1. Bebaskan dirimu dari kebencian
2. Bebaskan pikiranmu dari kesusahan.
3. Hiduplah secara sederhana.
4. Berilah lebih.
5. Kurangilah harapan.
Tiada seorangpun yang bisa kembali dan mulai baru dari awal.
Setiap orang dapat mulai saat ini dan melakukan akhir yang baru.
Tuhan tidak menjanjikan hari-hari tanpa sakit, tertawa tanpa kesedihan, matahari tanpa hujan, tetapi Dia menjanjikan kekuatan untuk hari itu, kebahagiaan untuk air mata, dan terang dalam perjalanan.
Kekecewaan bagai "polisi tidur", ini akan memperlambatmu sedikit tetapi kau selanjutnya akan menikmati jalan rata. Jangan tinggal terlalu lama saat ada "polisi tidur".
Berjalanlah terus.
Ketika kau kecewa karena tidak memperoleh apa yang kaukehendaki, terimalah dan bergembiralah, karena Tuhan sedang memikirkan sesuatu yang lebih baik untuk dirimu,
Saat terjadi sesuatu padamu, baik atau buruk, pertimbangkanlah artinya...
Ada suatu maksud untuk setiap kejadian dalam kehidupan, mengajarmu bagaimana lebih seringkali tertawa atau tidak terlalu keras menangis.
Kau tidak dapat memaksa seseorang mencintaimu, apa yang dapat kau perbuat hanyalah membiarkan dirimu untuk dicintai, selebihnya ada pada orang itu untuk menilai dirimu.
Ukuran cinta adalah saat kau mencintai tanpa batas. Dalam kehidupan jarang akan kautemui seseorang yang kaucintai dan orang itu mencintaimu juga.
Jadi sekali kau memperoleh cinta jangan lepaskan, ada kemungkinan cinta itu tidak datang kembali.
Lebih baik kehilangan harga dirimu kepada orang yang mencintaimu, daripada kehilangan orang yang kaucintai karena harga dirimu.
Kita terlalu membuang-buang waktu untuk mencari-cari orang yang sesuai untuk dicintai atau melihat kesalahan-kesalahan pada orang yang telah kita cintai, dari pada malah seharusnya kita menyempurnakan cinta yang kita berikan.
Jika kau sungguh-sungguh senang pada seseorang, janganlah kau mencari-cari kekurangannya, kau jangan mencari-cari alasan, kau jangan mencari-cari kesalahannya.
Malahan, kau atasi kesalahan-kesalahan itu, kau terima kekurangan-kekurangan itu dan jangan kau hiraukan alasan-alasan itu
Jangan pernah meninggalkan rekan lama. Kau tidak akan pernah mendapat penggantinya.
Persahabatan adalah bagai anggur, tambah lama akan tambah baik.
2. Bebaskan pikiranmu dari kesusahan.
3. Hiduplah secara sederhana.
4. Berilah lebih.
5. Kurangilah harapan.
Tiada seorangpun yang bisa kembali dan mulai baru dari awal.
Setiap orang dapat mulai saat ini dan melakukan akhir yang baru.
Tuhan tidak menjanjikan hari-hari tanpa sakit, tertawa tanpa kesedihan, matahari tanpa hujan, tetapi Dia menjanjikan kekuatan untuk hari itu, kebahagiaan untuk air mata, dan terang dalam perjalanan.
Kekecewaan bagai "polisi tidur", ini akan memperlambatmu sedikit tetapi kau selanjutnya akan menikmati jalan rata. Jangan tinggal terlalu lama saat ada "polisi tidur".
Berjalanlah terus.
Ketika kau kecewa karena tidak memperoleh apa yang kaukehendaki, terimalah dan bergembiralah, karena Tuhan sedang memikirkan sesuatu yang lebih baik untuk dirimu,
Saat terjadi sesuatu padamu, baik atau buruk, pertimbangkanlah artinya...
Ada suatu maksud untuk setiap kejadian dalam kehidupan, mengajarmu bagaimana lebih seringkali tertawa atau tidak terlalu keras menangis.
Kau tidak dapat memaksa seseorang mencintaimu, apa yang dapat kau perbuat hanyalah membiarkan dirimu untuk dicintai, selebihnya ada pada orang itu untuk menilai dirimu.
Ukuran cinta adalah saat kau mencintai tanpa batas. Dalam kehidupan jarang akan kautemui seseorang yang kaucintai dan orang itu mencintaimu juga.
Jadi sekali kau memperoleh cinta jangan lepaskan, ada kemungkinan cinta itu tidak datang kembali.
Lebih baik kehilangan harga dirimu kepada orang yang mencintaimu, daripada kehilangan orang yang kaucintai karena harga dirimu.
Kita terlalu membuang-buang waktu untuk mencari-cari orang yang sesuai untuk dicintai atau melihat kesalahan-kesalahan pada orang yang telah kita cintai, dari pada malah seharusnya kita menyempurnakan cinta yang kita berikan.
Jika kau sungguh-sungguh senang pada seseorang, janganlah kau mencari-cari kekurangannya, kau jangan mencari-cari alasan, kau jangan mencari-cari kesalahannya.
Malahan, kau atasi kesalahan-kesalahan itu, kau terima kekurangan-kekurangan itu dan jangan kau hiraukan alasan-alasan itu
Jangan pernah meninggalkan rekan lama. Kau tidak akan pernah mendapat penggantinya.
Persahabatan adalah bagai anggur, tambah lama akan tambah baik.
