JBlogs- waktu saya OnLine via feisbuuk ternyata ada pemberitahuan masuk di kotak pesan dari Group Gereja Bethel Tabernakel
dimana ada satu forum yang dikirim teman kita klik disini kalau mau lihat forumnya teman kita membuat judul forum dengan pertanyaan "Seperti apa Pelayanan Yang Sejati?? nah sebelum membahasnya saya berterima kasih atas kontribusi
dari Saudara seiman kita seperti apakah kira-kira pelayanan yang sejati itu???

sebelum kita jelaskan saya ingin memberitahukan bahwa pelayanan itu ada dua yaitu pelayanan semu dan pelayanan sejati dibawah ini ada perbedaan antara keduanya yang saya ambil dari GSJA KEMULIAAN Yohanes 13:12-15

Tidak ada seorangpun dari antara murid Yesus yang mau membasuh kaki, masalahnya adalah bahwa orang yang membasuh kaki orang lain adalah orang yang paling rendah. Sampai akhirnya Yesus harus memberi teladan tentang pelayanan sejati dan kerendahan hati (Yohanes 13:12-15). Dengan demikian Ia memberi definisi baru tentang kebesaran sejati (Lukas 22:24-26). Otoritas yang dibicarakan Yesus disini adalah otoritas fungsi, bukan otoritas status: otoritas yang tidak terdapat dalam kedudukan atau gelar melainkan dalam selembar handuk! 
Pelayanan mewujudkan sifat kerendahan hati di dalam kehidupan kita, sifat yang sangat penting dimiliki oleh seorang Kristen (Yakobus 4:6). Yesus menunjukkan bagaimana seharusnya kita melayani dan apa itu pelayanan yang sejati. Kita kadang terjebak melakukan pelayanan yang semu padahal Yesus ingin kita melakukan pelayanan yang sejati. Ada beberapa perbedaan antara pelayanan semu dan sejati :

1. Pelayanan semu terpengaruh oleh “suatu yang hebat“. Ia suka melayani bila pelayanan itu besar dan hebat. Pelayanan sejati tidak membedakan mana pelayanan yang kecil dan besar. Ia menyambut setiap kesempatan untuk melayani. Yesus melakukan pelayanan event-event besar yang dipenuhi banyak orang (bahkan ada yang 4000 orang dan ada yang 5000 orang, itu pun baru laki-laki), (Mat 14:13-21; 15:29-39). Namun juga Yesus melakukan pelayanan kecil tapi sangat mengubahkan orang. Ia rela jalan jauh-jauh bertemu dengan perempuan Samaria, Bartimeus yang lumpuh, Zakheus si pemungut cukai, seorang gila dari Gerasa, dan lain-lain. Layanilah Tuhan tanpa melihat apakah itu event besar atau event kecil.

2. Pelayanan semu biasanya bersifat sementara. Kalau ada proyek/tugas khusus yang harus dikerjakan, ia melayani. Seusai melayani maka ia beristirahat dengan senang. Sedangkan pelayanan sejati merupakan suatu gaya hidup. Pelayanan ini dilakukan karena pola hidup yang sudah mendarah daging. Timbulnya secara spontan untuk memenuhi keperluan sesama manusia. Jadi pelayanan sejati bukanlah sesuatu yang kita buat atau tampilkan, melainkan itulah gaya hidup kita.

3. Pelayanan semu menuntut pahala lahiriah. Ia perlu mengetahui apakah orang-orang melihat dan menghargai usahanya. Ia mencari tepuk tangan manusia. Ia menunggu untuk melihat apakah orang yang dilayani itu akan membalas dengan melayani dia. Jika semua pelayanan kita dilakukan di depan orang lain maka kita ini menjadi orang yang dangkal. Pelayanan sejati merasa puas dan tetap melakukan meskipun tidak diperhatikan oleh orang. Ia merasa puas bila Allah disenangkan. Kesukaannya hanya untuk melayani (Lukas 17:10). Ia melakukan untuk Tuhan dan tahu bahwa ada upah yang telah disediakan oleh Tuhan karena itu ia tidak kehilangan focus dalam pelayanannya (Kol 3:23-24).

4. Pelayanan semu menentukan dan memilih siapa yang akan dilayani. Kadang-kadang orang kaya dan berkuasa dilayani sebab itu pasti mendatangkan keuntungan. Kadang-kadang orang yang miskin dilayani untuk menjaga citra kerendahan hati. Pelayanan sejati melayani siapa saja dan tidak pandang bulu (Yakobus 2:1-9).

