JBlogs---Sejak Palestina dan Israel bertikai secara terbuka. Kedua negara saling
melepaskan tembakan. Korban pun tidak terhindarkan. Rasa simpati
terhadap Palestina datang dari seluruh penjuru dunia, termasuk
Indonesia. Di Indonesia muncul demo di berbagai daerah untuk mengutuk
Israel. Begitu pula ada sumbangan dana dari berbagai komponen masyarakat
untuk rakyat Palestina. Bahkan Indonesia, melalui menteri pertahanan
Yusgiantoro mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengirim pasukan
perdamaian untuk menjaga wilayah Palestina.
JBlogs---Sejak Palestina dan Israel bertikai secara terbuka. Kedua negara saling
melepaskan tembakan. Korban pun tidak terhindarkan. Rasa simpati
terhadap Palestina datang dari seluruh penjuru dunia, termasuk
Indonesia. Di Indonesia muncul demo di berbagai daerah untuk mengutuk
Israel. Begitu pula ada sumbangan dana dari berbagai komponen masyarakat
untuk rakyat Palestina. Bahkan Indonesia, melalui menteri pertahanan
Yusgiantoro mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengirim pasukan
perdamaian untuk menjaga wilayah Palestina.
JBlogs--- Seperti yang diberitakan oleh Manado Post bahwa pada Hari Sabtu (11/7) hari ini, 80 ribu lebih kepala keluarga di
Minsel, bakal berbondong-bondong menuju pasar tradisional dan
supermarket. Tujuannya tak lain untuk membeli berbagai kebutuhan.
Mempersiapkan keperluan merayakan pengucapan syukur, Minggu (12/7)
esok. Estimasi Manado Post, pengucapan syukur diperkirakan menyedot
anggaran sekira Rp60 miliar.
Angka ini merupakan hitungan terendah. Diperkirakan, dari 80 ribu lebih KK, ada 25 % tidak merayakan pengucapan.
Tiap keluarga yang akan merayakan pengucapan minimal menghabiskan Rp1
juta. Bila dikalikan 60 ribu KK, berarti anggaran berputar di tingkat
pedagang mencapai Rp60 miliar.
Diketahui, pekan berjalan ini para PNS menerima Rapel, gaji 13, dan perangkat desa menerima tunjangan. Tak mengherankan, perputaran uang saat pengucapan mencapai puluhan miliar. Bupati Christiany Eugenia Paruntu SE mengimbau, agar masyarakat merayakan pengucapan secara sederhana dan tidak berfoya-foya. “Kita harus lebih memaknai pengucapan syukur lebih dalam. Ini merupakan ungkapan syukur kita masyarakat Minsel atas berkat telah diberi Tuhan, terhadap hasil pertanian dan perkebunan begitu melimpah. Saat ini sebagian wilayah di Minsel sedang panen cengkih. Itu salah satu berkat Tuhan yang patut disyukuri,” ungkap Tetty.
Demikian dikatakan Pnt Franky Lelengboto. Menurutnya, pengucapan bukan merupakan bentuk syukur atas seluruh berkat Tuhan. “Jangan nodai perayaan pengucapan syukur dengan pesta minuman keras, apalagi sampai mabuk-mabukan. Mari semua menjaga makna pengucapan syukur sesungguhnya,” tegas Lelengboto.
Ditempat terpisah Pdt Boy Runtuwene STh, yang juga merupakan Ketua BMPJ GMIM Tiberias Sapa, angkat bicara mengenai seremonial tahunan ini. Menurut Pendeta Alumni STT INTIM Ujung Pandang ini, mengatakan
bahwa Ibadah Pengucapan Syukur berbeda dengan kata PENGUCAPAN SYUKUR yang sering masyarakat perbincangkan, sehingga pemaknaannya ada pada Ibadah dan bukan pada
pengucapannya, ucap Pendeta Boy lewat status di akun Facebooknya
JBlogs---Ini adalah cerita yang diambil dari percakapan antara Tukang cukur dan Pelanggannya. Cerita ini biarlah menjadi sebuah motivasi iman kita agar lebih lagi mengandalkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan ini. Jangan nanti pada saat ketika kita mengalami hal atau suatu kondisi seperti pada cerita antara tukang cukur dan pelanggan-nya dibawah ini.
Disebuah salon terkenal terdengarlah sebuah percakapan yang menarik;
Si tukang cukur bilang, "Saya tidak percaya Allah itu ada."
