Waktu lagi Ol di Fb e tiba2 ada yang bertanya :
"kk ad tips g pcrn jrak jauh dalam TUHAN^^????
tapi karena kebetulan saya lagi sibuk dan untuk menjelaskannya panjang maka saya merilis posting ini [bukan merilis album yah :) maklum suara pas-pasan] Tips yang saya berikan diambil dari berbagai sumber dan pengalaman yang aku alami.Ini adalah posting untuk menjawab pertanyaan dari Temanq yg baik
Y'Yoz Luplov Y'Yen kalau teman-teman mau add tinggal klik aja link yang berwarna tu :) kita lanjut,baik sekarang kita bahas pertanyaan dari teman kita diatas pertama kita harus mengerti dulu Tentang apa sih yang dimaksud dengan Pacaran Kristen??? nah berikut ini pembahasannya

1. Proses Peralihan dari “Subjective Love” ke “Objective Love.”

“Subjective love” sebenarnya tidak berbeda daripada manipulative love yaitu “kasih dan pemberian yang diberikan untuk memanipulir orang yang menerima”. Pemberian yang dipaksakan sesuai dengan kemauan dan tugas dari si pemberi dan tidak memperhitungkan akan apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh si penerima. Sesuai dengan “sinful nature”nya setiap anak kecil telah belajar mengembangkan “subjective love”. Dan “subjective love” ini tidak dapat menjadi dasar pernikahan. Pacaran adalah saat yang tepat untuk mematikan sinful nature tsb, dan mengubah kecenderungan “subjective love” menjadi “objective love”. Yaitu memberi sesuai dengan apa yang baik yang betul-betul dibutuhkan si penerima.

2. Proses Peralihan dari “Envious Love” ke “Jealous Love.”


“Envious” sering diterjemahkan sama dengan “jealous” yaitu cemburu. Padahal “envious” mempunyai pengertian yang berbeda. “Envious” adalah kecemburuan yang negatif yang ingin mengambil dan merebut apa yang tidak menjadi haknya. Sedangkan “jealous” adalah kecemburuan yang positif yang menuntut apa yang memang menjadi hak dan miliknya. Tidak heran, kalau Alkitab sering menyaksikan Allah sebagai Allah yang “jealous”, yang cemburu (misal: 20:5). Israel milik-Nya umat tebusan-Nya. Kalau Israel menyembah berhala atau lebih mempercayai bangsa-bangsa kafir sebagai pelindungnya, Allah cemburu dan akan merebut Israel kembali kepada-Nya.

Begitu pula dengan pergaulan pemuda-pemudi. Pacaran muda-mudi Kristen harus ditandai dengan “jealous love”. Mereka tidak boleh menuntut “sesuatu” yang bukan atau belum menjadi haknya (seperti: hubungan seksuil, wewenang mengatur kehidupannya, dsb). Tetapi mereka harus menuntut apa yang memang menjadi haknya, seperti kesempatan untuk dialog, pelayanan ibadah pada Allah dalam Tuhan Yesus, dsb.

3. Proses Peralihan dari “Romantic Love” ke “Real Love.”

“Romantic love” adalah kasih yang tidak realistis, kasih dalam alam mimpi yang didasarkan pada pengertian yang keliru bahwa “kehidupan ini manis semata-mata”. Muda-mudi yang berpacaran biasanya terjerat pada “romantic love”. Mereka semata-mata menikmati hidup sepuas-puasnya tanpa coba mempertanyakan realitanya, misal:

* apakah kata-kata dan janji-janjinya dapat dipercaya?
* apakah dia memang orang yang begitu sabar, “caring”, penuh tanggung jawab seperti yang selama ini ditampilkan?
* apakah realita hidup akan seperti ini terus (penuh cumbu-rayu, rekreasi, jalan-jalan, cari hiburan)?

Pacaran adalah persiapan pernikahan, oleh karena itu pacaran Kristen tidak mengenal “dimabuk cinta”. Pacaran Kristen boleh dinikmati tetapi harus berpegang pada hal-hal yang realistis.

4. Proses Peralihan dari “Activity Center” ke “Dialog Center.”

Pacaran dari orang-orang non-Kristen hampir selalu “activity- center”. Isi dan pusat dari pacaran tidak lain daripada aktivitas (nonton, jalan-jalan, duduk berdampingan, cari tempat rekreasi, dsb.), sehingga pacaran 10 tahun pun tetap merupakan 2 pribadi yang saling tidak mengenal. Sedangkan pacaran orang-orang Kristen berbeda. Sekali lagi orang-orang Kristen juga boleh berekreasi dsb, tetapi “center”nya (isi dan pusatnya) bukan pada rekreasi itu sendiri, tapi pada dialog yaitu interaksi antara dua pribadi secara utuh (Martin Buber, “I and Thou”, by Walter Kauffmann, Charles Scribner’s Sons, NY: 1970), sehingga hasilnya suatu pengenalan yang benar dan mendalam.

5. Proses Peralihan dari “Sexual Oriented” ke “Personal Oriented.”

Pacaran bukanlah saat untuk melatih dan melampiaskan kebutuhan seksuil. Orientasi dari kedua insan tsb, bukanlah pada hal-hal seksuil, tapi sekali lagi (seperti telah disebutkan dalam no. 4) pada pengenalan pribadi yang mendalam.