1 Samuel 1:1-13, 20 -
Yesaya 30:15 -
Pernahkah anda meminta Tuhan untuk menenangkan badai yang menerpa hidup Anda, tetapi badai itu justru semakin mengamuk? Hana pernah mengalaminya. Saat ia berseru meminta Tuhan memberinya keturunan, ia malah harus siap menghadapi Penina yang tidak penah berhenti mengejek dan memahitkan hatinya. Bertahun tahun Hana bergumul dengan badai hidup itu dan akhirnya ia keluar sebagai pemenang.
Dalam pelayanan konseling yang saya jalani, saya kerap menekankan pentingnya memiliki ketekunan dan ketenangan hati pada waktu mengalami pergumulan yang panjang kepada mereka yang saya layani. Ketika mereka sudah mulai kehabisan kesabaran untuk bertahan di tengah badai yang bahkan semakin mengamuk, saya akan mengirimkan SMS, “Kadang-kadang Tuhan memang menenangkan badai dalam hidup kita, tapi Dia juga sering membiarkan badai itu mengamuk dan menenangkan hati kita.”
Ketenangan di tengah-tengah badai itu akhinya dimiliki oleh keluarga Beni tatkala mereka belajar bertekun menantikan pertolongan Tuhan. Beni harus kehilangan pekerjaannya saat ada perubahan struktur organisasi di perusahaan tempat ia bekerja. Isterinya mulai kuatir dan menghitung kekuatan tabungan yang mereka miliki. Hari demi hari Beni berdoa bersama kedua orang anaknya, “Tuhan tolonglah suamiku untuk mendapatkan pekerjaan dan seorang atasan yang baik seperti yang pernah dimilikinya dulu. Dalam Nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.” Hampir dua tahun sudah suaminya menganggur, sebagai isteri hatinya sedikit gelisah karena tabungan mereka sudah ludes. Tetapi hatinya kembali tenang tatkala ia masuk ke kamar untuk berdoa. Di suatu sore, saat pulang dari kantor ia disambut oleh kedua anaknya bersama Beni . Ada apa ini?” tanyanya. Anak-anak itu berbisik sambil tertawa. “Sayang, sekarang tunjukkan amplop itu pada mama! pinta Beni . Ia menerima amplop coklat yang ia kira adalah surat dari sekolah anak-anaknya. Dengan perlahan ia menarik secarik kertas dan membacanya. Di kertas itu tertera jabatan, gaji dan nama perusahaan yang akan menjadi tempat Beni bekerja. Ia tersenyum sambil mengangguk puas. Ia kembali terkejut saat melihat bahwa yang bertanda tangan adalah atasan Beni yang dulu. Rasa haru menyelimuti hatinya, ia menangis dan tertawa pada saat yang bersamaan. Mujizat ini sulit dipercaya. Tuhan menenangkan badai saat hati anak-anakNya menjadi tenang.
Memang jawaban doa tidak bisa diprogram supaya menjadi seperti yang kita mau, tetapi kita harus tetap percaya bahwa Tuhan selalu menjawab doa kita dengan benar. Tuhan tidak serta-merta langsung mengabulkan semua permohonan kita, karena Dia punya rencana untuk membentuk hati dan karakter kita. Dengan sukacita jalani proses yang Tuhan izinkan untuk membentuk kita menjadi pribadi yang sabar, tekun dan tetap tenang.
DOA:
Tuhan Yesus anugerahkanlah kepadaku ketekunan untuk berdoa dan ketenangan hati untuk menantikan jawaban dariMu. Dalam NamaMu yang kudus aku berdoa. Amin.
Yesaya 30:15 -
Pernahkah anda meminta Tuhan untuk menenangkan badai yang menerpa hidup Anda, tetapi badai itu justru semakin mengamuk? Hana pernah mengalaminya. Saat ia berseru meminta Tuhan memberinya keturunan, ia malah harus siap menghadapi Penina yang tidak penah berhenti mengejek dan memahitkan hatinya. Bertahun tahun Hana bergumul dengan badai hidup itu dan akhirnya ia keluar sebagai pemenang.
Dalam pelayanan konseling yang saya jalani, saya kerap menekankan pentingnya memiliki ketekunan dan ketenangan hati pada waktu mengalami pergumulan yang panjang kepada mereka yang saya layani. Ketika mereka sudah mulai kehabisan kesabaran untuk bertahan di tengah badai yang bahkan semakin mengamuk, saya akan mengirimkan SMS, “Kadang-kadang Tuhan memang menenangkan badai dalam hidup kita, tapi Dia juga sering membiarkan badai itu mengamuk dan menenangkan hati kita.”
Ketenangan di tengah-tengah badai itu akhinya dimiliki oleh keluarga Beni tatkala mereka belajar bertekun menantikan pertolongan Tuhan. Beni harus kehilangan pekerjaannya saat ada perubahan struktur organisasi di perusahaan tempat ia bekerja. Isterinya mulai kuatir dan menghitung kekuatan tabungan yang mereka miliki. Hari demi hari Beni berdoa bersama kedua orang anaknya, “Tuhan tolonglah suamiku untuk mendapatkan pekerjaan dan seorang atasan yang baik seperti yang pernah dimilikinya dulu. Dalam Nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.” Hampir dua tahun sudah suaminya menganggur, sebagai isteri hatinya sedikit gelisah karena tabungan mereka sudah ludes. Tetapi hatinya kembali tenang tatkala ia masuk ke kamar untuk berdoa. Di suatu sore, saat pulang dari kantor ia disambut oleh kedua anaknya bersama Beni . Ada apa ini?” tanyanya. Anak-anak itu berbisik sambil tertawa. “Sayang, sekarang tunjukkan amplop itu pada mama! pinta Beni . Ia menerima amplop coklat yang ia kira adalah surat dari sekolah anak-anaknya. Dengan perlahan ia menarik secarik kertas dan membacanya. Di kertas itu tertera jabatan, gaji dan nama perusahaan yang akan menjadi tempat Beni bekerja. Ia tersenyum sambil mengangguk puas. Ia kembali terkejut saat melihat bahwa yang bertanda tangan adalah atasan Beni yang dulu. Rasa haru menyelimuti hatinya, ia menangis dan tertawa pada saat yang bersamaan. Mujizat ini sulit dipercaya. Tuhan menenangkan badai saat hati anak-anakNya menjadi tenang.
