JBlogs---Sebenarnya penulis sementara menulis Artikel mengenai Lukman Sardi yang menjadi pengikut Kristus, tetapi artikel tersebut belum selesai dituliskan, dikarenakan penulis disibukan dengan berbagai pekerjaan pekerjaan rutinitas, sehingga artikel-artikel tersebut belum terselesaikan. 

Namun sebelum menyelesaikan artikel tersebut, penulis sempat tertarik sebuah informasi yang netizen share di facebook, tentang seorang yang bernama Zakir Naik Pendakwa kelahiran India dengan nama Lengkap Zakir Abdul Karim Naik yang merupakan Dokter Medis dan bersama  gurunya yang memberikan inspirasi menjadi pendakwa yaitu Ahmed Deedat. Penulis  sangat kagum akan kedua cedekiawan Muslim ini karena memiliki tingkat kecerdasan yang luar biasa karena semua kitab-kitab Suci dari berbagai agama dihafalnya bahkan sampai detilnya ayat-ayat dari kitab tersebut. sampai-sampai melalui kepintaranya ini menjadi pendebat terhebat, mengapa demikian karena lewat debat banyak toko-toko agama yang dikalahkannya. Tapi saya lebih bangga dan hebat lagi, mengenai tokoh sepanjang masa yaitu Tuhan Yesus, dimana rela menebus dosa manusia dan mengajarkan kebenaran lewat jalan menyerahkan nyawa-Nya, demi dosa manusia bukan lewat debat, kekerasan dan kebencian tapi lewat Kasih. Kasih tidak mengajarkan yang namanya perdebatan,  yang hanya mempertontonkan dan menonjolkan kelebihan, kepintaran dan pembenaran diri sendiri tetapi lebih memojokan dan melecehkan kelemahan orang lain. Yang saya sangat tertarik yaitu dr. Zakir Naik mengirim surat ke vatikan untuk berdebat langsung dengan Paus selaku pemimpin tertinggi Gereja katolik Roma. Saya merasa kwatir juga jangan sampai dr. Zakir Abdul Karim Naik, akan mengirim surat ke Surga debat dengan Tuhan Yesus. Tapi nanti debat tersebut pasti terjadi karena Yesus akan menghakimi  semua orang didunia ini, tanpa terkecuali dr.Zakir Naik
Saya sangat kagum juga sosok cendekiawan Muslim Indonesia yaitu Kernas Abubakar Masyhur  Yusuf Roni, atau  lebih dikenal dengan KAM Yusuf Roni, meskipun seorang yang cerdas tapi tahu cara mengolah kepintarannya itu. Bagaimana beliau menjadi penginjil  hebat tetapi tidak sampai mengirim surat dan menantang otoritas agama tertentu. Karena prinsip debat hanya mencari siapa yang pintar dan benar menurut pembenaran manusia padahal tolak ukur kebenaran adalah sejatihnya melakukan Firman Tuhan.
Saya tidak akan mengecam dan menghakimi dr Zakir Naik, karena penulis juga memiliki kekurangan, karena sejatinya kesempuranaan dan penghakiman adalah Milik Tuhan Yesus. Penulis disini hanya mencoba mengupas apa yang menjadi perdebatan antara Umat Muslim dan Kristen di setiap artikel yang bernuasa SARA, seperti yang penulis baca di facebook dengan judul JIKA YESUS TUHAN, MAKA ADAM ADALAH TUHAN YANG LEBIH HEBAT LAGI. Penulis tertarik bukan pada judulnya tapi pada komentar-komentar pedas yang dilontarkan oleh orang-orang yang mengaku memiliki Agama, tetapi dilihat dari segi bahasa dan cara berkomentar jelas-jelas seperti manusia tidak memiliki agama,  aklak dan etika.
Ada beberapa komentar yang  penulis ingin jawab, dan jelaskan agar menjadi seseuatu informasi yang edukatif sehingga berguna bagi banyak orang, bukan sebagai komentar yang menjelekan agama tertentu bahkan mengudang kontroversi yang berkepanjangan. Ijinkan penulis membahas sesuai Iman dan keyakinan Penulis yaitu Iman Kristus atau pengikut kristus. Penulis bukanlah seorang Gembala ataupun pendeta bahkan juga bukan toko agama, tetapi penulis memilliki tanggung jawab iman untuk berusaha mencoba menjelaskan sesuai dengan kemampuan dan cara berfikir yang terbatas ini. Adapun komentar yang penulis rangkum lewat artikel ini adalah sebagai berikut:

1.       Pindah keyakinan

Banyak yang berpindah keyakinan dari Agama Kristen ke Agama yang dianut dr.Zakir Naik, baik lewat Hidayah maupun lewat dakwa dr Zakir Naik, yang dibaca maupun di tonton lewat Internet. Banyak yang mengaku sebelumnya beragama Kristen dan kemudian berpindah agama, dengan rasa syukur dan bangga bahwa seolah-olah agama kristen merupakan agama kebohongan karena menurut mereka Alkitab direvisi, diubah dan diedit sehingga isi Alkitab palsu. Saya tidak merasa keberatan mereka berpindah dari Agama Kristen ke agama lainnya, tetapi menurut penulis justru kepindahan mereka karena berlatar belakang memiliki iman dan mental kerupuk yang mendalami kekristenan hanya berlandaskan logika dan pengetahuan, padahal kita tahu bersama bahwa pemikiran dan otak manusia itu terbatas. Justru yang penulis sesalkan adalah setelah berpindah, orang-orang tersebut menjelekkan agama sebelumnya. Mengapa mereka berpindah keyakinan? Pertama, kondisi tersebut jelas-jelas sudah di Firmankan Oleh Yesus lewat Tulisan Injil Matius 22:14 “Sebab banyak yang dipanggil (termasuk orang-orang yang sebelumnya beragama Kristen), tetapi sedikit yang dipilh”. Kemudian injil Matius 7:14 “Karena Sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya. Jadi jelas berpindahnya keyakinan tersebut sudah jelas dan dijelaskan dalam Firman Tuhan, sehingga  bukanlah sebuah hal yang mengejutkan. Tetapi jika kita masih dalam kasih  dan anugerah-Nya, mari perkuat Iman dan keyakinan kita hanya kepada Yesus, melalui belajar lebih dalam akan kebenaran-Nya bukan kebenaran manusia. Harusnya lewat komentar-komentar tersebut iman kita tidak akan goyah,  justru membuat iman semakin kokoh,  serta termotivasi dalam mempertahankan kualitas iman percaya kita. Kedua, pemahaman dan konsep iman hanya terbatas di pemikiran saja (Logika),  jika tidak sesuai dengan logika berarti hal demikian tidak benar atau diistilahkan dengan agama kafir. Padahal jika konsep iman = logika, maka pastilah mereka meninggalkan agama karena logika tidak bisa menjangkau Iman. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1). Karena iman bertolak belakang dengan Logika, tetapi proses Iman tentu menggunakan Logika, namun karena Logika kita memiliki keterbatasan, maka melalui iman yang benar mampu menyelami setiap apa yang tidak bisa dijangkau oleh logika manusia. Ketiga, jika seuatu agama tertentu dengan gampang dan mudahnya dijangkau dan dipahami  oleh logika dan pengetahuan manusia,  penulis  terlalu yakin  berkata bahwa agama tersebut adalah agama yang dibuat oleh manusia yang berkonsepkan logika, penalaran dan pengetahuan semata. Kekristenan sangat unik karena dalam mendalami Firman Tuhan bukan berfokus pada kecerdasan saja tetapi melalui karunia Roh Kudus.