Jadi, masa pacaran tidak lain daripada masa persiapan pernikahan. Oleh karena itu pengenalan pribadi yang mendalam adalah “keharusan”. Melalui dialog, kita akan mengenal beberapa hal yang sangat primer sebagai dasar pertimbangan apakah pacaran akan diteruskan atau putus sampai disini.long distance relationship) menjadi suatu alternatif penyelesaian sebuah hubungan, entah karena beda kampus, beda tempak bekerja, tugas kerja dsb. Tipe pacaran jarak jauh terkadang memunculkan hal-hal tertentu yang tidak akan Anda alami pada Tipe pacaran biasa pada umumnya, baik positif (tidak cepat bosan, tidak monoton, memperluas wawasan, memercepat pendewasaan diri) maupun negatif (cemburu, curiga, rentan perselingkuhan, tidak begitu mengenal pribadi pasangan, boros biaya). Berikut ini adalah Tips efektif dalam menjalani tipe pacaran jarak jauh:
Tips Efektif Hubungan/Pacaran Jarak Jauh

1. Rencanakan Waktu Bertemu. Walaupun Anda terpisah oleh jarak yang jauh, Anda harus tetap mengagendakan waktu untuk tetap bertemu dengan pasangan. Entah itu di momen-momen tertentu seperti hari Ultahnya, Hari Lebaran atau sekedar menggunakan waktu-waktu libur kalender untuk saling bertemu, syukur-syukur setiap bulan atau setiap 2 minggu sekali. Karena kalau 1 minggu sekali setiap weekend, Anda mungkin terbebani biaya pulang-pergi dan sekaligus dengan jeda waktu yang tidak terlalu dekat tersebut, Anda bisa memberikan kesempatan pada pasangan untuk bersosialisasi dengan lingkungannya di hari sabtu-minggu. Dan terkadang menjemput pacar di stasiun/bandara akan menjadi sebuah momen yang pasti Anda rindukan. Percayalah!

2. Keep In Touch. Tanaman yang hanya ditanam dalam sebuah pot tanpa disiram dan dipupuk lambat laun akan layu juga. Demikian dengan perasaan Anda dan pasangan. Maka usahakan untuk selalu saling ‘menyapa’. Kapan pun itu, dimana pun itu dan apa pun itu. Toh sekarang fasilitas gudget sudah dapat mengakomodasi seluruh kebutuhan Anda dalam hal komunikasi. Anda bisa memberikan perhatian-perhatian kecil dengan sekedar 1) mengirimkan sms berisi, “Pagi Hunny, ayuk sholat subuh dulu, ntar bobo lagi gpp deh : )” atau “Jangan telat maem siang ya, nt maagnya kambuh loh”, dsb. 2) Mengirimkan MMS saat Anda tengah berada di suatu tempat yang unik sambil tuliskan pesan, “Hai…kapan2 kita kesini ya, tempatnya asyik!” 3) Gunakan jaringan internet seperti e-mail dan facebook untuk saling menyapa. 4) Telepon merupakan media yang paling interaktif yang bisa digunakan. Sekedar “Say Hi” bisa Anda lakukan kapan-kapan, namun untuk telepon yang membutuhkan waktu lama bisa Anda pilih waktunya pada jam-jam tertentu atau menggunakan operator telepon yang murah untuk hubungan interlokal.

3. Dekati Lingkungannya. Untuk membangun chemistry yang lebih kuat antara Anda dan pasangan, cobalah untuk membangun kedekatan dengan lingkungannya, baik lingkungan keluarga ataupun teman-teman kantornya. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk membuat ikatan yang lebih erat, sehingga membuat pasangan Anda berpikir walaupun berjarak jauh Anda tidak akan pernah ‘asing’ baginya.

4. Update Informasi Tempat-Tempat Menarik. Ada baiknya Anda selalu update informasi seputar tempat-tempat wisata yang mungkin bisa Anda kunjungi bersama pasangan, sehingga akan selalu memberikan hal-hal baru setiap bertemu. Hal-hal baru akan membuat acara pacaran Anda semakin menarik, tidak monoton dan membosankan, misalnya, tempat makan baru dengan menu unik, cineplex XXI yang baru saja dibuka di tempat Anda, dsb.

5. Sambil Menyelam Minum Air. Dengan pacaran jarak jauh, Anda bisa semakin memperkaya wawasan Anda, setidaknya Anda belajar tentang bagaimana suasana kota dimana pacar Anda tinggal, Angkutan apa saja bisa Anda tempuh untuk sampai ke rumahnya, bagaimana kultur dan adat istiadat masyarakat di sana, dsb. Apabila misalnya pacar Anda membutuhkan Anda untuk membawa kendaraan pribadi, setidaknya Anda akan ‘dipaksa’ belajar berani untuk membawanya ke kota pacar Anda tinggal, tentunya dengan mempelajari persiapan yang harus Anda lakukan untuk perjalanan jauh tersebut.selain itu juga Pacaran jarak jauh juga dapat menguji kesetiaan dan keserasian pasangan serta dapat mengantisipasi dan memperkuat hubungan yang telah di jalin, Beberapa Trik ini diambil dari saran beberapa pakar Psikologi dan tidak diragukan lagi karena saran dan trik serta tips sebelumnya telah diteliti dari beberapa sample pasangan yang menjalani hubungan aau cinta jarak jauh diantaranya:

1. Jelaskan ekspektasi sejak awal
Jangan bertele-tele, rencanakan masa depan sejak dini. Menurut Dr. Greg Guldner, direktur Center for the Study of Long-Distance Relationships, yang membedakan antara pasangan yang berhasil dan tidak berhasil menjalani LDR adalah: peraturan dasar. Dr. Guldner menjelaskan, sekitar 70% pasangan LDR yang tidak mengatur perjanjian sejak mula, rata-rata putus hubungan setelah 6 bulan. Tentunya yang terpenting untuk dilakukan adalah membicarakan peraturan dasar, seperti: apakah hubungan ini eksklusif atau terbuka? Setiap berapa kali sehari memberikan kabar, lewat e-mailkah, lewat SMS-kah? Kapan jadwal bertemu?

2. Ekspresikan Diri
Pasangan yang tinggal berdekatan saja sering mengalami kesulitan untuk bertemu dan mengekspresikan cinta kasih mereka. Jadi, bayangkan bagaimana sulitnya pasangan LDR untuk bertatap muka apalagi bersentuhan. Dr. Gary Chapman, penulis The Five Love Languages for Singles mengatakan, “Penting untuk mengetahui cara membuat pasangan kita merasa dihargai dan dicintai. Terlebih lewat kata-kata. Misalnya, ‘Jika kamu ada di sisiku saat ini, aku akan memberimu ciuman di keningmu’.” Ia juga menyarankan untuk saling berbagi kisah yang dihadapi sehari-hari kepada pasangan. Ini perlu dilakukan untuk menjaga kedekatan, sehingga ketika Anda dan pasangan bertemu ada hal-hal yang bisa diceritakan dan menghindari keadaan yang membuat Anda merasa seperti orang asing. Tak hanya lewat e-mail, surat konvensional pun sama serunya untuk membuat hubungan Anda terasa lebih personal dengan membaca goresan tangannya. Selipkan potongan surat kabar yang lucu atau puisi karangan Anda yang ditulis di atas daun. Anda bisa lebih kreatif melalui surat konvensional.