Memang jawaban doa tidak bisa diprogram supaya menjadi seperti yang kita mau, tetapi kita harus tetap percaya bahwa Tuhan selalu menjawab doa kita dengan benar. Tuhan tidak serta-merta langsung mengabulkan semua permohonan kita, karena Dia punya rencana untuk membentuk hati dan karakter kita. Dengan sukacita jalani proses yang Tuhan izinkan untuk membentuk kita menjadi pribadi yang sabar, tekun dan tetap tenang.
DOA:
Tuhan Yesus anugerahkanlah kepadaku ketekunan untuk berdoa dan ketenangan hati untuk menantikan jawaban dariMu. Dalam NamaMu yang kudus aku berdoa. Amin.
There is little story that teaches a lot….
A giant ship engine failed. The ship’s owners tried one expert after another, but none of them could figure but how to fix the engine. Then they brought in an old man who had been fixing ships since he was a young. He carried a large bag of tools with him, and when he arrived, he immediately went to work. He inspected the engine very carefully, top to bottom.
Two of the ship’s owners were there, watching this man, hoping he would know what to do. After looking things over, the old man reached into his bag and pulled out a small hammer. He gently tapped something. Instantly, the engine lurched into life. He carefully put his hammer away.
The engine was fixed! A week later, the owners received a bill from the old man for ten thousand dollars.
‘What?!’ the owners exclaimed. ‘He hardly did anything!’ So they wrote the old man a note saying, ‘Please send us an itemized bill.’
The man sent a bill that read:
1. Tapping with a hammer. ………..$ 2.00
2. Knowing where to tap……… ….. $ 9,998..00
Moral of the story: Effort is important, but knowing where to make an effort in your life makes all the difference.
A giant ship engine failed. The ship’s owners tried one expert after another, but none of them could figure but how to fix the engine. Then they brought in an old man who had been fixing ships since he was a young. He carried a large bag of tools with him, and when he arrived, he immediately went to work. He inspected the engine very carefully, top to bottom.
Two of the ship’s owners were there, watching this man, hoping he would know what to do. After looking things over, the old man reached into his bag and pulled out a small hammer. He gently tapped something. Instantly, the engine lurched into life. He carefully put his hammer away.
The engine was fixed! A week later, the owners received a bill from the old man for ten thousand dollars.
‘What?!’ the owners exclaimed. ‘He hardly did anything!’ So they wrote the old man a note saying, ‘Please send us an itemized bill.’
The man sent a bill that read:
1. Tapping with a hammer. ………..$ 2.00
2. Knowing where to tap……… ….. $ 9,998..00
Moral of the story: Effort is important, but knowing where to make an effort in your life makes all the difference.
JBlogs~Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketika pun ia tidak berhenti (Rut 2:7)
Bekerja sebagai regu pemadam kebakaran itu unik. Menurut Dr. Terence Keane, seorang pengamat perilaku, hanya 5% waktu mereka dipakai untuk memadamkan api. Sisanya, 95% waktu dipakai untuk menunggu. Ini membuat banyak pemadam kebakaran kerap merasa bosan, sehingga mereka disarankan agar melakukan pekerjaan lain untuk mengisi waktu, tetapi tetap siaga. Orang yang tidak bekerja akan merasa hidupnya tak bermakna. Tak bersemangat. Sebaliknya, kesibukan bekerja akan meningkatkan vitalitas hidup!
Rut dan mertuanya tiba di Israel tanpa membawa apa pun. Melarat.
Fakta ini mengharuskan Rut segera berjuang mencari makan agar mereka berdua bisa tetap hidup. Rut tidak suka berpangku tangan, apalagi meminta-minta sambil menunggu belas kasihan orang. Rut lebih suka bekerja. Maka, ia mohon diperkenankan memungut sisa bulir-bulir jelai yang berceceran. Pekerjaan kasar ini ia tekuni dari pagi sampai sore. Melelahkan. Namun, Rut bekerja dengan tekun. "Seketika pun ia tidak berhenti," karena didorong oleh rasa tanggung jawabnya. Rut bekerja keras melakukan yang terbaik, meski pekerjaannya sangat tidak menyenangkan. Dan, Tuhan memberkati karyanya.
Mungkin pekerjaan Anda lebih nyaman daripada Rut. Sudahkah Anda
bekerja segiat dia: melakukan yang terbaik? Ataukah kita
bermalas-malasan dan bekerja ala kadarnya? Ingatlah bahwa setiap
pekerjaan adalah anugerah Tuhan. Berapa pun upah yang Anda terima,pekerjaan membuat kita merasa diri berharga. Pekerjaan membuat kita mampu mandiri. Jika dilakukan dengan giat dan penuh dedikasi,pekerjaan akan membawa kemuliaan besar bagi Tuhan -JTI
JANGAN BEKERJA ALA KADARNYA BEKERJALAH SEOLAH TUHAN-LAH BOS ANDA
Rut dan mertuanya tiba di Israel tanpa membawa apa pun. Melarat.
