JBlogs~Tiket kereta si Yahudi. Di stasiun kereta Jatinegara ada 2 orang Inggris dan 2 orang Yahudi sedang antre tiket ke Bandung. Si Inggris memperhatikan si Yahudi membeli tiket, mereka heran karena Yahudi itu hanya membeli hanya 1 tiket.


Lalu saat mereka naik ke dalam kereta, ternyata duduknya berdekatan. Setelah kereta jalan dan petugas datang untuk memeriksa tiket, kedua Yahudi itu bergegas masuk ke dalam toilet. Saat petugas menggedor pintu toilet untuk memeriksa tiket, pintu dibuka dan tampak tangan yang menjulurkan tiket kereta. ” Oh, begitu rupanya cara untuk mengakali tiket kereta, ” pikir si Inggris.

Pada perjalanan balik dari Bandung, si Inggris kebetulan bertemu lagi dengan si Yahudi. Si Inggris bertekad
date Kamis, 30 Juni 2016
JBlogs~Jalan hidup seseorang bisa begitu berliku adanya namun selalu saja tetap ada ujungnya. Kesuksesan adalah impian semua orang. Berlikunya jalan akan sampai pada kesuksesan asalkan dijalani dengan kesungguhan hati dan kerja keras.

Begitulah kisah yang terjadi dalam hidup seorang pemuda bernama
date


JBlogs~Pria bernama Aaron Chervenak yang berasal dari Los Angeles, Amerika Serikat, mendatangi Gereja The Little Vegas di Nevada untuk menikahi ponsel pintarnya. Dia melakukan hal itu karena ingin menunjukkan bagaimana masyarakat saat ini begitu cinta dan bergantung pada ponsel pintar mereka.

Ilustrasi
"Kalau kita mau jujur dengan diri kita, kita terhubung dengan ponsel kita dalam berbagai tingkat emosional. Kita melihatnya sebagai pelipur lara, menidurkan
date

JBlogs~Menurut penuturan tokoh masyarakat Sangihe Talaud, dulunya mereka berasal dari beberapa kelompok suku pendatang yang pada akhirnya berbaur menjadi suatu suku bernama Suku Sangihe Talaud. Suku-suku pendatang tersebut adalah:

  • Apapuang (yang paling awal), konon ceritanya berasal dari Bangsa Negrito;
  • Dari Saranggani, Mindanao Selatan;
  • Dari daratan Merano, Mindanao Tengah;
  • Dari Kepulauan Sulu (sebagian kecil adalah  raksasa );
  • Dari Kedatuan Bowentehu + Manado Tua, dimana ras ini berasal dari Molibagu (Bolangitam).

Suku Sangir Talaud diperkirakan telah ada ribuan tahun Sebelum Masehi, hidup dan bertahan di pulau-pulau antara Sulawesi dan Filipina. Kajian antropologi kebudayaan pada masa sebelumnya menjelaskan orang Sangihe Talaud merupakan rumpun manusia berbahasa Melanesia yang berasal dari migrasi Asia pada 40.000 tahun SM. Kemudian disusul pada masa yang lebih muda sekitar 3.000 tahun SM dari Formosa yang berbahasa Austronesia. Penemuan terbaru yang lebih mengejutkan yang berhasil mematahkan terori linguistic di atas, adalah adanya kemungkinan nenek moyang suluruh klan di Indonesia berasal dari Nias-Mentawai, dengan ciri gen dari masa yang lebih tua sebelum migrasi Formosa.


Dalam aneka budaya lisan di masyarakat Sangihe Talaud, ada cerita nenek moyang seperti pengakuan adanya para Pendatang (Homo sapiens) yang dalam bahasa setempat disebut sebagai Ampuang (manusia biasa). Selain para pendatang ini juga ada dua jenis manusia lain yang telah ada di sana dari masa sebelumnya yaitu Ansuang (raksasa) dan Apapuhang (manusia kerdil). Untuk dua jenis manusia terakhir itu, belum bisa dibuktikan secara ilmiah, karena mereka masih terbatas pada kepercayaan dengan adanya beberapa artefak bekas kaki dalam ukuran besar yang terpahat di bebatuan. Apakah mereka merupakan penyimpangan genetika pada masa itu kemudian diabadikan dalam sejumlah mite dan legenda? Ini masih sebuah pertanyaan.