3.Buat/Beri sebuah kejutan
Kejutan seringkali menjadi penyegar suatu hubungan. Untuk yang jarak jauh bisa memanfaatkan jasa pengiriman. Sesekali mengirim bunga bisa menjadi penawar rindu yang romantis. Jika memang ada waktu yang cukup untuk liburan kejutkan dia dengan datang ke kotanya. Tapi ingat juga kesibukannya, jangan terlalu banyak menuntut waktunya. Jika memungkinkan, cari tahu dulu jadwal dia pada hari itu. Kunjungan anda juga tak perlu lama-lama, yang penting perasaan rindu sudah terobati.

4. Nikmati kebebasan Anda
Hidup terlalu berdekatan dengan pasangan pun bisa jadi hal yang menyulitkan untuk masing-masing bisa bertumbuh secara pribadi maupun profesional. Hidup terpisah memang sulit, namun memberikan ruang kita secara pribadi untuk bertumbuh tapi tetap berada dalam sebuah hubungan. Seiring waktu berjalan, Anda akan saling mempelajari sikap dan sifat pasangan, hingga pada akhirnya jika memutuskan untuk hidup bersama, hal ini bukan lagi menjadi sebuah “pengorbanan” namun sebuah kompromi.

5.Percaya dan Sabar
Ketika sudah berkomitmen untuk hubungan jarak jauh, kepercayaan pada pasangan sangat penting. Jika tak bisa percaya pada pasangan sebaiknya anda berpikir dua kali sebelum menjalani hubungan jarak jauh. Anda bisa lelah sendiri disiksa kecurigaan dan kecemburuan karena tak bisa selalu mengawasi sang kekasih. Jika ada perasaan curiga atau gelisah, langsung ungkapkan kepadanya. Jangan dipendam sendiri dan berkembang menjadi masalah.

Keadaan emosi memang sulit dikontrol. Kadang kesal sedikit bisa jadi masalah. Khusus untuk pasangan jarak jauh, kesabaran adalah aspek yang penting. Seperti dilansir lovearticle, Rabu (21/9/2005), emosi pasangan pada hubungan jarak jauh lebih mudah meledak. Padahal seharusnya pasangan tersebut sangat menghargai saat-saat ketika mereka bertelepon atau bertemu.

Karena itu, jika timbul masalah sebaiknya coba bersabar dan jangan langsung meledak. Ingat, pertemuan dan komunikasi yang cukup sulit sebaiknya diisi dengan hal-hal yang menyenangkan supaya hubungan lebih mesra. Selalu akhiri pembicaraan dengan kata-kata yang manis.

6. Buat jadi lebih menyenangkan
Anda bisa membuat keadaan lebih menyenangkan dengan membuat kejutan-kejutan untuk si dia. Bisa dengan memberikan hadiah-hadiah yang dikirimkan sewaktu-waktu. Ini penting untuk membuat ia merasa bahwa Anda memikirkan dia. Namun perlu diingat: beri jarak waktu. Jangan sampai ia merasa Anda membombardirnya. Berikan hadiah-hadiah yang dibuat personal, seperti buku yang sudah lama ingin ia baca, video berisi pesan, cokelat yang Anda buat sendiri, foto Anda berdua, liontin kunci, puisi buatan Anda sendiri, perhiasan bergrafir, bunga berisi pesan, dan lainnya. Semakin personal hadiah yang Anda buat, semakin besar dampak yang akan diterima oleh si dia.

Siapa yang tak suka kejutan manis? Kejutan bisa jadi menyenangkan karena tak disangka-sangka dan melambangkan betapa si pemberi kejutan sangat memerhatikan orang itu. Coba: buat iklan di koran nasional atau koran lokal tempat si dia yang isinya betapa Anda sangat menyayangi dia. Atau buat perjalanan mendadak ke tempatnya. Atau buat video pesan yang menyatakan perasaan Anda dengan cara tersendiri. Atau kirimkan hadiah ke rumahnya saat ia sedang mengunjungi Anda, hingga begitu ia sampai di rumahnya, hadiah tersebut sudah menunggunya. LDR bisa berhasil jika Anda dan pasangan bersedia menyiapkan waktu dan usaha untuk membuatnya berjalan baik.

Tapi inti dari semua resep diatas adalah KEPERCAYAAN,KASIH SAYANG dan KESABARAN dalam TUHAN
date Selasa, 23 Maret 2010
Apakah saudara pernah mendengar apa yang sering di sebut orang sebagai "kisah cinta yang paling unik pada abad ke-XX ?" Kisah ini terjadi kurang dari lima puluh tahun yang lalu di negeri Inggris. Pada waktu itu yang menjadi raja Inggris adalah raja George V yang sudah cukup lanjut usianya. Putra mahkota yang tampan dan diharapkan untuk menggantikan kedudukan sang ayah ialah Pangeran dari Wales atau Prince of Wales. Sebagai putra mahkota, Prince of Wales tentu saja menjadi pusat perhatian orang di mana pun saja ia berada. Segala gerak-geriknya tidak luput dari pandangan umum, apalagi bagi para wartawan yang selalu giat menguber berita baru.

Oleh karena itulah maka perkenalan sang Pangeran dengan keluarga Ernest Aldrich Simpson tidak luput dari pembicaraan masyarakat Inggris. Perkenalan tersebut terjadi di istana kerajaan dan rupa-rupanya sang Pangeran menaruh rasa simpati yang besar kepada tuan dan nyonya Simpson yang berasal dari Amerika itu. Kejadian tersebut terjadi pada tahun 1931, dan persahabatan Prince of Wales dengan keluarga Simpson ternyata dijalin terus dengan erat. Pada tahun 1936, terjadilah keretakan di dalam tubuh keluarga Simpson dan Ny Wallis Warfield yang sebelum pernikahannya dengan tuan Simpson juga pernah menikah, kini ia menjadi seorang janda yang tidak terikat lagi kepada suaminya.