"Kenapa kamu berkata begitu?" timpal si customer.
"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan...
Untuk menyadari bahwa Allah itu tidak ada.
Katakan kepadaku, jika Allah itu ada, Adakah yang sakit?
Adakah anak terlantar?
Adakah anak terlantar?
Jika Allah ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan.
Saya tidak dapat membayangkan Allah Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi....
Si customer diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.
Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si customer pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.
Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada
orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar, gimbal, kotor
dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak
terawat.
Si customer balik ke tempat tukang cukur dan berkata, "Kamu tahu, sebenarnya Tidak Ada Tukang Cukur."
Si tukang cukur tidak terima, "Kamu kok bisa bilang begitu?"
"Saya di sini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!"
"Tidak!" elak si customer.
"Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang
dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar
sana", Si customer menambahkan.
"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!" Sanggah si tukang cukur.
"Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri.
"Cocok!" kata si customer menyetujui. "Itulah point utama-nya! Sama dengan Allah, Allah Itu Juga Ada! Tapi apa yang terjadi...
Orang-orang Tidak Mau Datang kepada-Nya, dan Tidak Mau Mencari-Nya.
Oleh karena itu, banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini."
Si tukang cukur terbengong!
Salam JBlogs
JBLogs---Sebuah
kisah lama yang patut dibaca dan direnungkan berkali- kali betapa
baiknya ibunda kita, bagaimana besarnya pengorbanan ibunda kita dstnya
Kejadian
ini terjadi di sebuah kota kecil di Taiwan, tahun berapaan udah lupa.
Dan sempat dipublikasikan lewat media cetak dan electronic. Ada seorang
pemuda bernama A be (bukan nama sebenarnya). Dia anak yg cerdas, rajin
dan cukup cool. Setidaknya itu pendapat cewe2 yang kenal dia. Baru
beberapa tahun lulus dari kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan
swasta, dia sudah dipromosikan ke posisi manager. Gajinya pun
lumayan.Tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari kantor.
Tipe orangnya yang humoris dan gaya hidupnya yang sederhana membuat banyak teman2 kantor
senang bergaul dengan dia, terutama dari kalangan cewe2 jomblo.Bahkan putri owner perusahaan tempat ia bekerja juga menaruh perhatian khusus pada A be.
Di rumahnya ada seorang wanita tua yang tampangnya seram sekali. Sebagian kepalanya botak dan kulit kepala terlihat seperti borok yang baru mengering. Rambutnya hanya tinggal sedikit di bagian kiri dan belakang. Tergerai seadanya sebatas pundak. Mukanya juga cacat seperti luka bakar. Wanita tua ini
betul2 seperti monster yang menakutkan. Ia jarang keluar rumah bahkan jarang keluar dari kamarnya
kalau tidak ada keperluan penting.
Wanita tua ini tidak lain adalah Ibu kandung A Be. Walau demikian, sang Ibu selalu setia melakukan
pekerjaan routine layaknya ibu rumah tangga lain yang sehat. Membereskan rumah, pekerjaan dapur,
cuci-mencuci (pakai mesin cuci) dan lain-lain. Juga selalu memberikan perhatian yang besar kepada
anak satu2-nya A be. Namun A be adalah seorang pemuda normal layaknya anak muda lain.
Kondisi Ibunya yang cacat menyeramkan itu membuatnya cukup sulit untuk mengakuinya.
Setiap kali ada teman atau kolega business yang bertanya siapa wanita cacat dirumahnya, A be selalu menjawab wanita itu adalah pembantu yang ikut Ibunya dulu sebelum meninggal. "Dia tidak punya saudara, jadi saya tampung, kasihan." jawab A be. Hal ini sempat terdengar dan diketahui oleh
sang Ibu. Tentu saja ibunya sedih sekali. Tetapi ia tetap diam dan menelan ludah pahit dalam hidupnya. Ia semakin jarang keluar dari kamarnya, takut anaknya sulit untuk menjelaskan pertanyaan mengenai dirinya.
Hari demi hari kemurungan sang Ibu kian parah.