5. Pelayanan semu dipengaruhi oleh suasana hati. Ia hanya bisa melayani bila ada “perasaan mood“ untuk melayani (“digerakkan oleh Roh“, katanya, padahal “angin-anginan“/tidak stabil). Kesehatan yang terganggu, adanya masalah pribadi dan tidur yang kurang akan menghambat keinginannya untuk melayani. Pelayanan yang sejati melayani dengan rendah hati dan peka terhadap kebutuhan. Ia tahu bahwa “perasaan untuk melayani“ sering bisa menghambat yang sejati. Ia tidak dikendalikan perasaan tapi oleh panggilan hidup dan sudah menjadi gaya hidupnya. Pelayanan sejati rela memaksa diri untuk melayani dengan sungguh-sungguh. Ia menaklukkan dirinya supaya taat kepada Allah dan rela menyangkal diri serta kedagingannya (I Korintus 9:27, II Timotius 4:2).

6. Pelayanan semu menimbulkan keretakan dalam gereja (meruntuhkan gereja) karena berpusat pada diri sendiri. Oleh sebab pelayanan ini, orang lain berhutang kepada kita dan pelayanan ini menjadi salah satu bentuk manipulasi yang paling licik dan merusak. Akibatnya ialah perpecahan dalam gereja. Pelayanan sejati berpusat pada kasih Tuhan yang mempersatukan dan membangun tubuh Kristus. Pelayanan dengan tenang dan sederhana memperhatikan kebutuhan orang lain. Tidak seorangpun diwajibkan untuk membalas pelayanannya itu. Pelayanan ini menarik, menyembuhkan dan membangun. Hasilnya adalah kesatuan gereja dan masyarakat.

nah sekarang kita sampai pada pertanyaan Seperti apa sih Pelayanan sejati itu???
Mari kita baca sama-sama

Yohanes 13:15 "sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu"

dalam ayat ini telah memberikan gambaran atau patokan pelayanan sejati kita yaitu dengan meneladani apa yang YESUS sendiri lakukan, dan YESUS sendiri sudah memberikan banyak teladan dalam kehidupan murid-murid pada saat DIA berada di dunia ini.Apa saja teladan yang YESUS
berikan pada murid-murid pada saat itu??? salah satunya adalah teladan Melayani yang Sejati.

Nah Seperti apa pelayanan Yang sejati itu??

1> Pelayanan Firman
Kisah Para Rasul 6
6:4 dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman."

II Timotius 4
4:5 Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!

Filipi 2
2:22 Kamu tahu bahwa kesetiaannya telah teruji dan bahwa ia telah menolong aku dalam pelayanan Injil sama seperti seorang anak menolong bapanya.

yaitu pelayanan Firman artinya pelayanan yang sejati yaitu harus sesuai konsep Firman TUHAN atau back to BIBLE melakukan apa yang TUHAN perintahkan dalam Firman-Nya dimana kita menceritakan dan memberitakan FIRMAN TUHAN baik lewat motivasi yang kita berikan kepada orang lain, sharing, terlebih kehidupan kita atau tingkah laku kita itu adalah sarana pelayanan yang sejati "II Korintus 3
3:2 Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. bnd II Korintus 3
3:3 Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.

2> Pelayanan Kasih
II Korintus 9
9:12 Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah.
bnd
II Korintus 8
8:6 Sebab itu kami mendesak kepada Titus, supaya ia mengunjungi kamu dan menyelesaikan pelayanan kasih itu sebagaimana ia telah memulainya.

yaitu pelayanan yang dilandasi dengan kasih dimana pelayanan yang tidak dihalangi tembok2 pemisah atau pelayanan yang tidak memilih-memilih kasih atau memandang muka seperti cerita orang samaria yang murah hati dalam injil Lukas 10:33 Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.

Saya memiliki satu pengalaman tentang Pelayanan yang memandang muka./kedudukan.Teman 2 saya pergi ke sebuah rumah sakit ternama di kota x bersama Ibu yang sedang mengidap penyakit dimana ibu ini memiliki benjolan dirahim saya juga kurang tau kalau penyakit ini apa namanya...Dokter menyarankan untuk memesan ruangan utk operasi. setelah selang beberapa hari kemudian bersama Gembala/Pendeta, saya pergi untuk untuk chek in ruangan yang akan di tempati ibu D...setelah sampai kami langsung menuju tempat untuk kami mendapatkan informasih mengenai ruangan yang ingin di tempati Ibu D, lalu kami berbincang-bincang dengan petugas rumah sakit X yang kebetulan bisa kami sapa...singkat cerita kami menjelaskan maksud kami datang di rumah sakit X namun sekian lama kami berbincang-bincang kami merasa kecewa karena FeedBack atau respon yang diberikan petugas kepada kami tidak biasanya karena kami mengatakan bahwa Ibu D punya kartu JAMKESMAS atau ASKES dengan senyuman tumpul Suster itu berkata bahwa ruangan utk operasi FULL, padahal rumah sakit trsbt meiliki moto Luk 10:33 :)) masih banyak lagi kasus yang saya temui mengenai kata PELAYANAN antara lain, pada bidang kemahasiswaan di CAMPUS

