk menghargai dan memberikan cinta kasih dari dalam lubuk hati.

Belajar untuk mencintai dan menikmati untuk dicintai, tetapi Jangan pernah mengharapkan orang lain mencintai anda dengan cara dan sebanyak yang sudah anda berikan.

Berikanlah cinta tanpa mengharapkan balasan, maka anda akan menemukan bahwa hidup ini terasa menjadi lebih indah.
date
Mazmur 23: 1-6 - Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Bagaimanakah aku dapat melalui hari-hari tersulit yang membentang didepanku? Dari manakah datang pertolonganku dan bagaimana aku dapat meluputkan diriku dari bahaya bahkan maut yang mengancam hidupku? Mungkin pertanyaan-pertanya an seperti ini sedang bermain di benak Anda saat ini, namun ingatlah janji-janji Allah, percayai itu dan imani bahwa Ia adalah Gembala yang akan memelihara kita. Ia menuntun dan memberi makan umatNya, bahkan kadang-kadang dengan cara yang tidak pernah terpikirkan oleh kita, seperti yang pernah dialami oleh John Craig.

Craig lahir di Skotlandia pada tahun 1512, belajar diUniversitas St . Andrews dan kemudian melayani Tuhan. Karena usaha untuk semakin mengenal Kristus, ia akhirnya ditangkap dan dibawa sebagai tawanan ke Roma. Bukan hanya sebagai tawanan, ia bahkan dijatuhi hukuman mati. Malam itu tahun 1559, sementara menantikan eksekusi yang akan dijalaninya pada keesokan harinya, Craig mendengar berita bahwa Paus Paulus IV meninggal. Sudah menjadi kebiasaan bahwa jika Paus meninggal, maka penjara-penjara di Roma akan dibuka dan tahanan dibebaskan untuk sementara.

Craig melihat itu sebagai kesempatan untuk membebaskan diri, sehingga ia melarikan diri kesebuah penginapan dipinggir kota . Para prajurit tidak tinggal diam, mereka mengejar dan pemimpin pasukan berhasil menangkapnya. Pemimpin pasukan itu menatap lama wajah Craig, kemudian berkata: “Kamu ingat ketika menolong seorang serdadu yang terluka di Bologna dulu? Sayalah serdadu itu. Ini saatnya saya membalas budi baikmu, jadi sekarang kau bebas,” katanya. Pemimpin pasukan itu memberikan sejumlah uang kepada Craig dan menunjukkan kepadanya jalan untuk melarikan diri.

Untuk menghindari jalan umum, Craig mengambil jalan memutar dan dengan uang yang diberikan oleh pemimpin pasukan itu, ia membeli makanan. Ketika sendirian di hutan dengan kantong yang sudah kosong dan semangat yang patah, Craig merenung. Tiba-tiba ia mendengar bunyi langkah mendekatinya. Ia menjadi takut, tetapi saat melihat kebelakang ternyata ada seekor anjing membawa dompet dimulutnya dan mengibas-ngibaskan ekornya. Craig takut jebakan sehingga ia mengusir anjing tersebut, tetapi anjing itu bersikeras mengibaskan ekornya dan meninggalkan dompet itu dipangkuannya. Dengan uang tersebut ia bisa tiba di Austria , dan setelah Kaisar Maximilian mendengar khotbahnya, ia memberikan perlindungan kepadanya. Craig memberitakan Injil sampai saat ajalnya tiba di usia 88 tahun.

Pemeliharaan Tuhan kita selalu terbukti dan Ia akan memakai berbagai cara untuk menolong anak-anakNya. Gembala yang baik itu tidak akan membiarkan domba-dombaNya terlantar. Apakah yang membuat Anda kuatir saat ini? Kenaikan BBM? Ketika keadaan menjadi sulit, Ia ada untuk menolong kita. Jangan pernah ragukan kasihNya!