Suatu hari ia jatuh sakit cukup parah. Tidak kuat bangun dari ranjang. A be mulai kerepotan mengurusi rumah, menyapu, mengepel, cuci pakaian, menyiapkan segala keperluan sehari-hari yang biasanya di kerjakan oleh Ibunya. Ditambah harus menyiapkan obat-obatan buat sang Ibu sebelum dan setelah pulang kerja (di Taiwan sulit sekali cari pembantu, kalaupun ada mahal sekali). Hal ini membuat A be jadi BT (bad temper) dan uring-uringan di rumah.
Pada saat ia mencari sesuatu dan mengacak-acak lemari ibunya, A be melihat sebuah box kecil.
Di dalam box hanya ada sebuah foto dan potongan koran usang. Bukan berisi perhiasan seperti dugaan A be. Foto berukuran postcard itu tampak seorang wanita cantik. Potongan koran usang memberitakan tentang seorang wanita berjiwa pahlawan yang telah menyelamatkan anaknya dari musibah kebakaran. Dengan memeluk erat anaknya dalam dekapan, menutup dirinya dengan sprei kasur basah menerobos api yang sudah mengepung rumah.
Sang wanita menderita luka bakar cukup serius sedang anak dalam dekapannya tidak terluka sedikitpun. Walau sudah usang, A be cukup dewasa untuk mengetahui siapa wanita cantik di dalam foto dan siapa wanita pahlawan yang dimaksud dalam potongan koran itu. Dia adalah Ibu kandung A be. Wanita yang sekarang terbaring sakit tak berdaya.
Spontan air mata A be menetes keluar tanpa bisa dibendung. Dengan menggenggam foto dan koran
usang tersebut, A be langsung bersujud disamping ranjang sang Ibu yang terbaring. Sambil menahan tangis ia meminta maaf dan memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini. Sang ibupun ikut menangis, terharu dengan ketulusan hati anaknya. "Yang sudah-sudah nak, Ibu sudah maafkan.
Jangan di ungkit lagi". Setelah sembuh, A be bahkan berani membawa Ibunya belanja ke supermarket.
Walau menjadi pusat perhatian banyak orang, A be tetap cuek bebek. Kemudian peristiwa ini menarik perhatian kuli tinta (wartawan). Dan membawa kisah ini ke dalam media cetak dan elektronik. Ketika membaca kisah ini di media cetak, saya sempat menangis karena tidak sempat bersujud di hadapan mamaku. Mamaku telah meninggal 3 th lebih saat itu.
Teman2 yang masih punya Ibu (Mama atau Mami) di rumah, biar bagaimanapun kondisinya, segera bersujud di hadapannya. Selagi masih ada waktu ya.
Di rumahnya ada seorang wanita tua yang tampangnya seram sekali. Sebagian kepalanya botak dan kulit kepala terlihat seperti borok yang baru mengering. Rambutnya hanya tinggal sedikit di bagian kiri dan belakang. Tergerai seadanya sebatas pundak. Mukanya juga cacat seperti luka bakar. Wanita tua ini
betul2 seperti monster yang menakutkan. Ia jarang keluar rumah bahkan jarang keluar dari kamarnya
kalau tidak ada keperluan penting.
Wanita tua ini tidak lain adalah Ibu kandung A Be. Walau demikian, sang Ibu selalu setia melakukan
pekerjaan routine layaknya ibu rumah tangga lain yang sehat. Membereskan rumah, pekerjaan dapur,
cuci-mencuci (pakai mesin cuci) dan lain-lain. Juga selalu memberikan perhatian yang besar kepada
anak satu2-nya A be. Namun A be adalah seorang pemuda normal layaknya anak muda lain.
Kondisi Ibunya yang cacat menyeramkan itu membuatnya cukup sulit untuk mengakuinya.
Setiap kali ada teman atau kolega business yang bertanya siapa wanita cacat dirumahnya, A be selalu menjawab wanita itu adalah pembantu yang ikut Ibunya dulu sebelum meninggal. "Dia tidak punya saudara, jadi saya tampung, kasihan." jawab A be. Hal ini sempat terdengar dan diketahui oleh
sang Ibu. Tentu saja ibunya sedih sekali. Tetapi ia tetap diam dan menelan ludah pahit dalam hidupnya. Ia semakin jarang keluar dari kamarnya, takut anaknya sulit untuk menjelaskan pertanyaan mengenai dirinya.
Hari demi hari kemurungan sang Ibu kian parah.