Waktu saya semester 1 saya mengurus berkas untuk mendapatkan bantuan beasiswa dimana di setiap CAMPUS, pasti ada dana bantuan bagi MAHASISWA.baik itu bantuan beasiswa berupa Orang Tua tidak mampu (BBM) maupun Beasiswa PPA (prestasi), saya mengurus beasiswa PPA karena pada waktu itu IP saya 3.15 karena standar untuk mendapatkan beasiswa PPA harus IP 2.75 keatas. Singkat cerita setelah saya merampungkan berkas lalu saya masukan ke bagian administrasi nah disana saya sempat di sambut dengan kata2 : jangan berharap anda bisa mendapatkan beasiswa saya kurang mengerti apa maksud dari kata2 itu...lalu saya datang ke Dosen PA saya kebetulan beliau adalah OM saya, saya hanya mencari tau apa arti dari kata2 diatas, jujur saya selama kuliah tidak mau mengandalkan kekuatan manusia karena TUHAN jelas berfirman Yeremia 17
17:5 Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! dan saya tidak mau menerima kutukan saya mau menerima berkat dari TUHAN...

lalu OM saya jengkel karena perkataan itu lalu saya bersama beliau pergi ke bagian administrasi untuk bertemu dengan orang yang mengeluarkan perkataan tadi..OM saya langsung marah2 dan berkata apakah anda tidak mengetahui bahwa yang anda katakan tadi adalah keponakan saya???? dengan wajah merah padam (kira ini NAGA staw?? :) beliau malu menjawab dan untuk menutupi kesalahnya dia langsung mencubit saya sambil berkata : ngana kwa nda bilang kalau Mner x itu nape OM??? (kamu tidak cerita bahwa itu adalah OM kamu) saya langsung menjawab dengan nada sindiran: ibu juga (kebetulan dia adalah seorang wanita) nda pernah bilang kalau beasiswa itu hanya untuk keponakan DOSEN??? langsung saja Dia mengambil berkas saya eeee tau..tau berkas saya sudah di mutasikan ke lemari yang sudah tidak dipakai. Lalu Om saya mengambil berkas saya dan entah dimasukan kemana..tau-tau setelah penerimaan beasiswa nama saya keluar langsung saya menaikan syukur dan berkata dalam hati terimah kasih TUHAN dan menaikan pujian Indah Sebagai di Eden ( baca : Indah pada waktunya) tapi saya bersyukur meskipun saya tidak mendapatkan beasiswa PPA tapi saya mendapatkan beasiswa BBM dan Om saya berkata : seandainya orang tua kamu kaya meskipun saya adalah OM kamu dan biar kamu menangis dara sekalipun saya tidak perjuangkan kamu untuk mendapatkan beasiswa :) lalu saya mengerti akan hal itu, karena kebetulan kedua orang tua saya memang dari ekonomi yang kurang mampu..tapi keluarga saya hanya hidup karena janji dan berkat TUHAN....setelah saya menerima beasiswa sampai saat ini saya sudah tdk mengurusnya lagi karena saya mengerti bahwa bukan cuma saya saja yang membutuhkan tapi teman2 lain masih banyak yg membutuhkan....tapi saya sangat kecewa karena sampai detik ini, Pelayanan ini masih diwarnai dengan prioritas kepada mereka yang memiliki koneksi saja .....

SAMPAI KAPAN PELAYANAN INI BERTAHAN ????
tergantung dari pribadi kita masing2 :)

dan ingat meskipun pelayanan kasih itu mulia tapi ada juga tantangannya II Korintus 8
8:20 Sebab kami hendak menghindarkan hal ini: bahwa ada orang yang dapat mencela kami dalam hal pelayanan kasih yang kami lakukan dan yang hasilnya sebesar ini.

3> Pelayanan Roh

II Korintus 3
3:8 betapa lebih besarnya lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh!

bagaimana itu pelayanan Roh..????

yaitu pelayanan yang dituntun oleh Roh kudus dan menghasilkan buah-buah roh, tentu kita bertanya-tanya apa saja bua roh???

Galatia 5
5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,


II Korintus 3
3:9 Sebab, jika pelayanan yang memimpin kepada penghukuman itu mulia, betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada pembenaran.

II Korintus 5
5:18 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.



bagaimana cara kita bisa menjalankan atau bisa melakukan pelayanan Yang sejati ???disini saya cuma bisa memberikan satu jawaban saja yaitu LAKUKANLAH PELAYANAN ITU UNTUK KEMULIAAN TUHAN SAJA BUKAN UNTUK MANUSIA

ayat ini akan membantu saya untuk menjelaskan :

Efesus 6
6:7 dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia.

Kolose 3
3:23 Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

===========================================================
NB (Note bible) : Wahyu 2
2:19 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama.
date Senin, 29 Maret 2010

0 komentar to “PELAYANAN SEJATI”

Leave a Reply:

Kenalan yah teman-teman

Foto saya
Palu, Sulawesi-Tengah, Indonesia
Keingintahuan akan pengetahuan