Ny. Wallis Warfield Simpson ini sebenarnya bukanlah seorang wanita yang cantik jelita; namun ia cukup anggun, luwes, kulitnya lembut dan rambutnya bagus. Nah, janda yang sudah bercerai dua kali ini justru memikat perhatian putra mahkota kerajaan Inggris, sehingga menimbulkan reaksi keras di kalangan masyarakat, yang tidak menyukai hubungan putra mahkota dengan janda itu. Pada tanggal 20 Januari 1936, baginda George V meninggal dunia, dan putra mahkota, Prince of Wales yang ketika itu berusia 42 tahun dicalonkan untuk menjadi raja menggantikan sang ayah dengan gelar Edward VIII. Penobatannya sebagai raja akan dilaksanakan pada bulan Mei tahun berikutnya, tetapi ada satu hal yang harus diputuskan oleh raja yang baru ini; pemerintahan yang dipimpin oleh perdana menteri, tokoh-tokoh keagamaan dan semua badan resmi di Inggris tidak menyukai rencana pernikahannya dengan Ny. wallis Simpson. Mereka menyatakan bahwa rakyat biasa, yang sudah dua kali bercerai, dan lagi orang Amerika (bukan Inggris) adalah tidak mungkin menjadi ratu Inggris. Keadaan menjadi cukup tegang........apakah yang akan terjadi? Raja harus memilih satu di antara dua: tetap menjadi raja Inggris dengan segala kemewahan dan kemuliannya atau menikah dengan Wallis Simpson yang berarti kehilangan tahtanya. Sungguh suatu pilihan yang berat bukan? Wallis yang pada waktu itu berada doi Perancis mengirimkan pesan kepada kekasihnya supaya ia mau mendengarkan pendapat masyarakat Inggris dan jangan meninggalkan tahta hanya karena dirinya. Tetapi, apakah yang diperbuat oleh Edward VIII ini ? Ia akhirnya memutuskan untuk meninggalkan tahtanya............ya, melepaskan jabatan serta kedudukannya yang begitu tinggi sebagaia raja Inggris dan mengawini nyonya Wallis Warfield Simpson yang begitu dikasihinya. Semua orang menjadi terpukau. Sungguh besar pengorbanan yang diperbuat sang raja. Sungguh indah cinta kasih sang raja kepada calon istrinya. Pasangan yang berbahagia ini menikah pada tanggal 3 Juni 1937, dan setelah itu bekas raja itu ditunjuk dengan gelar Duke of Windsor. Mereka akhirnya memutuskan untuk tinggal di suatu tempat di pinggir kota Paris sambil melewatkan hidup mereka dengan tenteram dan bahagia. Saudara, sungguh tepat kalau orang menyebut kisah cinta raja Inggris dengan janda yang sudah 2 kali bercerai itu sebagai "kisah cinta yang paling unik pada abad itu", bukan ? Lihatlah pengorbanan dari sang raja yang demikian besarnya.