Suatu hari ia jatuh sakit cukup parah. Tidak kuat bangun dari ranjang. A be mulai kerepotan mengurusi rumah, menyapu, mengepel, cuci pakaian, menyiapkan segala keperluan sehari-hari yang biasanya di kerjakan oleh Ibunya. Ditambah harus menyiapkan obat-obatan buat sang Ibu sebelum dan setelah pulang kerja (di Taiwan sulit sekali cari pembantu, kalaupun ada mahal sekali). Hal ini membuat A be jadi BT (bad temper) dan uring-uringan di rumah.
Pada saat ia mencari sesuatu dan mengacak-acak lemari ibunya, A be melihat sebuah box kecil.
Di dalam box hanya ada sebuah foto dan potongan koran usang. Bukan berisi perhiasan seperti dugaan A be. Foto berukuran postcard itu tampak seorang wanita cantik. Potongan koran usang memberitakan tentang seorang wanita berjiwa pahlawan yang telah menyelamatkan anaknya dari musibah kebakaran. Dengan memeluk erat anaknya dalam dekapan, menutup dirinya dengan sprei kasur basah menerobos api yang sudah mengepung rumah.
Sang wanita menderita luka bakar cukup serius sedang anak dalam dekapannya tidak terluka sedikitpun. Walau sudah usang, A be cukup dewasa untuk mengetahui siapa wanita cantik di dalam foto dan siapa wanita pahlawan yang dimaksud dalam potongan koran itu. Dia adalah Ibu kandung A be. Wanita yang sekarang terbaring sakit tak berdaya.
Spontan air mata A be menetes keluar tanpa bisa dibendung. Dengan menggenggam foto dan koran
usang tersebut, A be langsung bersujud disamping ranjang sang Ibu yang terbaring. Sambil menahan tangis ia meminta maaf dan memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini. Sang ibupun ikut menangis, terharu dengan ketulusan hati anaknya. "Yang sudah-sudah nak, Ibu sudah maafkan.
Jangan di ungkit lagi". Setelah sembuh, A be bahkan berani membawa Ibunya belanja ke supermarket.
Walau menjadi pusat perhatian banyak orang, A be tetap cuek bebek. Kemudian peristiwa ini menarik perhatian kuli tinta (wartawan). Dan membawa kisah ini ke dalam media cetak dan elektronik. Ketika membaca kisah ini di media cetak, saya sempat menangis karena tidak sempat bersujud di hadapan mamaku. Mamaku telah meninggal 3 th lebih saat itu.
Teman2 yang masih punya Ibu (Mama atau Mami) di rumah, biar bagaimanapun kondisinya, segera bersujud di hadapannya. Selagi masih ada waktu ya.
![]() |
| Pacquiao VS Chris John |
JBlogs---
Petinju Filipina Manny Pacquiao (kiri)
berakting dengan petinju Indonesia Chris John (kanan) pada proses
pembuatan iklan jamu PT Sido muncul di lereng Gunung Merapi, Sleman,
Kamis (9/7/2015).
Sponsored
Kisah Nyata Kebesaran Jiwa Seorang Ibu
Kisah Nyata Kebesaran Jiwa Seorang Ibu
Menurut pihak PT Sido Muncul dipakainya Manny sebagai bintang iklan terbaru Kuku Bima Energi sebagai antisipasi diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) karena iklan akan diputar di sejumlah negara Asean, maka harus direfleksikan oleh seorang tokoh terkenal dunia dan memiliki kepedulian tinggi pada sesama.
Sumber : Rimanews
Presiden Jokowi merupakan Presiden ke 9 bukan ke 7 temukan jawabannya
JBlogs---Mungkin masih banyak dari masyarakat Indonesia yang beranggapan bahwa
Indonesia hingga saat ini baru dipimpin oleh enam presiden, yaitu
Soekarno, Soeharto, B.J. Habibie, K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur),
Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan kini Presiden Joko Widodo.
Namun hal itu ternyata keliru. Indonesia, menurut catatan sejarah,
hingga saat ini sebenarnya sudah dipimpin oleh sembilan presiden. Lho,
kok bisa? Lalu siapa dua orang lagi yang pernah memimpin Indonesia?