2.       Ketritunggalan Allah

Banyak dari para netizen yang tidak mengerti bahkan tidak sedikit dari pengikut  kristus juga merasa salah dalam menjelaskan hal ini,  dimana ada yang mengatakan bahwa Allah menyamar menjadi manusia, mungkin contoh tersebut untuk menyederhanakan pola pikir kaum awam sehingga mudah dimengerti, tetapi kata penyamaran tersebut justru lebih berkonotasi bahwa Allah menyamar seolah-olah, mengaku-ngaku, menjadi  Yesus, Justru Yesus bukan menyamar tapi  menekankan, menegskan  dan menyatahkan sejati-Nya sebagai ALLAH. Ketritunggalan ALLAH itu bukan seperti soal matematika yang hanya menggunakan rumus. ALLAH+YESUS+ROH KUDUS = 3 oknum, itulah logika manusia. Penulis mencoba memberikan contoh sederhana , ALLAH  Yesus  Roh Kudus , artinya disatu garis yang sama, bukan terpisahkan seperti penjelasan rumus matematika atau pemahaman logika manusia. Ingat Allah yang menciptakan Matematika dan memberikan pengetahuan akan rumus-rumus kepada manusia bukan manusia yang merumuskan ALLAH itu seperti apa. Ketritunggalan ALLAH tidak bisa dipahami serta diselami oleh Iman dan keyakinan kerupuk. Komentar-komentar netizen karena banyak, hanya mengambil ayat-ayat Firman Tuhan sepenggal-sepenggal bukan secara komprehensif. Pada waktu penciptaan Lihat Kejadian 1:26-27 , Ayat 27 “ Maka ALLAH menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar ALLLAH diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Konsep ALLAH bisa secara awam saya jelaskan seperti manusia dimana terdiri dari  Tubuh (banyak anggota tubuh), Jiwa dan Roh, tetapi ketika kita berjalan apakah orang-orang memanggil “Hai kamu Jiwa atau hai kamu  Roh atau hai Tubuh? Pastinya orang akan memanggil nama kita atau panggilan kita.  Tuhan itu esensi-Nya Tunggal tetapi “orang-orang” (banyak orang) dari berbagai golongan yang berbeda menyebutnya dengan nama yang berbeda pulah : Alloh-ALLAH,Yehova,Yahwe dan lain-lain, tetapi itu tidak mengubah esensi-Nya. Tetapi bilah ada yang menyatakan bahwa Tuhan itu banyak (siapa oknum yang mengatakan tersebut?) maka itu berlawanan dengan esensi-Nya Tuhan itu adalah Esa/Satu/Tunggal. Itulah pemahaman dari penulis

Sahabat Jblogs Bisa dilihat juga referensi  Klik disini

Pada akhirnya penulis merasa bahwa banyak hal yang tidak bisa dipikirkan dan dijangkau oleh logika tapi itu bisa dijangkau Oleh Iman, karena apa yang tidak pernah terpecahkan oleh matematika dijawab oleh Logika. Apa yang tidak dipecahkan oleh Logika dijawab oleh filsafat tetapi apa yang tidak terselami oleh filsafat dipahami melalui  Iman.

3.       Agama kristen di Indonesia hasil dari bangsa penjajah

Wah penulis cukup tercengang dengan salah satu komentar tersebut, memang jika dicermati dari sejarah bangsa indonesia, bawah memang benar bangsa kita di jajah oleh beberapa bangsa eropa seperti Belanda, Inggris, Jepang, Portugis dan lain-lain, yang memang memiliki Visi dan Misi yaitu 3G ( Gold, Glory, Gospel) . Jika sahabat Jblogs tidak tahu istilah 3G tersebut, mohon kembali lagi ke bangku sekolah hehehe. Penulis sangat paham jelas istilah tersebut karena salah satu pelajaran yang penulis sukai adalah sejarah karena mengandung cerita yang enak didengar (pemahaman waktu sekolah dulu). Gold disini adalah mencari sumber kekayaan rempah-rempah, emas dan hasil bumi yang ada dinegara atau benua lain, tentu untuk kepentingan kekayaan negara penjajah.  Glory adalah mencari kemenangan atau ketenaran nama, pengakuan dan keagungan negara penjajah. Maka tidak heran kenapa bahasa inggris digunakan sebagai  bahasa internasional karena salah satu faktor adalah Inggris merupakan negara penjajah terbesar, yang memiliki daerah jajahan yang sangat banyak sehingga tidak jarang ketika negara tersebut sudah merdeka dari Inggris, tetapi bahasanya melekat pada masyarakat negara bekas jajahannya. Contoh indonesia banyak presiden dan masyarakat zaman kemerdekaan mengerti danfasih berbahasa Belanda,Jepang serta Portugis.sementara Gospel adalah Misi menyebarkan agama Kristen ke bekas daerah atau negara jajahan. Tetapi saya tidak sependapat bahwa Agama Kristen di Indonesia hasil dari paksaaan dan kekerasan yang berdampak pada sikap masuk suatu agama melalui paksaan dan pedang atau sitilah kasarnya pemaksaan. Penulis yakin jika Misi yang di emban bangsa penjajah yaitu GOLD dan GLORY pasti melalui peperangan karena mencari kemenangan secara fisik.  zaman dahulu adalah perang pasti terjadi jika suatu bangsa jajahan menolak untuk dijajah. Tetapi jika agama kristen di Indonesia  diakui merupakan hasil dari paksaan saya kira itu keliru komentar-komentar tersebut,  karena Justru KASIHlah yang menjadi entri point bagi penyebaran agama kristen bukan lewat pedang dan perang. Hanya saja bangsa eropa yang menjajah Bangsa Indonesia beragama Kristen sehingga mereka menular-kan agama mereka ke penduduk lokal bagaimana jika kejadiannya adalah bangsa Arab yang menjajah?. sama halnya seperti bahasa yang saya jelaskan diatas. Perlu diketahui bersama bahwa ketika perjuangan mengusir penjajah semua elemen bangsa sama-sama berjuang,  tidak memandang suku, bahasa, ras, etnis  maupun agama. Meskipun sebagian penduduk indonesia adalah bergama kristen lewat misionaris atau penginjil penginjil eropa yang dibawah oleh bangsa penjajah, toh tetap saja sebagai anak bangsa, meskipun agama sama dengan bangsa penjajah, mereka juga tidak suka dijajah sehingga  tetap sepenanggungan dalam memperjuangkan kemerdekaan NKRI. Jadi Umat Kristen yang ada di Indonesia adalah merupakan orang Indonesia yang beragama kristen bukan orang kristen yang ada di Indonesia , sehingga itu yang menjadi pembeda kenapa pengikut kristus di Indonesia selalu bernegara berlandaskan pancasila bukan berlandaskan agama.