Fakta ini mengharuskan Rut segera berjuang mencari makan agar mereka berdua bisa tetap hidup. Rut tidak suka berpangku tangan, apalagi meminta-minta sambil menunggu belas kasihan orang. Rut lebih suka bekerja. Maka, ia mohon diperkenankan memungut sisa bulir-bulir jelai yang berceceran. Pekerjaan kasar ini ia tekuni dari pagi sampai sore. Melelahkan. Namun, Rut bekerja dengan tekun. "Seketika pun ia tidak berhenti," karena didorong oleh rasa tanggung jawabnya. Rut bekerja keras melakukan yang terbaik, meski pekerjaannya sangat tidak menyenangkan. Dan, Tuhan memberkati karyanya.
Mungkin pekerjaan Anda lebih nyaman daripada Rut. Sudahkah Anda
bekerja segiat dia: melakukan yang terbaik? Ataukah kita
bermalas-malasan dan bekerja ala kadarnya? Ingatlah bahwa setiap
pekerjaan adalah anugerah Tuhan. Berapa pun upah yang Anda terima,pekerjaan membuat kita merasa diri berharga. Pekerjaan membuat kita mampu mandiri. Jika dilakukan dengan giat dan penuh dedikasi,pekerjaan akan membawa kemuliaan besar bagi Tuhan -JTI
JANGAN BEKERJA ALA KADARNYA BEKERJALAH SEOLAH TUHAN-LAH BOS ANDA
Anda bukan hanya ditakdirkan menjadi suami atau isteri tetapi lebih dari itu, anda juga harus menjadi sahabat, kekasih dan belahan jiwa jadi dengan bukan hanya sebagai isteri tapi juga sebagai sahabat, kekasih dan belahan jiwa maka kebersamaan akan terasa indah, baik sesudah dan seperti sebelum menikah.
Mengapa tidak hanya menjadi suami atau isteri tetapi harus menjadi sahabat, kekasih dan belahan jiwa????
Hal ini karena dalam pernikahan akan banyak sekali masalah yang timbul karena kebersamaan ini.
Dengan menjadi SAHABAT, dalam kebersamaan diharapkan orang bisa saling terbuka membicarakan masalah yang dialami secara "blak-blakan" tanpa rasa jangun, prasangka dan saling mempercayai.
Lihatlah kehidupan dalam persahabatan, mereka hidup berjauhan tetapi bisa saling bertemu untuk meneguhkan dalam pembicaran, sharing dan bahkan adu pendapat tetapi tetap saling membangun karena ada kepercayaan bahwa apa yang "perdebatkan" demi kebaikan dan hasil dari "perdebatan" tidak mempengaruhi persahabatan.
Sahabat adalah relasi yang saling membangun, meneguhkan dan bankan menegur agar kebaikan dicapai.
Jika suami isteri bisa hidup sebagai SAHABAT maka pertengkaran pasti akan bsia diselesaikan dengan baik karena dalam persahabatan tidak mencari keuntungan sendiri.
Disamping sebagai sahabat dalam hubungan suami isteri juga harus sebagai KEKASIH.
Kekasih adalah masa sebelum ada ikatan dalam perkawinan atau masa pacaran.
Jika suami isteri hidup sebagai kekasih, maka keinduan selalu ada dan keinginan untuk bertemu selalu "menghantui" bahkan akan teras sepi jika tidak ada relasi diantara berdua.
Kekasih selalu akan nampak baik dan indah karena disana selalu dipenuhi oleh cinta yang membara.
Jika dalam perkawianan "sifat" pacaran sebagai kekasih ada maka kebaikan pasti selalu ada karena setiap dari mereka tetap menjaga untuk selalu rukun dan saling belajar untuk melengkapi satu dengan yang lainya bahkan dalam banyak masalah selalu dibicarakan dalam suasan yang mesra karena takut saling menyakiti.
Maka selalulah memandang isteri atau suami adalah sebagai kekasih hati dan selalu menjadikan mereka sebagai yang paling berharga.
Setelah sebagai sahabat dan kekasih, jadikan suami atau isteri anda sebagai BELAHAN JIWA.
Jika orang memperlakukan isterinya sebagai belahan jiwa maka "ketergantungan" akan selalu ada dalam diri mereka bahwa tanpa suami atau isteri maka akan ada hal yang kurang bahkan hidup menjadi tidak sempurna.
Jadi tanpa keberadaan isteri atau suami hidup seperti burung yang kehilangan sayap hingga tidak bisa bergerak dengan bebas bahkan lama-kelamaan mati.
Belahan jiwa adalah inti peran paling sentral dalam setiap perkawainaan.
Dengan berani menjadikan isteri atau suami sebagai belahan jiwa maka dapat dipastikan kehidupan bersama akan menajadi lebih baik karena mereka tidak akan saling menyakiti tetapi saling menjaga dan menyempurnakan.
Maka selalulah memandang isteri atau suami sebagai belahan jiwa atau dalam bahasa jawa adalah "garwo" atau "sigaraning nyowo".
Suami atau isteri adalah separo dari nyawa/kehidupan mareka yang telah menikah.
Maka jika ada masalah dalam keluarga, ingatlan sakramen pernikahan Anda dimana hati Anda telah dibelah dan separo dari hati Anda dikorbankan kepada Allah dan diganti dengan separo hati pasangan Anda.
Jika peran suami atau siteri telah dilengkapi dengan peran sebagai SAHABAT, KEKASIH dan BELAHAN JIWA, maka perkawianan akan terasa indah dan menyenangkan karena diantara satu pribadi dengan pribadi lainya yang telah disatukan dalam sakramen akan selalu bisa menjadi tumpuan dalam kehidupan mereka.