Berikut ulasannya
![]() |
Mr. Sjafruddin Prawiranegara |
Untuk mengisi kekosongan kekuasaan, Sjafrudin mengusulkan dibentuknya
pemerintahan darurat untuk meneruskan pemerintah RI. Padahal, saat itu
Soekarno – Hatta mengirimkan telegram berbunyi, “Kami, Presiden Republik Indonesia memberitakan bahwa pada hari
Minggu tanggal 19 Desember 1948 djam 6 pagi Belanda telah mulai
serangannja atas Ibu Kota Jogjakarta. Djika dalam keadaan pemerintah
tidak dapat mendjalankan kewajibannja lagi, kami menguasakan kepada Mr.
Sjafruddin Prawiranegara, Menteri Kemakmuran RI untuk membentuk
Pemerintahan Darurat di Sumatra”.
Namun saat itu telegram tersebut tidak sampai ke Bukittinggi. Meski
demikian, ternyata pada saat bersamaan Sjafruddin Prawiranegara telah
mengambil inisiatif yang senada. Dalam rapat di sebuah rumah dekat
Ngarai Sianok Bukittinggi, 19 Desember 1948, ia mengusulkan pembentukan
suatu pemerintah darurat (emergency government). Gubernur Sumatra Mr.
T.M. Hasan menyetujui usul itu “demi menyelamatkan Negara Republik
Indonesia yang berada dalam bahaya, artinya kekosongan kepala
pemerintahan, yang menjadi syarat internasional untuk diakui sebagai
negara”.
Pada 22 Desember 1948, di Halaban, sekitar 15 km dari Payakumbuh,
PDRI “diproklamasikan” . Sjafruddin duduk sebagai ketua/presiden
merangkap Menteri Pertahanan, Penerangan, dan Luar Negeri, ad. interim.
Kabinatenya dibantu Mr. T.M. Hasan, Mr. S.M. Rasjid, Mr. Lukman Hakim,
Ir. Mananti Sitompul, Ir. Indracahya, dan Marjono Danubroto. Adapun
Jenderal Sudirman tetap sebagai Panglima Besar Angkatan Perang.
Sjafruddin menyerahkan kembali mandatnya kepada Presiden Soekarno
pada tanggal 13 Juli 1949 di Yogyakarta. Dengan demikian, berakhirlah
riwayat PDRI yang selama kurang lebih delapan bulan melanjutkan
eksistensi Republik Indonesia

Mr. Assaat

Mr. Assaat
Dalam perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) yang ditandatangani di
Belanda, 27 Desember 1949 diputuskan bahwa Belanda menyerahkan
kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat (RIS). RIS terdiri dari 16
negara bagian, salah satunya adalah Republik Indonesia. Negara bagian
lainnya seperti Negara Pasundan, Negara Indonesia Timur, dan lain-lain.
Karena Soekarno dan Moh. Hatta telah ditetapkan menjadi Presiden dan
Perdana Menteri RIS, maka berarti terjadi kekosongan pimpinan pada
Republik Indonesia. Assaat adalah Pemangku Sementara Jabatan Presiden RI. Peran Assaat
sangat penting. Kalau tidak ada RI saat itu, berarti ada kekosongan
dalam sejarah Indonesia bahwa RI pernah menghilang dan kemudian muncul
lagi. Namun, dengan mengakui keberadaan RI dalam RIS yang hanya beberapa
bulan, tampak bahwa sejarah Republik Indonesia sejak tahun 1945 tidak
pernah terputus sampai kini. Kita ketahui bahwa kemudian RIS melebur
menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia tanggal 15 Agustus 1950. Itu
berarti, Assaat pernah memangku jabatan Presiden RI sekitar sembilan
bulan.
Perjuangan mereka tentu saja tidak bisa dipandang sebelah mata. Jika tidak ada keduanya, mungkin saja kisah Indonesia tidak seperti dalam buku sejarah yang kita baca di sekolah. Sayang, nama keduanya seolah hilang dan tidak diabadikan. Apa pendapatmu?
JBLogs- Saat terburu-buru, biasanya Anda akan langsung mematikan mesin mobil. Padahal, mematikan mesin mobil dengan asal dapat berakibat buruk pada mobil. Maka itu, jangan sepelekan masalah simpel tersebut.
Menjaga performa mobil tak hanya dengan melakukan servis atau perawatan rutin serta berkendara dengan baik dan benar. Namun cara mematikan mesin mobil dengan baik dan benarpun dapat menjaga kondisi mesin mobil.