Sejumlah legenda pun ikut memperkaya kesimpangsiuran jejak asal muasal manusia Sangihe Talaud. Dari kepercayaan turun-temurun. Pulau-pulau Sangihe Talaud konon tercipta dari air mata seorang bidadari. Dari bidadari inilah manusia Sangihe dilahirkan. Ini sebabnya nama Sangihe itu berasal dari kata Sangi (tagis). Di pulau-pulaud Talaud, penyebutan Porodisa untuk kawasan itu justru dikaitkan dengan anggapan dimana manusia Talaud adalah keturunan Wando Ruata, yaitu seorang manusia gaib yang berasal dari Surga. Padahal kata Porodisa menurut teori linguistic justru merupakan mutasi neurologist bahasa lisan dari bahasa Spanyol: Paradiso (surga). Kata Sangi di Sangihe sendiri merupakan mutasi dari kata Melayu: tangis.


Mite lainnya bercerita tentang manusia yang berasal dari telur buaya. Ada juga yang beranggapan terjadi dari evolusi pelepah pisang secara mistis menjadi manusia. Kepercayaan terhadap dewa dewi dan system nilai budaya orang Sangihe Talaud ini menujukan adanya persinggung dengan system nilai di tempat lain seperti teori keseimbangan alam, memiliki kesamaan dengan teori Fun She dan Esho Funi dalam pemahaman Hindu kuno. Kepercayaan “Manna” atau kepercayaan terhadap adanya kekuatan mekanis dalam alam yang mempengaruhi peri kehidupan manusia, bukan tidak mungkin merupakan interpretasi lain akibat mutasi dari pemahaman kaum semitik akan Tuhan. Demikian pula dengan budaya ritual persembahan kurban yang mengunakan symbol darah Manusia yang di pukul sampai mati.

Manusia Sangihe Talaud sejak masa purba, juga mengakui adanya zat suci pencipta alam semesta dan manusia yang di sebut “Doeata, Ruata”, juga dinamakan ”Ghenggona”. Di bawahnya, bertahta banyak roh Ompung (Roh penguasa laut), dan Empung (roh penguasa daratan). Dewa-dewi ini berhadirat di gunung dan lembah-lembah, di laut, di sehamparan karang. Di cerocok dan tanjung. Di pohon, dan dalam angin. Di cahya, bahkan bisikan bayu. Di segala tempat, ruang, dan suasana. Kendati begitu, eksplorasi yang lebih ilmiah terhadap asal usul manusia Sangihe Talaud, yang telah ada saat ini baru sebatas dari masa abad ke 14. Bermula pada periode Migrasi Kerajaan Bowontehu 1399-1500. Disusul periode Kerajaan Manado 1500-1678. Dan terakhir periode kerajaan-kerajaan Sangihe Talaud dari 1425-1951.

Gumansalangi (Upung Dellu) sebagai Kulano tertua kerajaan Tabukan atau Tampunglawo, yang bermukim di gunung Sahendarumang bersama Ondoasa (Sangiang Killa), istrinya, adalah anak dari Humansandulage bersama istrinya Tendensehiwu, yang mendarat di Bowontehu pada awal mula migrasi Bowontehu, Desember 1399. Mereka melakukan pelayaran dari Molibagu melalui Pulau Ruang, Tagulandang, Biaro, Siau terus ke Mangindano (Mindanau-Filipina), kemudian balik ke pulau Sangir – Kauhis dan mendaki gunung Sahendarumang, dimana mereka dan para pengikut mendirikan kerajaan Tampunglawo sebagai kerajaan tertua di Tabukan, yang pada periode kemudian melebar hingga ke seluruh kawasan kepulauan Sangihe dan Talaud.

Sementara Bulango bermigrasi dari Bowontehu pada 1570 menuju Tagulandang dimana anaknya bernama ratu Lohoraung mendirikan kerajaan Tagulandang di pulau itu bersama para pengikutnya.