4.       Mengatakan Kristen adalah Agama orang  Kafir

Nah jika agama yang notabene katanya mulia namun pengikut-pengikutnya melalui salinan bahkan copyan ayat-ayat kitab suci yang  mengatakan pengikut Kristus adalah kafir perlu dipertanyakan. Apakah agamanya yang salah ataupun pengikutnya? Penulis juga perlu meluruskan arti dan pemahaman kata Kafir. Kafir menurut pemahawan orang awan adalah orang yang tidak memiliki tuhan dan mengingkari, menolak kebenaran, tidak percaya akan kebenaran, serta mengingkari kebenaran. Padahal poin dari pengertian kafir sendiri  tidak ada melekat pada pengikut Kristus. Mengapa demikian,  justru orang Kristen memiliki Tuhan yang disembah melalui Yesus Kristus, justru Kristen tahu kebenaran melalui Yesus, yang sejati-Nya adalah kebenaran itu sendiri.Kristen bukan kafir dan Kekristenan juga bukan agama, tetapi Cara/Karakter Hidup manusia yang sama seperti karekater Tuhan Yesus. Maka jika kata itu coba ditujukan buat pengikut kristus berarti orang tersebut memang tidak mengerti agamanya dan tidak paham sama sekali tentang kitab sucinya. Justru saya sangat apresiasi pengikut Kristus menyebut  “saudara” kepada para Netizen yang beragama diluar agama Kristen. Justru itulah yang menjadikan Kekistrenan mulia dilihat dari cara-cara mereka hidup sehingga menjadi pembeda antara kafir dan orang yang beragama adalah nilai dan cara hidupnya.

Untuk melihat penjelasan lebih terperinci mohon Klik disini

untuk sahabat JBLogs sebagai bahan perbandingan atau sudut pandang mengapa saudara-saudara kita menyebut kita kafir.

5.       Jika Yesus Tuhan, mengapa dia mengajak umat untuk menyembah Allah

Banyak kutipan ayat-ayat Alkitab yang menunjukan atau menegaskan bahwa Yesus bersabda kepada bangsa Israel, mengajak menyembah ALLAH, baik lewat Kehidupan Yesus yang selalu menyembah dan berdoa kepada ALLAH. Seperti pada injil Matius 4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: “enyalah, iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti. Jika kita pahami bukan sebagai orang yang percaya dan beriman kepada Yesus, ayat-ayat diatas  seolah-olah Yesus bukan ALLAH karena Yesus sendiri memerintahkan Iblis untuk menyembah ALLAH sehingga ayat ini dijadikan patokan saudara-saudara kita,  bahwa ada tiga pribadi disini yaitu Yesus, ALLAH dan Iblis. Padahal pemahaman disini ialah Yesus memberikan teladan dan contoh bahwa iblis sekalipun, harus menyembah Tuhan ALLAH. Bahkan di Ayat ini memperjelas bahwa jika melawan Iblis Gunakanlah Firman Tuhan. Yesus adalah firman mengajarkan kepada pengikut-Nya untuk berpegang sesuai kebenaran Firman Tuhan. Mengapa Yesus mengajak kita menyembah ALLAH karena Yesus saat didunia pada zaman itu betul-betul ALLAH yang berinkarnasi lewat Yesus. Contoh Ilustrasi : Apakah bisa seorang dalam keadaan mabuk mengarahkan atau menunjukan  jalan kepada orang yang waras? Tentu tidak justru sebaliknya orang  waraslah yang mestinya mengarahkan jalan kepada orang mabuk tersebut.