Dilansir situs resmi Toyota, kerusakan pada
JBlogs--- Alkisah, ada seorang anak kelas 5 SD bernama Adi. Setiap
hari, Adi tiba di sekolah pagi-pagi sekali. Biasanya saat ia datang,
belum ada satu pun teman sekelasnya yang datang.
Suatu hari, saat istirahat, Adi terkejut melihat bekal yang dibawanya dari rumah berkurang separuh . "Siapakah gerangan yang mengambil bekalku?" batinnya dalam hati sambil mengitarkan pandangan curiga ke seputar kelas.
Sepulang dari sekolah, diceritakan kasus bekal yang hilang
JBlogs--- Ketika artikel ini di tulis jumlah petisi untuk BPJS Ketenagakerjaan sudah mencapai angka 78.423 pendukung tentu angka tersebut akan bertambah lagi, padahal petisi ini baru dibuat tanggal 1 Juli 2015, hal ini sangat menarik perhatian JBLogs untuk memposting artikel ini, dalam rangka mendukung petisi tersebut. Petisi ini dibuat oleh seorang anak muda bernama Gilang Mahardhika asal Yogyakarta. Tentu suara Gilang M, merupakan suara dari seluruh buruh di Indonesia terbukti dari ribuan Netizen yang mengikuti petisi menolak kebijakan tersebut yang dinilai justru menyengsarakan kaum buru.Petisi dan suara kamu buruh yang diwakili oleh Saudara Gilang ini karena merupakan ungkapan atau luapan kekecewaannya terhadap pemerintah dalam hal ini BPJS yang membuat sebuah kebijakan yang menurut JBlogs kebijakan yang tidak bijaksana bahkan tidak manusiawi. Bagaimana tidak? kebijakan tersebut dikeluarkan tanpa ada pengumuman bahkan sosialisasi tentang kebijakan "sepihak" itu. Mestinya pemerintah peka terhadap suara atau petisi ini. Semoga kebijakan ini bisa direvisi, sehingga manfaat dari adanya BPJS benar-benar dirasakan, paling tidak kebijakan yang dibuat sesuai dengan Kepanjangan BPJS itu sendiri, yaitu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Takutnya jika fungsi BPJS sudah tidak sesuai dengan namanya saya kwatir bisa-bisa BPJS dibumi hanguskan dari negeri kita ini, karena buat apa ada badan jaminan sosial tapi kenyataannya justru terbalik bahkan tidak berpihak pada masyarkat kita. Dibawah ini adalah penggalan cerita yang JBlogs baca dari situs Online Klik Change.org. So mari kita dukung petisi tersebut dengan mengshare artikel ini ke wall atau dinding Facebook sahabat JBlogs semua, Jika ada Medsos sahabat-sahabat JBLogs (Path, Line, twitter dll) mohon dishare demi kepentingan mereka yang disengsarakan dengan kebijakan ini. Mari sertakan @John_Bni46 @BPJSTKinfo @hanifdhakiri @humasnaker @jokowi ; batalkan kebijakan baru pencairan dana JHT minimal 10 tahun. Berikut cerita luapan kekecewaan serta keluh kesah sahabat kita Gilang M, yang tentunya suara dari seluruh kamu buruh yang ada di Indonesia.
"Saya sudah bekerja selama 5 tahun lebih, lalu saya memutuskan untuk menjadi wiraswasta, saya merasa percaya diri karena saya akan mendapatkan tambahan modal dari JHT saya di BPJS TK yang iurannya saya bayarkan selama 5 tahun lamanya.
Bulan Mei 2015 saya sudah resmi berhenti bekerja, saya mengajukan pencairan JHT saya pada bulan Juni 2015 yang ternyata ditolak karena perusahaan terakhir tempat saya bekerja belum menutup akun BPJS TK saya. Lalu saya meminta perusahaan untuk menutup akun BPJS saya; setelah itu saya diberi kepastian oleh seorang petugas BPJS TK bahwa JHT saya bisa dicairkan pada awal Juli 2015.
Petaka pun dimulai. Pada tanggal 1 Juli 2015, saya yang sudah bersuka-cita akan mendapatkan uang JHT yang akan saya gunakan untuk modal usaha berakhir dengan mengunyah pil pahit. Saya tidak sendiri, banyak peserta BPJS TK lain yang saat itu juga berniat mencairkan dana JHT-nya hanya bisa gigit jari. Permintaan pencairan JHT kami ditolak karena peraturan baru yang diterapkan mulai 1 Juli 2015 menyatakan bahwa pencairan dana JHT bisa dilakukan setelah masa kepesertaan 10 tahun (yang mana bisa diambil 10% saja dan sisanya bisa diambil setelah usia 56 tahun).