Sumber : manarow.wordpress.com
date Rabu, 29 Juni 2016
 JBlogs~ Kesuksesan seseorang tidak mengenal usia, muda ataupun tua. Ada yang sudah sukses dimasa muda namun  ada segelintir orang yang baru memetik hasilnya pada saat memasuki usia senja. Memang kesuksesan itu relatif sama halnya dengan kecantikan, masing-masing terletak pada mata orang yang memandang dan menilainya, namun semua orang sukses pasti mengisahkan proses hidup yang tidak segampang membalikan telapak tangan. Begitu banyak kisah inspiratif dari berbagai belahan dunia, namun penulis sangat kagum setelah membaca kisah dari seorang yang bernama
date
 JBlogs~Pada tahun 800-san Masehi di Cotabato Mindanauw sekarang Filipina dahulu ada sebuah kerajaan suku bangsa negrito yang dipimpin oleh seorang Kulano(raja). Kerajaan ini diserang oleh suku bangsa Mongolia, akan tetapi seorang anak raja yang bernama Humansandulage beristeri Tendensehiwu berhasil meloloskan diri beserta para pengikutnya antara lain Batahasulu atau Manderesulu orang sakti kerajaan yang memiliki
date
 
JBlogs~Sangihe sudah mengenal  sistim  pemerintahan dalam  kehidupan bermasyarakat  dengan   bentuk  pemerintahan   kerajaan.  Sistim  pemerintahan   kerajaan  yang  dianut  oleh  kerajaan-kerajaan  di sangihe merupakan  bawaan  dari  sistim  pemerintahan  kesultanan  yang ada  di Philiphina. Kerajaan  mula-mula di bangun  atas  dasar kemonarkian  atau  wangsa, monarki  artinya dipimpim  oleh  satu  orang. Kepemimpinan  kerajaan dilakukan  oleh  satu  keluarga  yang  menurun  keanak  cucu,  berdasarkan  garis keturunan  laki-laki.
 
Diakhir  kekuasaan  kerajaan
date
 JBlogs~Penggalian  bahasa  sangihe  pernah dilakukan  oleh  J.N.Snedon dalam  buku  Proto Sangiric and the sangiric languages.  Bahasa sangihe  termasuk   rumpun  bahasa  Austronesia atau  Melayu Polynesia dan  tergolong  dalam bahasa-bahasa  Philliphina. Ahli tata bahasa sangihe yang  terkenal  adalah Dr. N. Adriani dengan  karyanya Sangirische sprakunts. Kosa kata bahasa   sangihe yang  telah  dibukukan  dapat  ditemui  dalam  buku  karya dari Mr.K.G.F. Steller dan W.E. Aerbersol  dengan  judul Sangirische Nederlands woerdenbock. ( Decroly Juda,Spd.Tata Bahasa  Sangihe, 2004).   

Bahasa   sangihe   tidak  mempunyai  aksara, karena  suku sangihe 
date
 
JBlogs~Orang sangihe  adalah  satu-satunya  suku pelaut di  utara  Indonesia. Nenek moyang orang  sangihe   sudah  mengarungi  lautan  luas ke timur  sampai  ke  halmahera dan papua, keselatan  sampai  ke pulau  jawa dan  sampai  ke luar  nusantara   yaitu  ke china.
 
“ Yang  pasti, pulau-pulau  ini sudah  sejak  penemuan Ferdinand  Magelhaes  dalam  tahun 1512, telah  berhubungan  dengan dunia  barat, juga   oleh  penangkap  ikan  paus  dari  amerika.Orang  china  dan  orang arab sudah   sejak  dahulu mulai  berdagang  dengan penduduk dan kawin  dengan  wanita pribumi. Sebagai  pelaut  yang  berani penduduk  pulau ini sejak  berabad
date

JBlogs~Penciptaan tari lahir sebagai  bagian  dari keperluan  ritual  atau  upacara  adat dan kegiatan  sosio – kultural. Dalam  tata  kehidupan seperti itu rasa  dan  semangat  kebersamaan  menjadi  titik   sentral.( I Wayan Dibia,dkk. Tari Komunal,2006)
 
Tari  berkembang  atas  kerja sama dan rangsangan  yang  didapat   dari  musik,seni rupa,sastera dan  drama. Penciptaan  tari  tradisi  sudah ada seiring  dengan  lajunya  sejarah. Masing-masing  khazana tari 
tersebut mengalami  perubahan  dan  perkembangan. Satu  sama  lain dapat  terjadi  saling  silang  budaya atau  saling  mempengaruhi.( Sumaryono Endo Suanda, Tari  Tontonan, 2006)

Di sangihe, tarian  merupakan  bagian  dari  kehidupan  masyarakat,
date

Kenalan yah teman-teman

Foto saya
Palu, Sulawesi-Tengah, Indonesia
Keingintahuan akan pengetahuan