Selamat membangun keluarga berdasarkan peran sebagai suami atau isteri, sahabat, kekasih dan belahan jiwa.
Saya berdoa untk kebaikan keluarga Anda,
Jika ada masalah selalulah ingat kalau Anda sedang bersama dengan sahabat Anda, kekasih Anda dan bahkan Jiwa Anda sendiri.
Tanpa isteri atau suami hidup akan menjadi sangat berbeda bahkan menjadi sangat menderita.
Salam dalam cinta membangun keluarga sebagai ISTERI atau SUAMI, SAHABAT, KEKASIH dan BELAHAN JIWA.
Mengapa tidak hanya menjadi suami atau isteri tetapi harus menjadi sahabat, kekasih dan belahan jiwa????
Hal ini karena dalam pernikahan akan banyak sekali masalah yang timbul karena kebersamaan ini.
Dengan menjadi SAHABAT, dalam kebersamaan diharapkan orang bisa saling terbuka membicarakan masalah yang dialami secara "blak-blakan" tanpa rasa jangun, prasangka dan saling mempercayai.
Lihatlah kehidupan dalam persahabatan, mereka hidup berjauhan tetapi bisa saling bertemu untuk meneguhkan dalam pembicaran, sharing dan bahkan adu pendapat tetapi tetap saling membangun karena ada kepercayaan bahwa apa yang "perdebatkan" demi kebaikan dan hasil dari "perdebatan" tidak mempengaruhi persahabatan.
Sahabat adalah relasi yang saling membangun, meneguhkan dan bankan menegur agar kebaikan dicapai.
Jika suami isteri bisa hidup sebagai SAHABAT maka pertengkaran pasti akan bsia diselesaikan dengan baik karena dalam persahabatan tidak mencari keuntungan sendiri.
Disamping sebagai sahabat dalam hubungan suami isteri juga harus sebagai KEKASIH.
Kekasih adalah masa sebelum ada ikatan dalam perkawinan atau masa pacaran.
Jika suami isteri hidup sebagai kekasih, maka keinduan selalu ada dan keinginan untuk bertemu selalu "menghantui" bahkan akan teras sepi jika tidak ada relasi diantara berdua.
Kekasih selalu akan nampak baik dan indah karena disana selalu dipenuhi oleh cinta yang membara.
Jika dalam perkawianan "sifat" pacaran sebagai kekasih ada maka kebaikan pasti selalu ada karena setiap dari mereka tetap menjaga untuk selalu rukun dan saling belajar untuk melengkapi satu dengan yang lainya bahkan dalam banyak masalah selalu dibicarakan dalam suasan yang mesra karena takut saling menyakiti.
Maka selalulah memandang isteri atau suami adalah sebagai kekasih hati dan selalu menjadikan mereka sebagai yang paling berharga.
Setelah sebagai sahabat dan kekasih, jadikan suami atau isteri anda sebagai BELAHAN JIWA.
Jika orang memperlakukan isterinya sebagai belahan jiwa maka "ketergantungan" akan selalu ada dalam diri mereka bahwa tanpa suami atau isteri maka akan ada hal yang kurang bahkan hidup menjadi tidak sempurna.
Jadi tanpa keberadaan isteri atau suami hidup seperti burung yang kehilangan sayap hingga tidak bisa bergerak dengan bebas bahkan lama-kelamaan mati.
Belahan jiwa adalah inti peran paling sentral dalam setiap perkawainaan.
Dengan berani menjadikan isteri atau suami sebagai belahan jiwa maka dapat dipastikan kehidupan bersama akan menajadi lebih baik karena mereka tidak akan saling menyakiti tetapi saling menjaga dan menyempurnakan.
Maka selalulah memandang isteri atau suami sebagai belahan jiwa atau dalam bahasa jawa adalah "garwo" atau "sigaraning nyowo".
Suami atau isteri adalah separo dari nyawa/kehidupan mareka yang telah menikah.
Maka jika ada masalah dalam keluarga, ingatlan sakramen pernikahan Anda dimana hati Anda telah dibelah dan separo dari hati Anda dikorbankan kepada Allah dan diganti dengan separo hati pasangan Anda.
Jika peran suami atau siteri telah dilengkapi dengan peran sebagai SAHABAT, KEKASIH dan BELAHAN JIWA, maka perkawianan akan terasa indah dan menyenangkan karena diantara satu pribadi dengan pribadi lainya yang telah disatukan dalam sakramen akan selalu bisa menjadi tumpuan dalam kehidupan mereka.
Selamat membangun keluarga berdasarkan peran sebagai suami atau isteri, sahabat, kekasih dan belahan jiwa.
Saya berdoa untk kebaikan keluarga Anda,
Jika ada masalah selalulah ingat kalau Anda sedang bersama dengan sahabat Anda, kekasih Anda dan bahkan Jiwa Anda sendiri.
Tanpa isteri atau suami hidup akan menjadi sangat berbeda bahkan menjadi sangat menderita.
Salam dalam cinta membangun keluarga sebagai ISTERI atau SUAMI, SAHABAT, KEKASIH dan BELAHAN JIWA.
“Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.” Lukas 21:36
Ayat di atas adalah suatu nasihat dan sekaligus peringatan bagi setiap anak Tuhan yang hidup di masa akhir ini. Nasihat “berjaga jagalah senantiasa sambil berdoa” disampaikan agar kita selalu waspada dan tidak jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan.