DOA: Bapa yang baik, ampunilah aku karena seringkali kekuatiran dan ketakutan lebih menguasaiku. Ajarku mempercayai kuasaMu. Dalam Nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

KATA-KATA BIJAK: Keajaiban terjadi ketika kuasa Allah bertemu dengan iman kita.
date
Yohanes 21: 15-19 - Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: /"Gembalakanlah domba-domba- Ku."* Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: /"Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?"* Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: /"Gembalakanlah domba-domba- Ku."* Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: /"Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?"*

Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: /"Apakah engkau mengasihi Aku?"* Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: /"Gembalakanlah domba-domba- Ku.* Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki." Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: /"Ikutlah Aku.

Seorang pemuda, sebut saja namanya Surtep, adalah pemuda yang saleh. Dia lahir, dibesarkan dan dididik di keluarga yagn belum menerima Yesus. Dalam hal sembahyang, tidak ada yang meragukan. Bahkan, sembahyang di tengah malam pun sudah menjadi bagian hidupnya. Tetapi, justru pada saat itulah Tuhan “menangkapnya” . Ditengah malam, saat sembahyang, tiba-tiba ada seseorang yang mendatanginya. Orang tersebut memakai jubah panjang. Cahaya terang yang memancar dari bagian muka membuat muka orang tersebut tidak kelihatan. Seakan tak percaya, Surtep sempat berdialog dengan orang tersebut. Dikemudian hari, Surtep baru sadar bahwa orang tersebut adalah Yesus. Ini terlihat dari kalimat terakhir yang diucapkanNya, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Surtep pun memutuskan untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya.

Setelah beberapa bulan, ternyata Surtep tidak tahan menghadapi banyaknya masalah dan tantangan sebagai pengikut Kristus. Surtep berdoa, “Tuhan, saya tidak kuat menghadapinya. Saya memutuskan untuk meninggalkan Engkau.” Setelah memutuskan untuk kembali kehidupan lama, masalah tidak berkurang, justru semakin bertambah. Masalah yang baru ini adalah sakit-penyakit. Ada tiga penyakit yang diderita Surtep, yaitu gatal-gatal di seluruh tubuh, pilek yang parah sehingga mengganggu pernafasannya dan sakit kepala yang parah. Penyakit yang ketiga ini membuat Surtep tidak bisa bangun dari tempat tidurnya dan memaksanya untuk keluar dari tempat dia bekerja. Surtep sangat tersiksa, tetapi justru kondisi seperti ini yang membawa Surtep untuk kembali kepada Yesus. Suatu hari, dengan digendong, Surtep dibawa ke gereja dan di gereja itu Surtep mengalami mujizat kesembuhan ilahi. Setelah sembuh Surtep memutuskan untuk turut melayani, khususnya di Komisi Pemuda. Surtep juga mengikuti pendidikan teologia. Dalam mimpi, seorang hamba Tuhan yang tidak suka dengan Surtep mendengar Yesus berkata, “Jangan apa-apakan dia, sebab dia anakKu.” Disamping itu, hamba Tuhan ini melihat Surtep membawa tongkat gembala dan inilah yang terus menjadi pergumulan Surtep.

Sampai disini ternyata Surtep belum tahan uji. Dia kalah oleh desakan orang tuanya untuk menikah dengan orang yang belum percaya. Tetapi, Roh Kudus selalu membisikkan kata-kata supaya Surtep kembali kepada Yesus. Surtep masih mengeraskan hati. Hingga suatu saat Yesus datang kepada istrinya melalui mimpi. “Jangan tahan dia, dia anakKu,” kata Yesus. Mula-mula istrinya menolak, tetapi lama-lama dia mengerti.

Satu pelajaran penting disini adalah ketika Tuhan sudah “menangkap” atau memanggil kita, tak seorangpun dapat lari dari tanganNya.

DOA: Bapa, aku bersyukur karena Engkau tidak membiarkanku lari dari hadapanMu. Saat ini aku menyerahkan diriku sepenuhnya kepadaMu. Dalam Nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
KATA-KATA BIJAK: Tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menangkap kembali orang yang meninggalkanNya.
Sumber : Manna surgawi
date

Kenalan yah teman-teman

Foto saya
Palu, Sulawesi-Tengah, Indonesia
Keingintahuan akan pengetahuan