Namun masih ada satu kisah yang tak kalah uniknya dari kisah cinta raja Inggris itu. Hal ini diungkapkan di dalam surat 1 Yohanes 4:10, "Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus anakNya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita," Ini benar-benar adalah suatu berita yang sangat unik. Allah mengasihi manusia, kita semua, manusia yang penuh dengan dosa, yang tidak mau mengasihi Allah. Kalau raja Inggris megnasihi Ny. Wallis, itu masih dapat dimengerti karena Ny. Wallis juga mencintai sang Raja. Tetapi berita tentang Allah yang megnasihi kita, padahal kita sering kali hidup dalam kegelapan dan tidak mengasihi Allah, itu sesungguhnya adalah satu hal yang luar biasa. Jelas meskipun kia penuh dengan dosa, Allah tetap megnasihi kita. Dan buktinya Allah telah mengutus AnakNya yaitu Tuhan Yesus Kristus datang ke dunia sebagai pendamai antara Allah danh manusia supaya ada satu hubungan yang mesra kembali antara manusia dengan Allah. Bagaimana caranya? Dengan memberikan keampunan dosa bagi manusia yang mau menerima kasih Allah ini. Allah mengasihi saudara. Sadarkah akan hal ini? Apakah saudara pernah memikirkan hal ini?
date Senin, 22 Maret 2010
Beberapa tahun yang lalu di Amerika Serikat pernah diadakan suatu sayembara untuk melukis tentang hal "damai" yang diikuti oleh berpuluh-puluh pelukis. Oleh pihak panitia mereka diberi keluasan untuk mencurahkan isi hati dan pikirannya dalam bentuk-bentuk lukisan yang menggambarkan tentang damai yang sejati. Para peserta berusaha sekuat tenaga untuk memenangkan sayembara itu sehingga panitia penyelenggara cukup sibuk menyeleksi lukisan manakah kiranya yang berhak mendapatkan penghargaan utama. Akhirnya setelah dipertimbangkan dengan seksama, panitia telah menentukan tiga buah lukisan yang layak untuk diberi penghargaan. Lukisan yang pertama menggambarkan seorang laki-laki sedang duduk setengah berbaring di bawah pohon yang rimbun di tepi sebuah anak sungai. Sebuah pancing terletak di tangannya dan topi jerami menudungi wajahnya dari terik sinar matahari. Udara cerah dan burung-burung berkicau nyaring. Semuanya kelihatan tenang dan damai sehingga laki-laki itu tertidur dengan lelap. Bukankah ini menggambarkan suatu suasana damai yang meyakinkan? Lukisan yang kedua menggambarkan suatu daerah pertanian yang sangat permai. Gunung-gunung yang hijau dan subur di latar belakang lukisan ini, dan sebuah rumah petani yang sederhana kelihatan di bagian depan lukisan ini. Tak ketinggalan panorama padang rumput yang hijau menyegarkan mata serta seekor lembu sedang asyik menikmati rumput yang segar itu. Tak jauh dari situ ada sebuah anak sungai kecil yang airnya demikian jernih dan menyegarkan. Angin bertiup sepoi-sepoi dan udara cerah segar. Semuanya diliputi damai yang mengesankan. Bukankah ini juga merupakan suatu gambaran yang sangat tepat mengenai damai? Lukisan yang ketiga ternyata menggambarkan damai itu dengan suatu cara yang sangat berlainan dengan dua pelukis yang terdahulu. Ia menggambarkan angin ribut yang sangat dahsyat. Sebatang pohon besar sedang diamuk angin yang tak mengenal belas kasihan. Hujan lebat disertai guntur sambung-menyambung memperburuk suasana yang memang sudah buruk. Di latar belakang dilukiskan langit yang gelap penuh awan yang tidak memberikan pengharapan yang pasti. Tetapi yang sangat mengesankan ialah bahwa di salah satu cabang dari pohon itu ada sebuah sarang burung yang didalamnya terdapat 2 ekor anak burung kecil yang sedang bersiul dengan mulut terbuka, menantikan kedatangan induknya yang biasa membawakan makanan untuknya. Begitu tenang dan sejahtera nampaknya kedua ekor anak burung itu; mereka tidak menhiraukan bahaya angin ribut yang menderu-deru itu. Setelah berunding dan mempertimbangkan segala sesuatunya panitia mengambil keputusan bahwa lukisan yang ketiga inilah yang mendapat penghargaan utama, sebab mereka berpendapat bahwa gambaran yang diberikannya itu sangat tepat melukiskan apa yang dimaksudkan dalam sayembara untuk melukiskan tentang hal damai itu. Banyak orang merasa heran dengan keputusan panitia ini dan meeka bertanya: Mengapa justru lukisan yang ketiga itu yang menjadi juara pertama? Panitia menjawab: Ya, karena kedua anak burung itu menunjukkan damai yang sejati. ditengah angin riut yang menggelora, mereka masih dapat terus berkicau dengan damainya. Setelah mendapat keterangan demikian, tak ada seorangpun yang menyangsikan keputusan panitia. Mereka yakin bahwa keputusan itu memang benar, sebab damai yang sejati hanyalah dapat dinyatakan di dalam keadaan seperti yang dilukiskan oleh lukisan yang ketiga itu. Bukankah kita sekalian juga sangat menginginkan rasa damai, sejahtera seperti yang digambarkan oleh kedua ekor burung di tengah badai yang dahsyat itu? Sering kali hati kita menjadi bimbang, risau serta gundah-gulana menghadapi keadaan di dalam dunia di mana kita hidup ini. Bahkan tidak jarang pula ada orang-orang yang mengambil keputusan nekad, membunuh diri oleh karena putus asanya sudah tidak tertahankan lagi. Di dalam koran kedaulatan rakyat beberapa waktu yang lalu ada berita mengenai seorang ayah berusia 40 tahun yang membunuh dirinya sendiri oleh karena menghadapi pengangguran yang tidak dapat diatasinya. Jelaslah kita sekalian membutuhkan damai, sejahtera dan ketentraman itu. Tuhan Yesus dalam Yohanes 16:33 telah mengatakan sebagai berikut: "Didalam dunia ini kamu merasai sengsara, tetapi tetapkanlah hatimu karena Aku telah mengalahkan dunia ini....... dan di dalam Aku kamu sentosa."
Matius 11:28 -----"Marilah kamu, hai yang berlelah dan menanggung berat, Aku akan memberikan damai dan sentausa kepadamu."
date
Pasar malam dibuka di sebuah kota. Penduduk menyambutnya dengan gembira. Berbagai macam permainan, stand makanan dan pertunjukan diadakan. Salah satu yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat.

Begitu banyak orang setiap malam menyaksikan unjuk kekuatan otot manusia kuat ini. Manusia kuat ini mampu melengkungkan baja tebal hanya dengan tangan telanjang. Tinjunya dapat menghancurkan batu bata tebal hingga berkeping-keping. Ia mengalahkan semua pria di kota itu dalam lomba panco. Namun setiap kali menutup pertunjukkannya ia hanya memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia memeras jeruk tersebut hingga ke tetes terakhir. 'Hingga tetes terakhir', pikirnya.

Manusia kuat lalu menantang para penonton: "Hadiah yang besar kami sediakan kepada barang siapa yang bisa memeras hingga keluar satu tetes saja air jeruk dari buah jeruk ini!"

Kemudian naiklah seoranglelaki, seorang yang atletis, ke atas panggung.

Tangannya kekar. Ia memeras dan memeras... dan menekan sisa jeruk... tapi tak setetespun air jeruk keluar. Sepertinya seluruh isi jeruk itu sudah terperas habis. Ia gagal. Beberapa pria kuat lainnya turut mencoba, tapi tak ada yang berhasil. Manusia kuat itu tersenyum-senyum sambil berkata : "Aku berikan satu kesempatan terakhir, siapa yang mau mencoba?"

Seorang wanita kurus setengah baya mengacungkan tangan dan meminta agar ia boleh mencoba. "Tentu saja boleh nyonya. Mari naik ke panggung." Walau dibayangi kegelian di hatinya, manusia kuat itu membimbing wanita itu naik ke atas pentas. Beberapa orang tergelak-gelak mengolok-olok wanita itu. Pria kuat lainnya saja gagal meneteskan setetes air dari potongan jeruk itu apalagi ibu kurus tua ini. Itulah yang ada di pikiran penonton.

Wanita itu lalu mengambil jeruk dan menggenggamnya. Semakin banyak penonton yang menertawakannya. Lalu wanita itu mencoba memegang sisa jeruk itu dengan penuh konsentrasi. Ia memegang sebelah pinggirnya, mengarahkan ampas jeruk ke arah tengah, demikian terus ia ulangi dengan sisi jeruk yang lain. Ia terus menekan serta memijit jeruk itu, hingga akhirnya memeras... dan "ting!" setetes air jeruk muncul terperas dan jatuh di atas meja panggung.

Penonton terdiam terperangah. Lalu cemoohan segera berubah menjadi tepuk tangan riuh.

Manusia kuat lalu memeluk wanita kurus itu, katanya, "Nyonya, aku sudah melakukan pertunjukkan semacam ini ratusan kali. Dan, banyak orang pernah mencobanya agar bisa membawa pulang hadiah uang yang aku tawarkan, tapi mereka semua gagal. Hanya Anda satu-satunya yang berhasil memenangkan hadiah itu.