Kata berjaga-jaga yang dimaksud di sini adalah memiliki sikap hidup, perilaku yang berbeda dan tidak serupa dengan orang dunia. melainkan seturut kehendak Tuhan, “...sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2), sedangkan berdoa mengacu pada hubungan kita dengan Tuhan. Tanpa bertekun dalam doa kita tidak akan mampu berjaga-jaga, karena sumber kekuatan itu datangnya hanya dari Tuhan.
Saat ini dunia menawarkan banyak hal: kesenangan, kemewahan dan segala kenikmatannya. Bahkan beberapa waktu lalu sebuah surat kabar memuat berita tentang maraknya iklan-iklan berbau atheis di Eropa. Salah satunya mengatakan, “Barangkali Tuhan tidak ada. Karena itu bersenang-senanglah dan nikmatilah hidup!” Ini bisa diartikan, selama masih hidup di dunia bersenang-senanglah dan nikmatilah hidupmu, tidak perlu pusing-pusing memikirkan hal rohani seperti ibadah, pelayanan, hidup kudus dan sebagainya. Bila kita tidak berhati-hati dan tidak memiliki sikap berjaga-jaga, kita akan mudah terjebak dan akhirnya tenggelam dalam kemabukan dan pesta pora dunia ini. Alkitab tegas mengingatkan, “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora, dan kemabukan serta kepentingan- kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.” (Lukas 21:34). lngat kejatuhan seseorang itu terkadang bukan karena banyaknya masalah/penderitaan , tetapi justru saat sedang dalam kelimpahan, nyaman dalam segala hal, yang akhirnya membuat lengah. Tapi bila kita tekun berdoa dan terus membangun hubungan dengan Tuhan, Roh Kudus akan memberi kekuatan dan melindungi kita dari segala tipu muslihat kuasa jahat.
“Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!” 1 Korintus 10:12
Ayat di atas adalah suatu nasihat dan sekaligus peringatan bagi setiap anak Tuhan yang hidup di masa akhir ini. Nasihat “berjaga jagalah senantiasa sambil berdoa” disampaikan agar kita selalu waspada dan tidak jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan.
Kata berjaga-jaga yang dimaksud di sini adalah memiliki sikap hidup, perilaku yang berbeda dan tidak serupa dengan orang dunia. melainkan seturut kehendak Tuhan, “...sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2), sedangkan berdoa mengacu pada hubungan kita dengan Tuhan. Tanpa bertekun dalam doa kita tidak akan mampu berjaga-jaga, karena sumber kekuatan itu datangnya hanya dari Tuhan.
Saat ini dunia menawarkan banyak hal: kesenangan, kemewahan dan segala kenikmatannya. Bahkan beberapa waktu lalu sebuah surat kabar memuat berita tentang maraknya iklan-iklan berbau atheis di Eropa. Salah satunya mengatakan, “Barangkali Tuhan tidak ada. Karena itu bersenang-senanglah dan nikmatilah hidup!” Ini bisa diartikan, selama masih hidup di dunia bersenang-senanglah dan nikmatilah hidupmu, tidak perlu pusing-pusing memikirkan hal rohani seperti ibadah, pelayanan, hidup kudus dan sebagainya. Bila kita tidak berhati-hati dan tidak memiliki sikap berjaga-jaga, kita akan mudah terjebak dan akhirnya tenggelam dalam kemabukan dan pesta pora dunia ini. Alkitab tegas mengingatkan, “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora, dan kemabukan serta kepentingan- kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.” (Lukas 21:34). lngat kejatuhan seseorang itu terkadang bukan karena banyaknya masalah/penderitaan , tetapi justru saat sedang dalam kelimpahan, nyaman dalam segala hal, yang akhirnya membuat lengah. Tapi bila kita tekun berdoa dan terus membangun hubungan dengan Tuhan, Roh Kudus akan memberi kekuatan dan melindungi kita dari segala tipu muslihat kuasa jahat.
“Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!” 1 Korintus 10:12
Pada masa kekuasaan Tsar Nicolas I di kekaisaran Rusia, pecah sebuah pemberontakan yang dipimpin seorang bernama Kondraty Ryleyev. Namun, pemberontakan itu berhasil ditumpas. Ryleyev, sang pemimpin ditangkap dan dijatuhi hukuman gantung. Namun saat tali sudah diikatkan di lehernya dan eksekusi dilaksanakan, tiba-tiba tali gantungan itu putus. Di masa itu, kejadian luar biasa seperti itu biasanya dianggap sebagai bukti bahwa terhukum tidak bersalah dan Tsar mengampuninya. Namun, Ryleyev yang lega dan merasa di atas angin pun menggunakan kesempatan itu untuk tetap mengkritik, "Lihat, di pemerintahan ini sama sekali tidak ada yang betul. Bahkan, membuat talipun tidak becus!"
Seorang pembawa pesan yang melihat peristiwa putusnya tali ini kemudian melaporkan pada Tsar. Sang penguasa Rusia itu bertanya, "Lalu, apa yang Ryleyev katakan?" Ketika pembawa pesan itu menceritakan komentar Ryleyev di atas, Tsar pun menjawab, "Kalau begitu, mari kita buktikan bahwa ucapannya tidak benar." Ryleyev pun menjalani hukuman gantung kedua kalinya dan kali ini tali gantungannya tidak putus. Bukan hukuman yang membinasakannya, tapi ucapannya sendiri.
Lidah itu seperti kekang kuda, kemudi sebuah kapal, yang hanya benda kecil tapi bisa mengendalikan Benda raksasa. Lidah dapat menjadi seperti api kecil di tengah hutan, bahkan lebih buas dari segala hewan liar.
Apa yang kita ucapkan sangat sering menentukan arah hidup kita. Apa saja yang kita ucapkan pada orang lain dan pada diri sendiri sangat berpengaruh terhadap kejadian-kajdian yang akan kita alami kemudian.
