JBlogs---Sejak Palestina dan Israel bertikai secara terbuka. Kedua negara saling melepaskan tembakan. Korban pun tidak terhindarkan. Rasa simpati terhadap Palestina datang dari seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Di Indonesia muncul demo di berbagai daerah untuk mengutuk Israel. Begitu pula ada sumbangan dana dari berbagai komponen masyarakat untuk rakyat Palestina. Bahkan Indonesia, melalui menteri pertahanan Yusgiantoro mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengirim pasukan perdamaian untuk menjaga wilayah Palestina.
date Sabtu, 11 Juli 2015

JBlogs--- Seperti yang diberitakan oleh Manado Post  bahwa pada Hari Sabtu (11/7) hari ini, 80 ribu lebih kepala keluarga di Minsel, bakal berbondong-bondong menuju pasar tradisional dan supermarket. Tujuannya tak lain untuk membeli berbagai kebutuhan. Mempersiapkan keperluan  merayakan pengucapan syukur, Minggu (12/7) esok. Estimasi Manado Post, pengucapan syukur diperkirakan menyedot anggaran sekira Rp60 miliar.
Angka ini merupakan hitungan terendah. Diperkirakan, dari 80 ribu lebih KK, ada 25 % tidak merayakan pengucapan.
Tiap keluarga yang akan merayakan pengucapan minimal menghabiskan Rp1 juta. Bila dikalikan 60 ribu KK, berarti anggaran berputar di tingkat pedagang mencapai Rp60 miliar. 

Diketahui, pekan berjalan ini para PNS menerima Rapel, gaji 13, dan perangkat desa menerima tunjangan. Tak mengherankan, perputaran uang saat pengucapan  mencapai puluhan miliar. Bupati Christiany Eugenia Paruntu SE mengimbau, agar masyarakat merayakan pengucapan secara sederhana dan tidak berfoya-foya. “Kita harus lebih memaknai pengucapan syukur lebih dalam. Ini merupakan ungkapan syukur kita masyarakat Minsel atas berkat telah diberi Tuhan, terhadap hasil pertanian dan perkebunan begitu melimpah. Saat ini sebagian wilayah di Minsel sedang  panen cengkih. Itu salah satu berkat Tuhan yang patut disyukuri,” ungkap Tetty.

Demikian dikatakan Pnt Franky Lelengboto. Menurutnya, pengucapan bukan  merupakan bentuk syukur atas seluruh berkat Tuhan. “Jangan nodai perayaan pengucapan syukur dengan pesta minuman keras, apalagi sampai mabuk-mabukan. Mari semua menjaga makna pengucapan syukur sesungguhnya,” tegas Lelengboto.

Ditempat terpisah Pdt Boy Runtuwene STh,  yang juga merupakan Ketua BMPJ GMIM Tiberias Sapa, angkat bicara mengenai seremonial tahunan ini. Menurut Pendeta Alumni STT INTIM Ujung Pandang ini,  mengatakan
bahwa  Ibadah Pengucapan Syukur berbeda dengan kata PENGUCAPAN SYUKUR yang sering masyarakat perbincangkan, sehingga pemaknaannya ada pada Ibadah dan bukan pada pengucapannya, ucap Pendeta Boy lewat status di akun Facebooknya
date
JBlogs---Ini adalah cerita yang diambil dari percakapan antara Tukang cukur dan Pelanggannya. Cerita ini biarlah menjadi sebuah motivasi iman kita agar lebih lagi mengandalkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan ini. Jangan nanti pada saat ketika kita mengalami hal atau suatu kondisi seperti pada cerita antara tukang cukur dan pelanggan-nya  dibawah ini.

Disebuah salon terkenal terdengarlah sebuah percakapan yang menarik;
 
Si tukang cukur bilang, "Saya tidak percaya Allah itu ada."
"Kenapa kamu berkata begitu?" timpal si customer.
"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan...
Untuk menyadari bahwa Allah itu tidak ada.
Katakan kepadaku, jika Allah itu ada, Adakah yang sakit?
Adakah anak terlantar?
Jika Allah ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan.
Saya tidak dapat membayangkan Allah Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi....
Si customer diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.
Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si customer pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.
Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar, gimbal, kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.
Si customer balik ke tempat tukang cukur dan berkata, "Kamu tahu, sebenarnya Tidak Ada Tukang Cukur."
Si tukang cukur tidak terima, "Kamu kok bisa bilang begitu?"
"Saya di sini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!"
"Tidak!" elak si customer.
"Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana", Si customer menambahkan.
"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!" Sanggah si tukang cukur.
"Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri.
"Cocok!" kata si customer menyetujui. "Itulah point utama-nya! Sama dengan Allah, Allah Itu Juga Ada! Tapi apa yang terjadi...
Orang-orang Tidak Mau Datang kepada-Nya, dan Tidak Mau Mencari-Nya.
Oleh karena itu, banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini."
Si tukang cukur terbengong!

Salam JBlogs
date

Kenalan yah teman-teman

Foto saya
Palu, Sulawesi-Tengah, Indonesia
Keingintahuan akan pengetahuan