6.       Menyangkal bahwa Yesus bukanlah ALLAH

Banyak netizen mempertanyakan bahkan menantang pengikut kristus untuk menyebutkan  Ayat yang mengatakan bahwa Yesus adalah Allah dan mereka berharap bahwa pernyataan bahwa Yesus adalah ALLAH atau Tuhan  itu keluar dari Mulut Yesus bukan dari pengakuan para rasul atau orang-orang di zaman itu. Sebenarnya penolakan bahwa Yesus bukanlah ALLAH sudah dialami oleh Yesus sendirisampai berakhir di tiang salib. Bahkan salah satu murid-Nya menyangkal-Nya (Petrus saat itu belum kepenuhan Roh Kudus),  padahal simon petrus adalah salah satu murid terdekat Yesus. Bahkan Salah seorang murid lainnya rela menjual Yesus demi sekeping emas. Tetapi penulis harus menjawab. Yohanes 9:1-41 dengan judul perikop Firman Tuhan Orang yang buta sejak lahirnya.  Pada ayat 36 Jawabnya (orang buta): “Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya.”  37 kata Yesus kepadanya (orang buta): “Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!” 38 Katanya (orang buta): “Aku percaya,Tuhan!” Lalu ia sujud menyembah-Nya. Lebih tegas dikatakan oleh injil Matius. Yesus mendekati mereka dan berkata:”Kepada-Ku (Yesus) telah diberikan segala (semua) kuasa disorga dan di bumi ( Matius 28: 18) . Tetapi pada ayat sebelumnya ada beberapa orang ragu-ragu dan saya percaya, keraguan ini karena faktor iman kerupuk. Netizen yang mempertanyakan hal ini pun ragu-ragu bahkan menyangkal bahwa Yesus adalah ALLAH. Ayat tadi diatas sebenarnya bisa membuat netizen yang mempertanyakan  siiapakah Yesus itu? Sampai-sampai semua kuasa di surga dan di bumi diberikan kepada-Nya?.  Yesus adalah NABI BESAR, IMAM BESAR, DAN RAJA SEMESTA ALAM, TERPUJILAH YESUS JURUSELAMAT KITA. HALELUYAH HOSANA BAGI ALLAH KITA.

Bersambung ke Part 2


Artikel yang sama 

1.FAKTA MENGEJUTKAN APAKAH ALKITAB ITU FIRMAN TUHAN ATAU BUKAN  

2. FAKTA AHOK   

3. INI JAWABANNYA APA YANG DICARI LUKMAN SARDI KETIKA BERPINDAH KEYAKINAN
date Selasa, 14 Juli 2015

4 komentar to “ PEMBELAAN IMAN KRISTEN BUKAN MELALUI ORMAS, KEKERASAN DAN KEBENCIAN TAPI MELALUI KASIH DAN EDUKASI”

  1. Unknown
    19 Agustus 2015 pukul 13.15

    analogi point lima,,,,mengapa tidak katakan saja iblis sembahlah aku Allah mu gitu ? kan jelas tidak ambigu, nggak nyambung penjelasannya

  1. Unknown
    19 Agustus 2015 pukul 13.22

    ”Kepada-Ku (Yesus) telah diberikan segala (semua) kuasa disorga dan di bumi ( Matius 28: 18)..yang .....ada yg memberi kuasa pada yesus bro,,,,,Tuhan yg sesungguhnya.
    kalau yesus tuhan maka kalimat itu berbunyi :'”Aku (Yesus) memiliki segala (semua) kuasa disorga dan di bumi ( Maknyus 28: 18). Itu baru kalimat tuhan, Dia yg memiliki bukan diberi!!!!! (nggak usah ditayangkan komen saya ini, untuk kalian renungkan saja)

  1. john blogs
    21 Agustus 2015 pukul 17.27

    Terima kasih Atas Kunjungan saudara Angling Kusuma ke Blog yang sederhana ini.
    Pertama-tama Sebagai Admin/Penulis saya memohon maaf karena tidak bisa mengabulkan permohonan saudara untuk tidak memposting komen tsb. Hal ini tentu memiliki latar belakang tersendiri bagi penulis/admin. Entah baik maupun buruk sebuah komentar tetap harus dihargai baik bagaimana cara dia berkomentar karena Admin/penulis, belajar bagaimana melihat/membaca isi atau gagasan, pendapat yang dilontarakan, bukan terfokus siapa yang berkomentar.