Apa yang kita ucapkan seringkali menentukan apa yang kemudian kita terima.
" ... tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah, ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan."
( Yakobus 3 : 2 )
Seorang pembawa pesan yang melihat peristiwa putusnya tali ini kemudian melaporkan pada Tsar. Sang penguasa Rusia itu bertanya, "Lalu, apa yang Ryleyev katakan?" Ketika pembawa pesan itu menceritakan komentar Ryleyev di atas, Tsar pun menjawab, "Kalau begitu, mari kita buktikan bahwa ucapannya tidak benar." Ryleyev pun menjalani hukuman gantung kedua kalinya dan kali ini tali gantungannya tidak putus. Bukan hukuman yang membinasakannya, tapi ucapannya sendiri.
Lidah itu seperti kekang kuda, kemudi sebuah kapal, yang hanya benda kecil tapi bisa mengendalikan Benda raksasa. Lidah dapat menjadi seperti api kecil di tengah hutan, bahkan lebih buas dari segala hewan liar.
Apa yang kita ucapkan sangat sering menentukan arah hidup kita. Apa saja yang kita ucapkan pada orang lain dan pada diri sendiri sangat berpengaruh terhadap kejadian-kajdian yang akan kita alami kemudian.
Apa yang kita ucapkan seringkali menentukan apa yang kemudian kita terima.
" ... tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah, ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan."
( Yakobus 3 : 2 )
Tertawa ternyata memberi manfaat pada terapi penyembuhan. Manfaat dari tertawa tersebut telah dikukuhkan dalam pengobatan modern sebagai seni terapi mengurangi stress. Kita belum sepenuhnya memahami mengapa tertawa bisa mendatangkan kesembuhan, namun, kita memang tahu bahawa orang yang tertawa akan lebih cepat sembuh.
Kalau digambarkan dengan kurva simetri, maka usia puncak dari ‘kurva tertawa' ini terletak pada usia empat tahun. Saya tidak tahu apakah Allah berada di belakang kurva simetri ini, namun anak berusia empat tahun tertawa setiap empat menit, atau empat ratus kali sehari. Sebaliknya, orang dewasa hanya tertawa lima belas kali sehari. Kalau kita mengikuti anak berusia empat tahun kemanapun ia pergi dan ikut tertawa setiap kali mereka tertawa, hal-hal positif akan terjadi pada tubuh maupun spirit kita. Tertawa bisa menurunkan denyut nadi serta tekanan darah, dan nampaknya bisa meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Seorang psikiatris merekomendasikan tiga puluh menit terapi tertawa setiap hari. Sebagian menyebutnya "jogging batin". Seorang ahli peneliti tertawa lainnya menyebutkannya sebagai suntikan otak.
Kemampuan untuk bisa menertawakan diri sendiri mungkin merupakan hal yang paling bernilai. "Berbahagialah mereka yang bisa menertawakan diri mereka sendiri, karena rasa geli yang menimbulkan rasa geli tak akan pernah berhenti dari hati mereka."
Sebagai tambahan, menertawakan masalah-masalah kita sendiri bisa merupakan cara untuk meletakkan masalah itu pada perspektif yang tepat. Seseorang, setelah terjadi angina topan di Florida bagian selatan yang menghancurkan rumahnya, menaruh tanda di depan halaman rumahnya "Open House" (biasanya tulisan seperti itu menunjukkan bahwa rumah yang bersangkutan akan dijual, dan calon pembeli boleh melihat-lihat ke dalam rumah itu). Tindakan itu tidak menolongnya membangun rumah kembali, namun, itu pasti menolongnya mengatasi badai kehidupannya.
Dalam Mazmur 2: 4 dituliskan "Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa." Jika Tuhan yang menciptakan langit dan bumi saja tertawa, lalu kenapa kita harus sok jaim (jaga image- red). ayo tertawa... selagi masih gratis dijamin penulis blog ini tidak memunggut biaya...Untuk membantu anda yah setidaknya tertawa atau senyum blog ini menyediakan link humor
Kalau digambarkan dengan kurva simetri, maka usia puncak dari ‘kurva tertawa' ini terletak pada usia empat tahun. Saya tidak tahu apakah Allah berada di belakang kurva simetri ini, namun anak berusia empat tahun tertawa setiap empat menit, atau empat ratus kali sehari. Sebaliknya, orang dewasa hanya tertawa lima belas kali sehari. Kalau kita mengikuti anak berusia empat tahun kemanapun ia pergi dan ikut tertawa setiap kali mereka tertawa, hal-hal positif akan terjadi pada tubuh maupun spirit kita. Tertawa bisa menurunkan denyut nadi serta tekanan darah, dan nampaknya bisa meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Seorang psikiatris merekomendasikan tiga puluh menit terapi tertawa setiap hari. Sebagian menyebutnya "jogging batin". Seorang ahli peneliti tertawa lainnya menyebutkannya sebagai suntikan otak.
Kemampuan untuk bisa menertawakan diri sendiri mungkin merupakan hal yang paling bernilai. "Berbahagialah mereka yang bisa menertawakan diri mereka sendiri, karena rasa geli yang menimbulkan rasa geli tak akan pernah berhenti dari hati mereka."
Sebagai tambahan, menertawakan masalah-masalah kita sendiri bisa merupakan cara untuk meletakkan masalah itu pada perspektif yang tepat. Seseorang, setelah terjadi angina topan di Florida bagian selatan yang menghancurkan rumahnya, menaruh tanda di depan halaman rumahnya "Open House" (biasanya tulisan seperti itu menunjukkan bahwa rumah yang bersangkutan akan dijual, dan calon pembeli boleh melihat-lihat ke dalam rumah itu). Tindakan itu tidak menolongnya membangun rumah kembali, namun, itu pasti menolongnya mengatasi badai kehidupannya.