Kami merasa dirugikan, karena uang tersebut adalah uang yang dipotong
tiap bulan dari penghasilan kami. Selain itu peraturan ini juga
terkesan terburu-buru dan minim sosialisasi, sehingga banyak masyarakat
yang tidak tahu-menahu dan akhirnya merasa diperlakukan secara kurang
adil. Yang patut disayangkan lagi adalah tidak ada masa transisi sebelum
diberlakukannya aturan ini secara resmi. Penjelasan dari pihak BPJS
juga terkesan kurang solutif; pihak BPJS beralasan tidak dapat memberi
solusi karena hanya menjalankan kebijakan dari pusat.
Bagi teman-teman atau saudara-saudara yang ikut prihatin maupun merasakan ketidakadilan ini, sila ikut berkontribusi dalam petisi ini; dengan harapan aspirasi kita dapat tersampaikan dan hak kita dapat diperhatikan. Semoga bermanfaat, dan keadilan selalu menyertai kita.
"Saya sudah bekerja selama 5 tahun lebih, lalu saya memutuskan untuk menjadi wiraswasta, saya merasa percaya diri karena saya akan mendapatkan tambahan modal dari JHT saya di BPJS TK yang iurannya saya bayarkan selama 5 tahun lamanya.
Bulan Mei 2015 saya sudah resmi berhenti bekerja, saya mengajukan pencairan JHT saya pada bulan Juni 2015 yang ternyata ditolak karena perusahaan terakhir tempat saya bekerja belum menutup akun BPJS TK saya. Lalu saya meminta perusahaan untuk menutup akun BPJS saya; setelah itu saya diberi kepastian oleh seorang petugas BPJS TK bahwa JHT saya bisa dicairkan pada awal Juli 2015.
Petaka pun dimulai. Pada tanggal 1 Juli 2015, saya yang sudah bersuka-cita akan mendapatkan uang JHT yang akan saya gunakan untuk modal usaha berakhir dengan mengunyah pil pahit. Saya tidak sendiri, banyak peserta BPJS TK lain yang saat itu juga berniat mencairkan dana JHT-nya hanya bisa gigit jari. Permintaan pencairan JHT kami ditolak karena peraturan baru yang diterapkan mulai 1 Juli 2015 menyatakan bahwa pencairan dana JHT bisa dilakukan setelah masa kepesertaan 10 tahun (yang mana bisa diambil 10% saja dan sisanya bisa diambil setelah usia 56 tahun).
![]() |
| Aturan Baru BPJS Ketenagakerjaan |
Bagi teman-teman atau saudara-saudara yang ikut prihatin maupun merasakan ketidakadilan ini, sila ikut berkontribusi dalam petisi ini; dengan harapan aspirasi kita dapat tersampaikan dan hak kita dapat diperhatikan. Semoga bermanfaat, dan keadilan selalu menyertai kita.
![]() |
Pilihan Kategori Bacaan
Pengembangan Diri
(20)
Berita
(19)
Karakcter
(16)
Dunia Perbankan
(10)
Kebahagiaan
(10)
iman
(9)
Kebudayaan
(8)
Prinsip Hidup
(8)
Berkat
(7)
Kasih
(7)
Orang Tua
(7)
Keluarga
(4)
sahabat
(4)
Binatang
(3)
Kesehatan
(3)
kata-kata bijak
(3)
Bejana
(2)
Hamba
(2)
Humor
(2)
Kisah Inspiratif
(2)
Bisnis Pulsa Gratis
(1)
Dunia Komputer
(1)
Dunia Poker
(1)
Filsafat
(1)
Hewan
(1)
Keajaiban
(1)
Kekasih
(1)
Kekuatan Diri
(1)
Kesabaran
(1)
Melayani
(1)
Menguasai Diri
(1)
Olah Raga
(1)
Otomotif
(1)
Paskah
(1)
Pengendalian diri
(1)
Penghianatan
(1)
Politik
(1)
Pujian
(1)
Roh Kudus
(1)
Seputar Dunia Blog
(1)
Teknologi
(1)
Tv Online
(1)

Sabtu, 11 Juli 2015