    Untuk menanggapi komentar saudara (Angling Kusuma), dari dua pernyataan diatas adalah bahwa Tuhan yang disembah Oleh Umat Kristiani adalah Yesus, dimana Yesus tidak sekedar berbicara (Berfirman), tetapi memberikan contoh/teladan langsung kepada manusia, sehingga sampai relah meninggalkan surga hanya untuk menebus manusia ciptaan-Nya. Inilah dasyat-Nya Allah yang kami sembah, Dia rela turun dari Surga untuk Mengajarkan langsung kepada manusia. Allah tau, manusia setelah jatuh kedalam dosa tidak lagi bisa berhubungan dengan ALLAH, sehingga mengutus Anak-Nya yang tunggal untuk mencari serta menyelamatkan manusia. Mengapa hal ini membuat saudara bingung/ambigu? karena Logika manusia dengan Iman itu sangat berbeda, tentu perbedaan ini saudara bisa mengerti dan memahaminya, karena sudah ada penjelasan di artikel ini.




  1. john blogs
    21 Agustus 2015 pukul 18.54

    Jika Allah datang dalam bentukNya seperti disurga, maka manusia akan mati.karena tidak seorang manusia sanggup melihat ALLAH secara langsung. Sehingga Allah turun dalam rupa/atau bentuk ciptaaNya (manusia). Mengapa demikian? tentu hal ini seperti penjelasan diawal. Allah turun ke bumi dalam diri Yesus (100% Manusia dan 100% Allah) sehingga manusia bisa beriteraksi dan bertatap muka secara langsung. Hebatnya lagi Allah yang kami sembah, yaitu umatNya bisa mengenal dan tau seperti apa dan bagaimana ALLAH itu.Coba kalau Yesus tidak turun ke bumi maka manusia tidak tau sampai detik ini siapa sesungguhnya Tuhan yang disembah itu, jadi Yesus tidak sebatas berfirman tetapi mengajarkan langsung kepada manusia bahkan sekalipun kepada Iblis.(konteks Edukasi/pengajaran)

    Bedanya iblis dengan pengikut Yesus adalah Iblis percaya bahwa Yesus adalah Allah tetapi iblis tidak memiliki iman/keyakinan. Tentu perbedaan ini menyadarkan posisi kita sekarang ini . Maksud ayat ini ”Kepada-Ku (Yesus) telah diberikan segala (semua) kuasa disorga dan di bumi ( Matius 28: 18), adalah Yesus berbicara dalam bentuk kemanusiaan-Nya. ini menyatakan bahwa ALLAH itu Yesus, gambaran bahasa yang sederhana diucapkan Yesus agar mudah dimengerti oleh murid-murid-Nya. Jawabannya adalah pada ayat sebelumnya Matius 28:17" Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya tetapi beberapa orang ragu-ragu". jadi ini adalah bahasa untuk menjelaskan orang-orang yang ragu-ragu tadi. harapan penulis ini juga sebagai jawaban dari keragu-raguan saudara Angling Kusuma

    Untuk kata Maknyus 28: 18, penulis/admin tidak berhak untuk menghakimi, tetapi hanya bisa mengedukasi bahwa tidak elok kalau kita mejelekan atau melecehkan ayat Firman Tuhan karena itu SuaraNya Tuhan bukan manusia. Semoga artikel ini bisa membuat kita sesama anak bangsa tidak terpecah belah dalam menyikapi perbedaan ini, karena setiap perbedaan memiliki keindahan tersendiri. Harapan penulis/admin buat saudara saya Angling Kusuma, bisa menjadi seorang toko yang memiliki peranan penting buat teman-teman yang lain, agar ketika ada tulisan/ulasan yang memiliki unsur sara agar bijak dalam berkomentar sehingga komentar kita menjadi sesuatu yang memiliki nilai edukasi, Salah hormat Saya buat Saudara Angling Kusuma.

Leave a Reply:

Kenalan yah teman-teman

Foto saya
Palu, Sulawesi-Tengah, Indonesia
Keingintahuan akan pengetahuan