Boleh aku tahu, bagaimana Anda bisa melakukan hal itu?"

"Begini," jawab wanita itu, "Aku adalah seorang janda yang ditinggal mati suamiku. Aku harus bekerja keras untuk mencari nafkah bagi hidup kelima anakku. Jika engkau memiliki tanggungan beban seperti itu, engkau akan mengetahui bahwa selalu ada tetesan air walau itu di padang gurun sekalipun. Engkau juga akan mengetahui jalan untuk menemukan tetesan itu. Jika hanya memeras setetes air jeruk dari ampas yang engkau buat, bukanlah hal yang sulit bagiku". Selalu ada tetesan setelah tetesan terakhir. Aku telah ratusan kali mengalami jalan buntu untuk semua masalah serta kebutuhan yang keluargaku perlukan. Namun hingga saat ini aku selalu menerima tetes berkat untuk hidup keluargaku. Aku percaya Tuhanku hidup dan aku percaya tetesan berkat-Nya tidak pernah kering, walau mata jasmaniku melihat semuanya telah kering. Aku punya alasan untuk menerima jalan keluar dari masalahku. Saat aku mencari, aku menerimanya karena ada pribadi yang mengasihiku.

"Bila Anda memiliki alasan yang cukup kuat, Anda akan menemukan jalannya", demikian kata seorang bijak.

Seringkali kita tak kuat melakukan sesuatu karena tak memiliki alasan yang cukup kuat untuk menerima hal tersebut.

(Bits & Pieces, The Economics Press)
date
"Orang lebih dahulu dipengaruhi oleh apa yang mereka lihat," Anda bisa mempercayai pernyataan ini atau tidak, tetapi itulah kenyataannya. Jika Anda saat ini memiliki anak maka Anda akan melihatnya. Tidak peduli apa yang Anda perintahkan supaya dilakukan oleh anak-anak Anda, kecenderungan alami mereka adalah mengikuti apa yang mereka lihat Anda kerjakan.

Bagi sebagian besar orang, jika mereka melihat bahwa Anda bersikap positif, dapat dipercaya, dan mempunyai kualitas-kualitas mengagumkan, mereka akan mencari Anda sebagai pengaruh dalam kehidupan mereka. Saat Anda bertemu dengan orang-orang yang belum mengenal Anda, pada mulanya Anda pasti belum mempunyai pengaruh pada mereka. Orang-orang ini belum bisa melihat kualitas yang Anda di dalam diri, namun hal itu tidak akan berlangsung lama.

Pada saat berinteraksi dan mereka melihat segala tindakan Anda yang membangun kehidupan mereka maka disitulah Anda mendapatkan kepercayaan. Kepercayaan inilah yang sebenarnya membuat Anda memiliki pengaruh terhadap orang-orang di sekitar Anda. Oleh karena itu, jagalah kepercayaan yang mereka berikan dengan cara hidup benar di hadapan Tuhan.

"Dengan kata-kata saja seorang hamba tidak dapat diajari, sebab walaupun ia mengerti, namun ia tidak mengindahkannya."

Keteladanan yang Anda tampilkan melalui perbuatan memiliki pengaruh sangat besar dibandingkan perkataan yang indah dan enak didengar.
date
Ada kekuatan di dalam cinta, dan orang yang sanggup memberikan cinta adalah orang yang kuat, karena ia bisa mengalahkan keinginannya untuk mementingkan diri sendiri.

Ada kekuatan dalam tawa kegembiraan, dan orang yang tertawa gembira adalah orang yang kuat karena ia tidak pernah terlarut dengan tantangan dan cobaan.

Ada kekuatan di dalam kedamaian diri, dan orang yang dirinya penuh damai bahagia adalah orang yang kuat karena ia tidak pernah tergoyahkan dan tidak mudah diombang-ambingkan.

Ada kekuatan di dalam kemurahan, dan orang yang murah hati adalah orang yang kuat karena ia tidak pernah menahan mulut dan tangannya untuk melakukan yang baik bagi sesamanya.

Ada kekuatan di dalam kebaikan, dan orang yang baik adalah orang yang kuat karena ia selalu mampu melakukan yang baik bagi semua orang.

Ada kekuatan di dalam kesetiaan, dan orang yang setia adalah orang yang kuat karena ia bisa mengalahkan nafsu dan keinginan pribadi dengan kesetiaannya kepada Tuhan dan sesama.

Ada kekuatan di dalam kelemah-lembutan, dan orang yang lemah lembut adalah orang yang kuat, karena ia bisa menahan diri untuk tidak membalas dendam.

Ada kekuatan di dalam penguasaan diri, dan orang yang bisa menguasai diri adalah orang yang kuat karena ia bisa mengendalikan segala nafsu keduniawian.

Di situlah letak dimana semua Kekuatan Sejati berada...

Sadarilah Anda juga memiliki cukup kekuatan untuk mengatasi segala masalah Anda. Dimanapun juga, seberat dan serumit apapun juga.
date Minggu, 21 Maret 2010
Benarkah bahwa kita tak pernah terlalu tua untuk memulai karir baru atau membuat perubahan dramatis dalam kehidupan kita? Bagaimana jika kita berusia 72 atau bahkan 82 tahun? Apakah seusia itu kita terlambat untuk mempelajari bahasa baru? Ah, tidak juga. Dua ratus tahun lalu negarawan Roma, Cato, mempelajari bahasa Yunani pada usia 80 tahun. Bisakah kita lebih kreatif di usia itu? Bagaimana dengan Goethe? Mahakaryanya, ‘Faust’ belum sempurna hingga ia berusia 80 tahun. Dan Michelangelo berusia 71 tahuh ketika ia melukis Kapel Sistine.