Dalam Mazmur 2: 4 dituliskan "Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa." Jika Tuhan yang menciptakan langit dan bumi saja tertawa, lalu kenapa kita harus sok jaim (jaga image- red). ayo tertawa... selagi masih gratis dijamin penulis blog ini tidak memunggut biaya...Untuk membantu anda yah setidaknya tertawa atau senyum blog ini menyediakan link humor
Tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka (Ibrani 4:2)
Alkitab secara jelas mengajarkan bahwa hidup kita tidak akan berbuah bila kita tidak mempraktekkan apa yang kita percayai. Mungkin kita sudah banyak membaca Alkitab, berdoa dan pergi ke gereja, namun bila kita kekurangan unsur dasarnya, yakni iman, kita tidak akan merasakan pertumbuhan rohani yang berarti.
Saya menyadari kebenaran ini saat berbincang dengan seorang ahli kimia. Ia berkata, jika Anda mencampur hidrogen dan oksigen yang keduanya merupakan komponen air, tak akan ada reaksi apa-apa -- dan tidak pula didapati air. Namun bila Anda menambahkan sedikit platina ke dalamnya, campuran itu akan berubah sangat cepat. Perubahan kimiawi terjadi. Atom hidrogen dan oksigen itu menyatu dan membentuk sebuah molekul baru yang disebut H2O.
Ada persamaan yang jelas dengan kehidupan rohani kita. Sama dengan sebuah katalisator seperti platina yang dibutuhkan untuk menghasilkan air, demikian juga iman harus selalu ada di hati kita jika kita ingin mengalami kemajuan dalam hubungan kita dengan Tuhan. Kita harus bergantung sepenuhnya pada hikmat dan integritas dari Firman Allah yang tertulis dan yakin bahwa Dia dapat dan akan memenuhi janji-Nya.
Saat kita mempraktekkan kepercayaan kita di dalam Tuhan, kita akan melihat perbedaan yang Dia perbuat dalam hidup kita. Dan kita akan mengalami perubahan "kimiawi" rohani [MRD II]
Faith is needed every day --
Faith to toil and faith to pray,
Faith to smile though sad within,
Faith to conquer every sin. --Anon.
IMAN KEPADA ALLAH ADALAH UNSUR DASAR
BAGI PERUBAHAN ROHANI
Alkitab secara jelas mengajarkan bahwa hidup kita tidak akan berbuah bila kita tidak mempraktekkan apa yang kita percayai. Mungkin kita sudah banyak membaca Alkitab, berdoa dan pergi ke gereja, namun bila kita kekurangan unsur dasarnya, yakni iman, kita tidak akan merasakan pertumbuhan rohani yang berarti.
Saya menyadari kebenaran ini saat berbincang dengan seorang ahli kimia. Ia berkata, jika Anda mencampur hidrogen dan oksigen yang keduanya merupakan komponen air, tak akan ada reaksi apa-apa -- dan tidak pula didapati air. Namun bila Anda menambahkan sedikit platina ke dalamnya, campuran itu akan berubah sangat cepat. Perubahan kimiawi terjadi. Atom hidrogen dan oksigen itu menyatu dan membentuk sebuah molekul baru yang disebut H2O.
Ada persamaan yang jelas dengan kehidupan rohani kita. Sama dengan sebuah katalisator seperti platina yang dibutuhkan untuk menghasilkan air, demikian juga iman harus selalu ada di hati kita jika kita ingin mengalami kemajuan dalam hubungan kita dengan Tuhan. Kita harus bergantung sepenuhnya pada hikmat dan integritas dari Firman Allah yang tertulis dan yakin bahwa Dia dapat dan akan memenuhi janji-Nya.
Saat kita mempraktekkan kepercayaan kita di dalam Tuhan, kita akan melihat perbedaan yang Dia perbuat dalam hidup kita. Dan kita akan mengalami perubahan "kimiawi" rohani [MRD II]
Faith is needed every day --
Faith to toil and faith to pray,
Faith to smile though sad within,
Faith to conquer every sin. --Anon.
IMAN KEPADA ALLAH ADALAH UNSUR DASAR
BAGI PERUBAHAN ROHANI
Pilihan Kategori Bacaan
Pengembangan Diri
(20)
Berita
(19)
Karakcter
(16)
Dunia Perbankan
(10)
Kebahagiaan
(10)
iman
(9)
Kebudayaan
(8)
Prinsip Hidup
(8)
Berkat
(7)
Kasih
(7)
Orang Tua
(7)
Keluarga
(4)
sahabat
(4)
Binatang
(3)
Kesehatan
(3)
kata-kata bijak
(3)
Bejana
(2)
Hamba
(2)
Humor
(2)
Kisah Inspiratif
(2)
Bisnis Pulsa Gratis
(1)
Dunia Komputer
(1)
Dunia Poker
(1)
Filsafat
(1)
Hewan
(1)
Keajaiban
(1)
Kekasih
(1)
Kekuatan Diri
(1)
Kesabaran
(1)
Melayani
(1)
Menguasai Diri
(1)
Olah Raga
(1)
Otomotif
(1)
Paskah
(1)
Pengendalian diri
(1)
Penghianatan
(1)
Politik
(1)
Pujian
(1)
Roh Kudus
(1)
Seputar Dunia Blog
(1)
Teknologi
(1)
Tv Online
(1)


Senin, 12 April 2010


