“ Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” Ibrani 4:16

Untuk mendapatkan kasih dari raja Ahasyweros demi kepentingan umat Tuhan, Ester dengan sangat berani datang menghadap sang raja. Sesungguhnya sangat berbahaya menghadap raja jika tidak diundang. Sekalipun Ester adalah permaisuri raja, bila hati raja tidak berkenan bisa saja ia menerima hukuman mati. Tertulis: “ Semua pegawai raja serta penduduk daerah-daerah kerajaan mengetahui bahwa bagi setiap laki-laki atau perempuan, yang menghadap raja di pelataran dalam dengan tiada dipanggil, hanya berlaku satu undang-undang, yakni hukuman mati. Hanya orang yang kepadanya raja mengulurkan tongkat emas, yang akan tetap hidup.” ( Ester 4:11a-b ). Bisa dibayangkan betapa jantung Ester berdegup kencang kala itu, mengambil tindakan berani yang ber resiko tinggi yaitu kehilangan nyawa.

Adalah sangat kontras antara kegentaran hati Ester menghadap raja dengan kemantapan / keberanian yang kita peroleh sebagai orang Kristen untuk menghadap Bapa di sorga. Melalui pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib yang sekarang berada di sebelah kanan Allah Bapa sebagai Imam Besar Agung, kita dengan berani menghadap takhta kasih karunia Allah. Jadi, “...oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diriNya sendiri,” ( Ibrani 10:19-20 ). Kita dahulu memang orang-orang berdosa, tapi oleh kemurahan kasih karuniaNya kita menjadi ahli waris Kerajaan Allah. Dan akhirnya kita dapat menghadap hadirat Allah setiap saat untuk memperoleh pertolongan yang kita butuhkan. Luar biasa !

Oleh karenanya jangan pernah sia-siakan keselamatan yang telah dianugerahkan kepada kita. Namun masih banyak orang Kristen yang hidupnya sembrono dan tidak menghargai pengorbanan Kristus, bahkan ada yang sengaja meninggalkan Kristus hanya karena iming-iming harta, jodoh dan juga jabatan.

“Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.” Efesus 1:3
date Rabu, 28 April 2010
“Carilah dahulu Kerajaan Allah, maka semuanya itu akan di tambahkan kepadamu”
Matius 6 : 33

Saya seringkali mendengar kalimat ”uang bukanlah segalanya, tapi segalanya butuh uang”. Memang tak dapat di sangkal, bahwa untuk hidup kita membutuhkan uang . Untuk sekolah, untuk makan, bahkan untuk masuk ke toilet pun kita harus membayar, dll.

Saya pun teringat dengan sebuah ayat yang sering kita dengar dalam Mat 6 : 33, di dalam ayat tersebut berkata carilah dahulu Kerajaan Allah. Ayat tersebut merupakan salah satu prinsip Allah untuk kehidupan kita, juga membantu kita dalam menyusun prioritas hidup kita. Memang terlihat bertolak belakang dengan prinsip di dunia ini, no money no life. Akan tetapi perhitungan Tuhan bukanlah perhitungan yang biasa, namun luar biasa.

Salah satu tokoh alkitab yang hidupnya sukses adalah Ishak, dalam alkitab ia mempunyai banyak harta. Hal yang dilakukan Ishak untuk mencapai kesuksesannya hanya 3 hal, yaitu setiap ia berpindah tempat hal pertama yang ia lakukan adalah Membangun mezbah, setelah itu ia membangun kemah dan yang ketiga ia menyuruh hambanya untuk menggali sumur.

Yang di maksud dengan 3 hal di atas adalah bagaimana kita menyusun prioritas hidup kita dan menggunakan prinsip Allah dalam hidup kita:
1. Membangun mezbah berarti hubungan pribadi kita dengan Tuhan
2. Membangun kemah berarti pelayanan kita di dalam keluarga
3. Menngali sumur berarti pekerjaan kita atau pelayanan kita yang lainnya

Begitu banyak orang yang sudah menempatkan Tuhan di posisi paling atas dan mereka merasakan berkat yang luar biasa. Bagaimana dengan diri kita saat ini? Pilihan berada di dalam diri kita. Saya berharap kita pun bisa merasakan kesuksesan di dalam hidup kita dengan menerapkan apa yang di lakukan Ishak dan prinsip di dalam Tuhan ”Carilah dahulu Kerajaan Allah, maka semuanya itu akan di tambahkan kepadamu (Mat 6 : 33)”

Prinsip Tuhan adalah kunci kesuksesan dalam hidup

Sumber : Email
date

Kenalan yah teman-teman

Foto saya
Palu, Sulawesi-Tengah, Indonesia
Keingintahuan akan pengetahuan