Butuh contoh lebih banyak? Luigi Cornaro, seorang terpelajar dari Venesia, mulai menulis geriatrik pada usia 83 tahun. Risalah klasiknya ‘The Joys of Old Age’ ditulis [ada tahun 1562 ketika ia berusia 95 tahun! Di era modern, seorang filosof besar, ahli matematik, dan pecinta perdamaian, Bertrand Russell, berpartisipasi dan ditahan dalam sebuah demonsttasi anti nuklir ketika ia berusia 89 tahun. Dan tentu saja kita tak bisa melupakan Nenek Moses, yang mulai melukis di usia 80. Tahukan anda bahwa sekitar 25% lukisannya yaitu sebanyak 1,500 lukisan dibuatnya setelah ia berusia 100 tahun? Kemudian ada Henry Little, seorang Presiden Direktur dari The Institution for Savings di Newburyport, Massachusetts, memutuskan untuk pensiun sehingga orang yang lebih muda bisa mengambil alih. Tuan Little pensiun ketika ia berusia 102 tahun! Orang lebih muda yang ia maksud ternyata berusia 83 tahun.

Sedikit Pelajaran

Apa yang bisa kita pelajari dari contoh-contoh di atas?

Mereka semua sangat berhasrat tinggi dalam melakukan apa yang meraka kerjakan. Hasrat atau passion adalah sumber energi dan membuat seseorang tetap awet muda, sebagaimana yang ditulis Benjamin Franklin,

“Mereka dengan cinta mendalam tak pernah tua, mungkin saja mereka meninggal karena usia tua, tapi sesungguhnya mereka mati muda.”

Mereka juga menyadari, bahwa lebih baik menjadi 70 tahun lebih muda daripada berusia 40 tahun, sehingga mereka tidak membiarkan usia menghambat mereka untuk mengejar mimpi. Mereka memahami bahwa tak ada kata terlambat untuk mulai mengerjakan sesuatu, dan saat ini lah waktu untuk bertindak. Tidak seperti King Richard II, mereka tidak pernah berkeluh kesah,

“Aku menyia-nyiakan waktu, dan sekarang waktu lah yang menyia-nyiakan aku”

Pelajaran lain yaitu ketika peluang muncul, mereka terjun ke dalamnya. Memang, pasti ada resiko di dalamnya, tapi mengapa kita takut akan kehidupan? Kematian, mungkin, tapi tidak dengan kehidupan. Rita Coolidge menyadari pentingnya hal ini ketika ia berkata,

“Terlalu sering peluang datang mengetuk, tapi saat kita melepas rantai, melepas gembok, membuka kunci dan mematikan alarm pencuri, saat itu sudah terlambat.”

Satu hal, bahwa obat mujarab untuk tetap awet muda adalah pengalaman dan pengetahuan baru yang kita dapat setiap hari. Rupanya Henry Ford merasakan hal serupa, ketika ia berkata,

“Siapapun yang berhenti belajar adalah kaum tua, tak peduli terjadi di usia 20 atau 80. Siapapun yang tetap belajar tidak cuma awet muda tapi tetap bernilai, tanpa memperhatikan kapasitas fisiknya.”

Pada akhirnya, ada pepatah yang patut dipertimbangkan,

“Ketika kau lihat orang tua yang ramah tamah, berwatak halus, mantap, berisi, dan mempunyai selera humor yang baik, yakinlah bahwa kemudaan, kemurah hatian, dan kesabaranlah yang mereka miliki. Pada akhirnya mereka tidak meratapi masa lalu, juga tidak takut pada masa depan; mereka seperti waktu malam di ujung hari yang menyenangkan.”

date
Bertahun-tahun yang lalu, aku kehilangan banyak uang dalam bisnis.
Itu merupakan kerugian besar bagi saya. Pada saat itu, aku kehilangan hampir seluruh harta.
Aku tergoda untuk bermuram, untuk merajuk, dan membawa beban berat untuk waktu yang lama.
Sebenarnya aku membiarkan diriku berduka untuk sesaat, yang menurutku cukup sehat.
Tapi aku memutuskan untuk tidak bersedih terlalu lama, atau aku akan terjebak selamanya.

Setelah beberapa waktu, aku menyatakan, "Allah mempunyai sesuatu yang lebih baik untukku."
Aku memilih untuk tersenyum. Aku memilih untuk melihat sisi terang. Aku memilih untuk percaya bahwa bisnis yang lebih baik akan datang. Bahkan, aku mulai menyatakan sesuatu yang luar biasa. Aku berkata, "Aku akan mendapatkan
sepuluh kali lipat dari apa yang telah hilang!"

Kemudian minggu itu, seorang teman bertanya padaku, "Apakah benar bahwa Anda kehilangan banyak uang dalam bisnis?"
Aku berkata, "Ya, benar."
"Itu terjadi pada Anda juga, ya? Saya pikir orang-orang seperti Anda dibebaskan dari hal-hal ini. Jadi kenapa kamu tersenyum? "
"Karena aku percaya Tuhan sedang mengarahkan saya untuk bisnis yang lebih baik. Dan aku tahu bahwa aku akan mendapatkan sepuluh kali lipat dari apa yang hilang. "
Ini adalah klaim besar dan beberapa temannya tidak bisa mengerti mengapa aku begitu santai.

Tetapi beberapa tahun kemudian, apa yang aku nyatakan terjadi.
Aku mulai bisnis baru dan mulai mendapatkan sepuluh kali dari apa yang pernah hilang. Apa yang telah hilang, tabunganku selama bertahun-tahun, aku dapatkan kembali hanya dalam beberapa bulan. Hari ini, bisnis yang baru berkembang biak. Kadang-kadang aku bertanya pada diri sendiri, "Bagaimana jika aku tidak gagal dalam bisnis itu? Aku akan tetap terjebak dalam bisnis yang lama! Aku tidak akan punya bisnis baru yang aku miliki sekarang. "
Dan bayangkan jika terus bermuram durja dan merajuk, apakah aku akan melihat peluang-peluang baru di sekitarku? Bayangkan jika aku terus berduka kehilangan, akankah aku memiliki energi untuk mengusahakan sesuatu yang baru?

Teman, jangan fokus pada masalah-masalah dalam hidup Anda.
Jangan berfokus pada apa yang hilang.
Sebaliknya, fokus pada dua hal: lihatlah pada apa yang kau punya dan lihatlah hal-hal baru yang akan diberikan Allah padamu.
Dan bersyukurlah.Bo Sanchez
date
(Amsal 18:15) Hati orang berpengertian memperoleh pengetahuan, dan telinga orang bijak menuntut pengetahuan.

Edgar Watson Howe berkata, “Tak seorang pun mau mendengarkan Anda bicara kalau ia tidak tahu bahwa selanjutnya adalah gilirannya untuk berbicara” Artinya, dimana saja kita akan menemukan banyak orang yang lebih senang berbicara daripada menjadi pendengar yang baik.

Firman Tuhan mengajarkan kita tentang hukum membangun hubungan, bahwasanya adalah lebih baik banyak mendengar dari pada berkata-kata. “Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.” (Ams 10:19). Jika kita mau mencermati, maka kita akan menemukan kebenaran bahwa kita tidak akan belajar apapun jika kita terus menerus berbicara, tanpa memberi kesempatan pada orang lain untuk berbicara. Setidaknya ada lima manfaat yang kita dapatkan jika kita mau mengembangkan seni mendengarkan dengan baik.

Pertama, dengan mendengar kita sedang mengembangkan kemampuan untuk menghormati sesama. Sikap yang menghormati tercermin ketika kita dengan baik mendengarkan orang yang sedang berbicara kepada kita. Bayangkan, jika kita sedang berbicara dan lawan bicara kita sibuk memainkan handphone, membuka buku, memperbaiki make up-nya, bersiul-siul, atau pandangannya kosong karena pikirannya melayang-layang. Apakah semua itu menunjukan bahwa ia menghargai kita? Orang yang tahu menghargai sesamanya akan memberi perhatian pada orang yang sedang berbicara kapadanya.

Kedua, dengan mendengarkan kita sedang membangun hubungan yang baik dengan sesama. Jika kita menjadi pendengar yang baik maka kita akan mampu membangun hubungan yang akrab dengan banyak orang. Orang akan membuka diri karena ia menemukan orang yang dibutuhkannya, yaitu kita yang siap dan mau dengan baik mendengarkannya.

Ketiga, dengan mendengar kita sedang meningkatkan pengetahuan dan berpeluang mendapatkan ide ide. Ketika kita mendengar dengan baik, kita mendapatkan kesempatan untuk menyimak dan mengingat point-point yang bisa dijadikan pelajaran dari apa yang diungkapkan orang lain kepada kita. Jika kita memberi kesempatan kepada sesama untuk mengemukakan pemikiran-pemikiran nya dan kita mendengarkan dengan pikiran yang terbuka, maka di pikiran kita akan mengalir ide-ide baru.

Keempat, dengan mendengar kita sedang membangun loyalitas. Jika kita tidak dengan baik mendengarkan pasangan, anak-anak, karyawan, atau kolega kita, maka mereka akan menjauhi kita dan mencari orang yang mau mendengarkan mereka. Tapi jika kita memberi hati dan perhatian, maka mereka akan mencari dan mempercayai kita.

Kelima, dengan mendengar kita sedang membantu sesama. Setidaknya, jika kita belum memperoleh manfaat untuk diri sendiri, kita sudah membantu sesama.

DOA: Bapa, aku menyadari bahwa tidak mudah memberikan hati dan telinga untuk mendengarkan sesamaku, tapi aku berdoa agar Engkau memampukanku. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.
date Sabtu, 20 Maret 2010
Apakah Anda menderita kehilangan baru-baru ini?
Pekerjaan? Suatu hubungan? Barang-barang dicuri dari Anda?

Banyak teman saya kehilangan banyak hal dalam banjir baru-baru ini.
Teman saya kehilangan rumah. Teman saya kehilangan bisnis. Dengan air mata, bibiku berkata, "Bo, aku kehilangan semua barang-barang yang telah terkumpul selama 50 tahun dalam hidupku!" Beberapa teman mengatakan kepada saya bahwa apa yang paling menyakitkan adalah kehilangan semua foto-kenangan seumur hidup .

Teman, aku punya pesan untuk Anda hari ini: Percayalah bahwa setiap badai akan berakhir. Dan setelah badai, pagi baru dimulai.

Ingat bahwa setiap kehilangan adalah sementara.

Jika Anda kehilangan orang yang dicintai, kehilangan itu hanya sementara. Di surga, Anda akan melihat kekasih Anda lagi dan reuni Anda akan berlangsung selamanya.

Jika Anda kehilangan foto,percaya bahwa di surga, Allah akan memberi kembali kepada Anda salinan DVD dari semua kenangan manis yang telah Anda miliki dalam hidup Anda. (Saya tidak yakin versi video apa yang mereka gunakan di sana, tapi saya yakin itu akan menjadi yang paling modern. Mungkin itu berupa virtual video!)

Jika Anda kehilangan hal-hal material atau peluang atau hubungan, percaya bahwa Allah sedang menciptakan ruang bagi sesuatu yang lebih baik untuk menghampiri Anda.

Bagaimana hal ini akan menjadi "lebih baik" ?
Mulai bersyukur.
Ini bukan kesalahan ketik.
Di tengah kehilangan Anda, bersyukur.

Aku tahu kau akan mengeluh, "Bo, bagaimana bisa bersyukur! Aku kehilangan setengah hidupku! "
Yah, bersyukur atas setengah yang lain yang Anda masih miliki.
Jangan berfokus pada apa yang hilang, berfokuslah pada apa yang masih Anda punyai.
Anda punya banyak sekali hal-hal yang baik !
Katakanlah ini bersama-sama dengan saya, "Aku sangat diberkati untuk bisa menjadi stres." (Bukan asli dari saya. Saya dapatkan dari stiker.)

Mengapa bersyukur?

Karena Anda akan menarik hal-hal yang Anda fokuskan. Aku sudah mengatakan sebelumnya berkali-kali, tapi aku akan terus mengatakan hal itu sampai Allah memanggilku pulang. Karena hal tersebut sangat memiliki kekuatan.

Ketika Anda bersyukur, Anda akan menarik lebih banyak berkat dari apa yang Anda syukuri.
Syukur adalah magnet berkat.
date

Kenalan yah teman-teman

Foto saya
Palu, Sulawesi-Tengah, Indonesia
Keingintahuan akan pengetahuan